BeritaArrow iconSBNArrow iconArtikel

Penjualan Sukuk Ritel SR013 Cetak Rekor Rp25 Triliun, Ini 5 Faktor Pendorongnya

Hanum Kusuma Dewi29 September 2020
Tags:
Penjualan Sukuk Ritel SR013 Cetak Rekor Rp25 Triliun, Ini 5 Faktor Pendorongnya
Ilustrasi investasi di Sukuk Tabungan (shutterstock)

SR013 bisa diperdagangkan (tradable) sebelum jatuh tempo

Bareksa.com - Penjualan Sukuk Ritel seri SR013 ditetapkan sebesar Rp25,66 triliun, rekor untuk Surat Berharga Syariah Negara ritel yang dijual secara online. Penawaran SR013 berlangsung pada 28 Agustus sampai 23 September 2020.

Penjualan SR013 ini lebih tinggi dibandingkan nilai penjualan Obligasi Negara Ritel ORI017 Rp18,33 triliun yang ditawarkan pada Juni-Juli 2020. Bahkan bila dibandingkan dengan penjualan SR012 senilai Rp12 triliun yang ditawarkan Februari, penjualan SR013 naik lebih dari dua kali lipat.

Menurut Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, dalam siaran pers 28 September 2020, setidaknya ada lima faktor pendorong penjualan SR013 ini.

Promo Terbaru di Bareksa

1. Imbalan Menarik

SR013 menawarkan imbalan (kupon) tetap sebesar 6,05 persen per tahun. Meski nilainya lebih rendah dari kupon SR012 dan ORI017, kupon SR013 lebih menarik dibandingkan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI 7-Day Reverse Repo Rate) yang hanya 4 persen.

2. Proses Pembelian Mudah

Pendaftaran dan pemesanan SR013 dilakukan secara online, melalui platform yang disediakan oleh 25 mitra distribusi.

3. Aman dan Likuid

SR013 adalah salah satu Surat Berharga Negara yang baik pokok maupun pembayaran kuponnya dijamin oleh negara 100 persen. Selain itu, dengan sifatnya yang bisa diperdagangkan (tradable) sebelum jatuh tempo, SR013 sangat likuid alias mudah dicairkan.

4. Banyak Dana Menganggur

Banyak masyarakat yang diperkirakan memiliki dana menganggur (idle) di masa pandemi ini. Lalu, Pembatasan Sosial Berskala Besar juga membuat pengeluaran (spending) masyarakat menurun dan mereka memilih instrumen investasi yang aman dan likuid, seperti SR013.

5. Jatuh Tempo SBR004

Pada 20 September 2020, yang masih dalam masa penawaran SR013, terdapat satu instrumen Surat Berharga Negara (SBN) yang jatuh tempo alias masa berlakunya habis. Instrumen tersebut adalah Savings Bond Ritel seri SBR004, yang ditawarkan pada 2018. Pada saat itu, penjualan SBR004 mencapai Rp7,32 triliun.

Sampai dengan bulan September 2020, Pemerintah telah menerbitkan sebanyak 4 Instrumen SBN Ritel (SBR009, SR012, ORI017 dan SR013) dengan total nominal penerbitan mencapai Rp58,39 triliun.

Penerbitan Instrumen SBN Ritel tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah untuk memperdalam pasar keuangan domestik serta memperluas basis investor, khususnya investor ritel. Besarnya penjualan SR013 menunjukkan bahwa di tengah kondisi pandemi yang belum ada kepastian kapan selesainya, minat investor ritel terhadap instrumen SBN masih sangat tinggi.

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Pemesanan SBN ritel di Bareksa hanya bisa dilakukan pada masa penawaran. Dalam waktu dekat ini akan ada SBN ritel terbaru seri Obligasi Negara Ritel (ORI018) dengan masa penawaran 1-21 Oktober 2020.

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi SBN? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional).

Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN di Bareksa. Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di Bareksa untuk memesan ORI018.

PT Bareksa Portal Investasi atau bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua