Sukuk Kurang Diminati Karena Likuiditas Tak Besar: Investor
Nilai aset perbankan syariah masih jauh di bawah aset perbankan konvensional di Indonesia.

Nilai aset perbankan syariah masih jauh di bawah aset perbankan konvensional di Indonesia.
Bareksa.com - Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk kurang diminati karena likuiditasnya tidak sebesar konvensional, menurut Direktur Jendral Pengelolaan Utang Kemetrian Keuangan Robert Pakpahan.
"Sukuk itu likuiditasnya tidak sekencang konvensional. Dia tidak bisa jalan sendiri, harus berdampingan dengan pertumbuhan perbankan syariah secara umum" ungkap Robert.
Aset perbankan syariah sebesar Rp 200 triliun hingga Rp 300 triliun dinilai masih jauh di bawah aset perbankan konvensional di Indonesia. Pertumbuhan perbankan syariah diperlukan seiring dengan pertumbuhan komitmen penerbitan Sukuk.
Promo Terbaru di Bareksa
Investor Daily hal.20
Profil Penulis
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.227,51 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.184,69 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.029,05 | - | - | - | |||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.202,65 | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.

ORI030T3
Obligasi Negara Ritel
Imbal Hasil/Th
6,90%
Periode Pembelian
Jangka Waktu
4 tahun

ORI030T6
Obligasi Negara Ritel
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Fixed

SR025
SyariahSukuk Ritel
Imbal Hasil/Th
5,20%
Periode Pembelian
Jangka Waktu
3 tahun

SBR015
Saving Bond Ritel
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Mengambang

ST017
SyariahSukuk Tabungan
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Mengambang
