Berita / SBN / Artikel

Kemenkeu Umumkan Imbal Hasil Tetap Sukuk Ritel SR014 5,47 Persen per Tahun

Imbal hasil SR014 lebih tinggi dibandingkan suku bunga acuan BI yang 3,5 persen
Hanum Kusuma Dewi • 24 Feb 2021
cover

Sukuk Ritel diterbitkan oleh pemerintah sebagai pernyataan kepemilikan aset negara.

Bareksa.com - Kementerian Keuangan menetapkan imbal hasil Sukuk Ritel seri SR014 sebesar 5,47 persen per tahun. Sukuk Ritel seri terbaru ini adalah instrumen investasi halal dan aman yang dijamin pemerintah khusus untuk pemodal individu dan bisa dibeli secara online selama masa penawaran 26 Februari - 17 Maret 2021.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, melalui pesan singkat kepada mitra distribusi mengatakan, imbalan SR014 sebesar 5,47 persen per tahun bersifat tetap (fixed rate) hingga jatuh tempo tiga tahun lagi, 10 Maret 2024.

Bila dibandingkan dengan suku bunga acuan Bank Indonesia 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 3,5 persen saat ini, SR014 memberikan imbal hasil yang lebih tinggi 1,97 persen, atau selisihnya 197 basis poin. 

Imbal hasil atau kupon ini juga akan dibayarkan secara rutin tiap bulan dan pembayaran pertama pada 10 April 2021 (short coupon).

​Sukuk Ritel diterbitkan oleh pemerintah sebagai pernyataan kepemilikan aset negara. Kalau kita sebagai individu beli SR014, artinya kita membeli aset negara dan menyewakannya lagi untuk mendapatkan imbal hasil (kupon). 

Masyarakat bisa membeli SR014 dengan modal mulai dari Rp1 juta, kelipatan Rp1 juta hingga Rp3 miliar per orang selama masa penawaran.

Bisa Diperdagangkan 

Sukuk Ritel adalah instrumen investasi yang 100 persen dijamin oleh negara. SR014 memiliki jangka waktu tiga tahun tetapi bisa dijual sebelum jatuh tempo dan diperdagangkan di pasar sekunder (tradable).

Setelah masa penawaran 26 Februari - 17 Maret 2021, investor masih harus memegang SR014 selama masa tunggu (holding period) hingga pembayaran kupon ketiga pada 10 Juni 2021. Setelah itu, investor bisa menjualnya di pasar sekunder mulai 11 Juni 2021.

Karena bisa diperdagangkan di pasar sekunder, harga SR014 bisa naik dan turun tergantung permintaan di pasar. Misal, ketika investor membeli Rp1 juta, dia bisa menjual kembali seharga Rp1,1 juta dengan mempertimbangkan besaran kupon yang bisa diterima hingga jatuh tempo nanti. Selisih harga penjualan dibandingkan modal sebesar Rp100.000 ini yang disebut dengan capital gain.

Perlu diingat, capital gain ini adalah penghasilan yang terkena pajak sebesar 15 persen. Jadi kalau kita dapat capital gain Rp100.000, setelah dipotong pajak kita mendapatkan keuntungan bersih sebesar Rp85.000.

Namun, kalau kita sebagai investor tetap ingin memegang SR014 hingga jatuh tempo pada 10 Maret 2024 nanti, itu sah-sah saja. Bahkan, kita mendapatkan keuntungan pasti berupa kupon tetap (fixed rate) yang dibayar secara bulanan.

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

SR014 adalah satu seri Surat Berharga Negara (SBN)  ritel yang bisa dipesan online di Bareksa selama masa penawaran.

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di SBN? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional).

Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN di Bareksa. Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di Bareksa untuk memesan SR014 saat penawaran dibuka.