Berita / SBN / Artikel

Masih Bingung Bedanya SBR dengan ORI, Ini Penjelasannya

SBR dan ORI sama-sama SBN yang diterbitkan pemerintah dan dijamin 100 persen baik pokok maupun kuponnya
Hanum Kusuma Dewi • 17 Jun 2021
cover

Ilustrasi wanita sedang berpikir bingung mempertimbangkan investasi reksadana saham obligasi surat utang negara sambil memegang pensil di depan komputer laptop dan tablet gadget.

Bareksa.com - Mulai 21 Juni 2021 atau pada Senin pekan depan, pemerintah akan mulai menawarkan Surat Berharga Negara (SBN) berjenis Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR010.

SBR adalah satu jenis SBN yang ditawarkan khusus kepada masyarakat ritel atau investor individu. Selain SBR, ada juga Obligasi Negara Ritel (ORI) yang juga ditawarkan kepada investor individu perorangan.

Lalu, apa perbedaan SBR dan ORI?

Kita sudah tahu persamaan SBR dan ORI, baik SBR maupun ORI sama-sama diterbitkan oleh pemerintah karena termasuk dalam jenis SBN. Pokok maupun kuponnya 100 persen dijamin oleh negara sehingga bebas risiko gagal bayar. Berikut sejumlah perbedaan fitur SBR dan ORI:

1. Tenor

Jangka waktu SBR lebih pendek yaitu hanya 2 tahun, sedangkan jangka waktu ORI adalah 3 tahun.

2. Kupon

SBR memiliki tingkat kupon mengambang dengan tingkat kupon minimal (floating with floor) yang mengacu pada BI 7-Day (Reverse) Repo Rate + selisih atau spread dan disesuaikan setiap 3 bulan, sedangkan ORI memberikan kupon tetap (fix) hingga jatuh tempo.

3. Perdagangan di pasar sekunder

SBR tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder, tetapi memiliki fasilitas early redemption. Sementara itu, ORI dapat diperdagangkan di pasar sekunder antar investor domestik (WNI) baik kepada individu maupun institusi.

Early redemption adalah pilihan bagi investor SBR dan bisa diambil dengan sejumlah syarat. Fasilitas early redemption hanya dapat dimanfaatkan oleh investor dengan minimal kepemilikan Rp2 juta, dan jumlah maksimal yang dapat diajukan untuk early redemption adalah 50 persen dari setiap pemesanan pembelian.

4. Potensi Capital Gain

Karena ORI diperdagangkan di pasar sekunder, ada potensi keuntungan dari selisih harga untuk investor yang membeli di harga rendah dan menjual di harga tinggi. Capital gain ini tidak ada pada SBR.

Perbedaan SBR dan ORI

Sumber: Kemenkeu, diolah Bareksa

Kita sebagai masyarakat sekaligus investor ritel, bisa memanfaatkan SBR010 sebagai instrumen investasi yang akan ditawarkan pada periode 21 Juni-15 Juli 2021. 

Bagaimana, siap berinvestasi sekaligus bantu pemerintah penuhi target pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2021 termasuk pemulihan dampak pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) kan?

(Martina Priyanti/hm)

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Dengan berinvestasi di SBN Ritel kita tidak hanya mendapatkan imbal hasil tetapi juga membantu pembiayaan anggaran untuk pembangunan negara. SBN ritel bisa dipesan di sejumlah mitra distribusi yang ditunjuk Kemenkeu, termasuk Bareksa. 

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di SBN Ritel? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional).

Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN Ritel di Bareksa. Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa mendaftar ulang akun di Bareksa untuk memesan SBN ritel seri berikutnya.

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel atau SBN Ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.