Berita / SBN / Artikel

SR013 Laris Terjual Jelang Pekan Terakhir Masa Penawaran, Tembus Rp8,6 triliun

Rata-rata penjualan per hari sekitar Rp430,2 miliar, atau meningkat dibandingkan hari sebelumnya Rp382,6 miliar
Bareksa • 17 Sep 2020
cover

Pegawai Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan sedang memberikan penjelasan kepada nasabah perihal Surat Berharga Negara (SBN) ritel baik itu Savings Bond Ritel (SBR) atau Sukuk Tabungan di stan DJPPR Kemenkeu dalam acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2019 di Jakarta (24/08/2019) (Bareksa/AM)

Bareksa.com - Menjelang pekan terakhir masa penawaran, Sukuk Negara Ritel seri SR013 laris terjual diburu investor. Tercatat hingga Rabu sore (16/9/2020) atau hari ke-20 masa penawaran, penjualan SR013 menembus Rp8,6 triliun (tepatnya Rp8.604.341.000.000). Dibandingkan penjualan sehari sebelumnya, yakni Selasa siang (15/9/2020) yang baru Rp7,27 triliun, maka realisasi penjualan harian per hari ini mencapai sekitar Rp1 triliun.

Kondisi itu berbeda dibandingkan awal-awal masa penjualan, di mana realisasi penjualan cenderung landai dan tidak terlalu agresif. Namun per hari ini yang merupakan hari ke-20 masa penawaran, realisasi penjualan melonjak dan agresif.

Rata-rata penjualan harian SR013 per hari ini (16/9/2020) sekitar Rp430,2 miliar, naik signifikan dibandingkan sehari sebelumnya yang masih sekitar Rp382,6 miliar per hari. Jika dibandingkan pada pekan pertama masa penawaran, yakni per Kamis siang (3/9/2020), rata-rata penjualan per hari hanya sekitar Rp250 miliar. 

Realisasi penjualan SR013 sudah jauh melampaui target awal Rp5 triliun. Kuota nasional atau target pemesanan SR013 telah dinaikkan jadi Rp10 triliun dari sebelumnya Rp9 triliun. Dengan begitu, kuota pemesanan SR013 masih tersisa Rp1,39 triliun. Masa penawaran masih tersisa 7 hari lagi hingga ditutup pada 23 September pukul 10.00 WIB.

Kementerian Keuangan menetapkan target awal penjualan Sukuk Ritel SR013 sebesar Rp5 triliun. Direktur Pembiayaan Syariah Kemenkeu Dwi Irianti Hadiningdyah menjelaskan target penjualan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) seri SR013 ini merupakan hasil diskusi dengan 31 mitra distribusi.

"Kalau kita lihat animonya, kelihatannya jauh lebih besar," ujar Dwi dalam acara Virtual Launching SR013 bertemakan Cintai Negeri dengan Investasi, Jumat, 28 Agustus 2020.

Dengan catatan realisasi per hari ini, penjualan SR013 yang telah merealisasi 172 persen dari target awal. Jika dilihat dari target kuota pemesanan Rp10 triliun, maka penjualan SR013 hari ini sudah merealisasi 86,04 persen.

Berkaca pada penerbitan Sukuk Ritel seri sebelumnya, yakni SR012 yang ditawarkan pada Februari 2020 lalu yang berhasil terjual Rp12,14 triliun, maka realisasi penjualan SR013 berpeluang terus naik. Bisa jadi peluang nilai penjualan SR013 bisa menyamai SR012 juga semakin terbuka.

SR013 memiliki tenor 3 tahun dan menawarkan tingkat imbal hasil tetap 6,05 persen per tahun. Mengutip keterangan resmi DJPPR, disebutkan tujuan utama penerbitan Sukuk Ritel adalah untuk membiayai APBN dan membiayai pembangunan proyek infrastruktur di Indonesia.

Sukuk Ritel dikelola berdasarkan prinsip syariah, tidak mengandung unsur maysir (judi) gharar (ketidakjelasan) dan riba (usury), serta telah dinyatakan sesuai syariah oleh Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

Penerbitan Sukuk Ritel menggunakan struktur akad ijarah - asset to be Leased. Dana hasil penerbitan akan digunakan untuk kegiatan investasi berupa pembelian hak manfaat barang milik negara untuk disewakan kepada pemerintah serta pengadaan proyek untuk disewakan kepada pemerintah. Imbalan berasal dari keuntungan hasil kegiatan investasi tersebut.

Sukuk Ritel diterbitkan oleh pemerintah sebagai bentuk penyertaan terhadap aset negara. Masyarakat bisa membeli SR013 dengan modal mulai dari Rp1 juta, kelipatan Rp1 juta hingga Rp3 miliar per orang selama masa penawaran.

Adapun bentuk dan karakteristik Sukuk Negara ialah tanpa warkat dan dapat diperdagangkan (tradable). Tanggal penetapan penjualan SR013 yaitu 28 September 2020 dan tanggal setelmen 30 September 2020. SR013 memiliki tenor 3 tahun dengan tanggal jatuh tempo pada 10 September 2023.

Tanggal pembayaran kupon pertama kali pada 10 November 2020 dan tanggal pembayaran imbalan/kupon berikutnya pada tanggal 10 setiap bulannya.
Minimum holding period yaitu selama 2 (dua) kali pembayaran kupon (dapat diperdagangkan mulai tanggal 11 Desember 2020).

Tujuan Penerbitan Sukuk Negara Ritel

Kemenkeu menyatakan tujuan penerbitan Sukuk Negara ritel sedikitnya ada lima, yakni :

1. Membiayai APBN dan membiayai pembangunan proyek infrastruktur di Indonesia
2. Menyediakan alternatif investasi atau diversifikasi investasi bagi investor ritel.
3. Mendukung stabilitas pasar keuangan domestik
4. Memperluas basis investor dalam negeri
5. Mendukung pengembangan pasar keuangan syariah

Adapun pokok-pokok ketentuan dan persyaratan SR013 adalah sebagai berikut :

1. Masa Penawaran
Pembukaan: 28 Agustus 2020 pkl 09.00 WIB
Penutupan: 23 September 2020 pkl 10.00 WIB

2. Bentuk dan Karakteristik Sukuk Negara
Tanpa warkat, dapat diperdagangkan di pasar sekunder (tradable) (sejak 11 Desember 2020) dan hanya dapat diperdagangkan antar investor domestik

3. Tanggal Penetapan Hasil Penjualan
28 September 2020

4. Tanggal Setelmen
30 September 2020

5. Tanggal Jatuh Tempo
10 September 2023

6. Minimum Pemesanan
Rp1.000.000

7. Maksimum Pemesanan
Rp3.000.000.000

8. Underlying Asset
Barang Milik Negara (BMN) dan Proyek APBN tahun 2020

9. Akad
Ijarah Asset to be Leased

10. Tingkat Imbalan/Kupon
Tetap, 6,05 persen per tahun

11. Tanggal Pembayaran Imbalan/Kupon
Setiap tanggal 10 setiap bulannya. Dalam hal tanggal pembayaran imbalan/kupon bukan pada hari kerja, maka pembayaran imbalan/kupon dilakukan pada hari kerja berikutnya. Hari kerja adalah hari di mana operasional sistem pembayaran diselenggarakan oleh Bank Indonesia.

12. Pembayaran Imbalan/Kupon Pertama Kali
10 November 2020 (long coupon)

Proses pemesanan pembelian SR013 dilakukan secara online melalui 4 tahap yaitu registrasi/pendaftaran, pemesanan, pembayaran dan setelmen. Pemesanan pembelian disampaikan melalui sistem elektronik yang disediakan mitra distribusi yang memiliki interface dengan sistem e-SBN.

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Pemesanan SR013 secara online di Bareksa hanya bisa dilakukan pada masa penawaran 28 Agustus - 23 September 2020. Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi SBN? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional).

Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN di Bareksa. Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di Bareksa untuk memesan SR013.

PT Bareksa Portal Investasi atau bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.