BeritaArrow iconSBNArrow iconArtikel

Berita Hari Ini : Perkantoran di Jakarta Mulai Dibuka, Ini Sentimen Pasar Modal

Bareksa08 Juni 2020
Tags:
Berita Hari Ini : Perkantoran di Jakarta Mulai Dibuka, Ini Sentimen Pasar Modal
Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu (6/6/2020). Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan Pergub nomor 51 Tahun 2020 tentang PSBB pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman dan Produktif yang di dalamnya mengatur pembatasan kendaraan dengan rekayasa ganjil-genap untuk sepeda motor dan mobil.(ANTARA FOTO/Sigid Kurnia)

Lelang SBSN akan tetap dilirik, WHO sebut masker wajib 3 lapis

Bareksa.com - Berikut sejumlah berita dan informasi terkait investasi dan ekonomi yang disarikan dari sejumlah media dan keterbukaan informasi, Senin 8 Juni 2020.

Pasar Saham

Investor asing mulai melirik pasar saham Tanah Air. Pekan lalu, investor asing terus masuk ke pasar saham domestik dan mencatatkan net buy hingga Rp3,39 triliun di semua pasar.

Promo Terbaru di Bareksa

Sebenarnya hal tersebut tak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di pasar saham regional. Berdasarkan data Bloomberg seperti dikutip Kontan.co.id, pekan lalu pasar saham Vietnam turut mencatatkan net buy US$4,9 juta hingga Kamis (4/6/2020).

Di Filipina, dana asing yang masuk ke pasar saham capai US$58,3 juta dalam sepekan. Setali tiga uang, asing pun memburu pasar saham di Thailand, India, Taiwan, hingga Korea Selatan.

Marolop Alfred Nainggolan, Kepala Riset Praus Capital mengatakan, masuknya dana asing ke pasar saham Tanah Air akan ditentukan oleh dua faktor utama. Pertama, penguatan nilai tukar rupiah.

Akhir pekan lalu, rupiah sudah bergerak di bawah Rp14.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Pada Jumat (5/6), mata uang Garuda tersebut menguat 1,54 persen menjadi Rp13.878 per dolar AS. Dalam sepekan, rupiah pun sudah menanjak 5,01 persen.

Dana asing diprediksi bakal kian deras masuk ketika nilai tukar rupiah menguat. Sebab, jika investor asing berinvestasi di suatu negara dan disertai dengan kenaikan nilai tukar mata uang lokal, maka tingkat return investasinya bakal semakin tinggi.

Kedua, stabilitas domestik. Alfred melihat, tensi geopolitik yang sedang terjadi di AS cenderung berlangsung lama. Di tambah, Negeri Paman Sam akan menggelar even politik yakni pemilihan umum pada November 2020 mendatang.

"Sementara kondisi di Indonesia relatif cukup stabil. Saya kira net buy ini akan bisa berlanjut,” kata dia kepada Kontan.co.id, Minggu (7/6/2020).

Senada, Analis Panin Sekuritas William Hartanto menilai, masuknya dana asing ke pasar saham Asia khususnya Indonesia, masih akan dipengaruhi oleh nilai tukar dolar AS terhadap mata uang lokal. Selain itu, kinerja dari masing-masing emiten juga akan menjadi faktor yang menarik investor asing untuk melakukan pembelian di pasar saham.

WHO

Organisasi kesehatan Dunia (WHO) membuat perubahan ketentuan terkait dengan penggunaan masker di masa pandemi COVID-19. Pedoman baru ini dinilai lebih sejalan dengan banyak negara di seluruh dunia yang telah menjalankan pembatasan sosial sampai lockdown.

"Saya ingin jelaskan bahwa pedoman yang kami terbitkan hari ini adalah pembaruan dari apa yang kami anjurkan berbulan-bulan lalu, bahwa masker hanya boleh digunnakan sebagai bagian dari strategi komprehensif dalam memerangi COVID-19," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

"Hanya gunakan masker tidak akan melindungimu dari COVID-19," tambahnya. Mesti tetap dijalankan jaga jarak, dan rajin cuci tangan untuk pencegahan lainnya.

Maria Van Kerkhove, Pimpinan teknis WHO, merekomendasikan masyarakat yang sehat tetap memakai masker kain di tempat-tempat umum, di mana menjaga jarak fisik sulit dilakukan. Masker kain diwajibkan setidaknya terdiri dari 3 lapis dengan material yang berbeda.

Akan tetapi untuk kelompok masyarakat yang rentan seperti di atas 60 tahun dan memiliki penyakit komorbid seperti diabetes, kolesterol, diminta menggunakan masker medis yang berfungsi sebagai proteksi. Selain itu masker medis juga bisa digunakan untuk orang-orang yang memiliki tanda-tanda positif COVID-19.

Masker kain yang non medis juga harus diperhatikan kemudahan untuk bernapasnya karena banyaknya jenis kain yang tersedia.

WHO mencatat kemampuan bernapas - perbedaan tekanan di seluruh masker kain harus di bawah 49 Pa / cm2 untuk masker medis. Tetapi, untuk masker non-medis, perbedaan tekanan yang dapat diterima harus di bawah 100 Pa.

Terakhir, WHO menghitung faktor kualitas filter, dijuluki "Q," yang merupakan fungsi filtrasi dan breathability, dengan nilai yang lebih tinggi menunjukkan efisiensi keseluruhan yang lebih baik. Minimal untuk masker kain buatan sendiri adalah Q3, menurut konsensus para ahli WHO.

WHO menekankan bahwa masker ini hanya untuk pengendalian sumber, bukan perlindungan pribadi artinya, mereka dapat membantu mencegah orang yang memakai masker tidak menyebarkan virus, tetapi bukan berarti terhindar dari virus. Karena itu, penting mengenakan masker harus selalu disertai dengan seringnya mencuci tangan dan menjaga jarak.

"Bukti yang kami miliki melalui penelitian ini adalah bahwa, dengan tiga lapisan dan dalam kombinasi itu, bahwa masker kain benar-benar dapat memberikan penghalang mekanistik. Jika seseorang terinfeksi COVID-19, itu bisa mencegah tetesan itu melewatinya dan menginfeksi orang lain," kata Van Kerkhove.

Operasional Perkantoran

Kegiatan perkantoran di wilayah Jakarta akan kembali beroperasi mulai hari ini, Senin (8/6/2020) di tengah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi. Kebijakan itu disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam konferensi pers terkait perpanjangan penerapan PSBB di wilayah Jakarta, Kamis (4/6/2020) lalu.

"Perkantoran, rumah makan, industri ritel yang sifatnya berdiri sendiri bisa dimulai hari Senin, 8 Juni," kata Anies.

Meski telah diizinkan untuk beroperasi, Anies tetap mengingatkan aturan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 harus dipatuhi. Hal itu tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 51 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman, dan Produktif.

Aturan tersebut antara lain, menerapkan batasan kapasitas jumlah orang paling banyak 50 persen, melakukan pengaturan hari kerja hingga jam kerja dan sistem kerja, mewajibkan pekerja menggunakan masker, pemeriksaan suhu tubuh, menyediakan hand sanitizer dan sebagainya.

Anies menegaskan tak segan menutup perkantoran jika saat beroperasi melebihi 50 persen dari kapasitas. Ia menyatakan akan memberikan teguran terlebih dahulu jika ditemukan pelanggaran. Nantinya, jika dua kali teguran tak dihiraukan, maka akan dilakukan penutupan.

"Bila ada pertokoan, perkantoran, mal yang seharusnya kapasitasnya maksimal 50 persen, bila melanggar ingatkan dua kali, bila sudah dua kali melanggar akan ditutup," tuturnya.

Dalam pergub 51/2020, juga diatur terkait sanksi berupa denda administratif sebesar Rp25 juta. Pemberian sanksi tersebut, dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi.

Penerapan PSBB tahap ketiga di DKI Jakarta diketahui telah berakhir pada 4 Juni. Pemprov DKI kemudian memutuskan untuk memperpanjang PSBB dan menjadikan Juni sebagai masa transisi.

Meski telah membuka kegiatan perkantoran, Anies tetap menyarankan warga untuk tetap berada di rumah demi mencegah penyebaran Covid-19.

"Pesan saya untuk semua, usahakan untuk tetap berada di rumah. Bila memang harus pergi, maka hanya yang sehat yang bepergian. Bila terasa tidak sehat, jangan keluar rumah," ucap dia, dalam keterangan resminya melalui rekaman video, Minggu (7/6/2020) malam.

"Dan bila terpaksa harus keluar rumah, maka selalu gunakan masker di manapun, kapanpun, lalu pastikan jaga jarak aman dan selalu jauhi kerumunan," imbuh Anies.

Per Minggu (7/6), kasus Corona di DKI bertambah 163 kasus baru, sehingga total kasus positif Covid-19 di Jakarta mencapai 8.033 orang. Dari angka itu, jumlah kasus sembuh mencapai 3.130 orang.

SBSN

Lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara esok diperkirakan mampu kembali menembus target. Penguatan nilai tukar rupiah digadang-gadang jadi penopang permintaan lelang pada Selasa (9/6/2020) nanti.

Sebagai informasi, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan akan mengadakan lelang SBSN, Selasa (9/6). Nantinya akan ada enam seri yang akan dilelang, terdiri dari satu seri Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan lima seri Project Based Sukuk (PBS).

"Minat terhadap lelang SBSN diprediksi kurang lebih sama dengan lelang SBSN sebelumnya, dengan target serapan sekitar Rp7 triliun atau 2,6 kalinya," kata Head of Fixed Income Bank BNI Edy Pramono kepada Kontan.co.id, Minggu (7/6/2020).

Asal tahu saja pada lelang SBSN sebelumnya Senin (18/5), pemerintah berhasil mencatatkan total penawaran masuk sebanyak Rp18,85 triliun dengan total nominal yang dimenangkan sebanyak Rp9,5 triliun. Edy menilai masih positifnya minat investor terhadap lelang SBSN didukung beberapa sentimen positif seperti nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang menguat di bawah level Rp 14.000 per dolar AS. Mengutip Bloomberg, rupiah ditutup menguat 1,54 persen di level Rp13.877 per dolar AS pada Jumat (5/6).

"Kondisi likuiditas pasar yang masih likuid dan juga meningkatnya risk appetite investor asing terhadap emerging market turut jadi sentimen positif, di tengah kembali dibukanya perekonomian global," ungkapnya.

Bahkan, pasar keuangan Tanah Air juga sempat mencatatkan capital inflow yang cukup besar pada pekan pertama Juni 2020. Pekan depan, Edy memperkirakan seri SBSN tenor 2 tahun, 4 tahun dan 10 tahun akan jadi yang paling banyak diburu. Yield seri-seri tersebut masih atraktif dimana untuk SBSN tenor 10 tahun masih di level 7,9 persen.

Mengutip laman DJPPR, seri PBS002 memiliki tenor 2 tahun dan jatuh tempo pada 15 Januari 2022 dengan umbalan yang ditawarkan 5,45 persen, seri PBS026 bakal jatuh tempo di 15 Oktober 2024 dan menawarkan imbalan 6,62 persen, sedangkan untuk seri PBS023 yang jatuh tempo 15 Mei 2030 menawarkan imbalan 8,12 persen.

Selanjutnya, Edy menilai tren yield lelang SBSN pekan depan akan menyesuaikan tren yield SUN yang saat ini mengalami penurunan. "Untuk yield SBSN tenor 2 tahun diprediksi di level 5,8 persen hingga 5,9 persen, untuk tenor 4 tahun di rentang 6,5 persen-6,6 persen dan tenor 10 tahun di kisaran 7,6 persen hingga 7,8 persen," tandasnya.

(AM)

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua