Saham MAPI Melesat, Asing Borong Rp9,3 T Usai Tender Offer & Laba Semester I Naik 27%
Saham MAPI melonjak ke level tertinggi 52 minggu setelah mandatory tender offer selesai, laba bersih semester I 2026 naik 26,9%, dan menjadi saham paling banyak dibeli investor asing.

Saham MAPI melonjak ke level tertinggi 52 minggu setelah mandatory tender offer selesai, laba bersih semester I 2026 naik 26,9%, dan menjadi saham paling banyak dibeli investor asing.
Bareksa - Saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menjadi salah satu emiten paling bersinar di awal Agustus 2026. Dalam lima hari perdagangan terakhir, sahamnya melesat sekitar 18% sepekan hingga 3 Agustus pagi, hingga menyentuh level tertinggi 52 minggu di Rp1.700 per saham.
Reli tersebut didorong kombinasi penyelesaian mandatory tender offer (MTO), kinerja keuangan semester I 2026 yang tumbuh kuat, serta derasnya aksi beli investor asing yang mencapai Rp9,33 triliun hanya dalam sepekan.
Saham MAPI Naik ke Level Tertinggi 52 Minggu
Pada perdagangan Senin (3/8/2026) pukul 11.08 WIB, saham MAPI diperdagangkan di Rp1.685, naik 8,36% dibanding penutupan sebelumnya. Dalam lima hari terakhir, saham ini telah melonjak sekitar 18,25%, setelah sebelumnya berada di kisaran Rp1.425-1.500 per saham.
Promo Terbaru di Bareksa
Kenaikan tersebut juga membawa MAPI menyentuh level tertinggi dalam 52 minggu, yakni Rp1.700 per saham. Momentum tersebut menjadikan MAPI sebagai salah satu saham consumer discretionary dengan performa terbaik dalam beberapa hari terakhir.
Investor Asing Borong Rp9,33 Triliun
Sentimen positif terhadap MAPI tercermin dari derasnya arus dana asing. MAPI menjadi saham dengan nilai net foreign buy terbesar sepanjang 27–31 Juli 2026, yakni mencapai sekitar Rp9,33 triliun.
Besarnya akumulasi investor asing menunjukkan meningkatnya keyakinan pasar terhadap prospek perseroan setelah perubahan pengendali dan rilis kinerja keuangan semester pertama.
Mandatory Tender Offer Resmi Berakhir
Salah satu katalis utama kenaikan saham MAPI adalah selesainya proses Mandatory Tender Offer (MTO) oleh pengendali baru. Berdasarkan laporan kepada OJK, sebanyak 796 pemegang saham mengikuti MTO dengan total 6,02 miliar saham atau 36,24% dari seluruh saham beredar. Transaksi tersebut telah diselesaikan pada 29 Juli 2026.
Berdasarkan data perubahan kepemilikan di KSEI yang ditampilkan Stockbit, Pacific Universal Investments Pte. Ltd. kini tercatat sebagai pemegang saham pengendali MAPI dengan kepemilikan 51%, didukung Samudra (Investment) Pte. Ltd. sebesar 30% dan Ocean Continuum Pte. Ltd. sebesar 6,24%. Mengacu pada harga saham MAPI sekitar Rp1.685 per saham pada perdagangan Senin (3/8), nilai pasar kepemilikan grup pengendali tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp24,4 triliun. Rampungnya proses ini mengurangi ketidakpastian pasca-akuisisi dan menjadi salah satu katalis yang meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek perseroan.
Dengan struktur kepemilikan yang telah jelas dan perubahan pengendali yang resmi tuntas, perhatian investor kini bergeser pada kemampuan manajemen mempertahankan pertumbuhan laba dan merealisasikan strategi ekspansi ke depan.
Berdasarkan laporan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebanyak:
Keterangan | Nilai |
Periode MTO | 18 Juni–17 Juli 2026 |
Tanggal penyelesaian | 29 Juli 2026 |
Pemegang saham yang ikut MTO | 796 investor |
Saham yang ditenderkan | 6,02 miliar saham |
Persentase terhadap seluruh saham | 36,24% |
Sumber: BEI, KSEI
Setelah proses tersebut selesai, struktur kepemilikan pengendali berubah menjadi:
Pemegang Saham | Kepemilikan |
Pacific Universal Investments | 51,00% |
Samudra (Investment) Pte Ltd | 30,00% |
Ocean Continuum Pte Ltd | 6,24% |
Sumber: BEI, KSEI
Artinya, grup pengendali baru kini menguasai sekitar 87,24% saham MAPI secara langsung maupun tidak langsung. Informasi tersebut disampaikan dalam laporan hasil pelaksanaan Mandatory Tender Offer kepada OJK.
Selesainya proses MTO juga menghilangkan ketidakpastian terkait perubahan pengendali sehingga menjadi sentimen positif bagi investor.
Kinerja Semester I 2026 Tumbuh Dua Digit
Selain aksi korporasi, fundamental MAPI juga menunjukkan pertumbuhan yang solid. Sepanjang semester pertama 2026, perseroan membukukan:
Kinerja | Semester I 2026 | Semester I 2025 | YoY |
Pendapatan Bersih | Rp24,16 triliun | Rp19,58 triliun | 23,4% |
Laba Kotor | Rp9,76 triliun | Rp8,34 triliun | 17,0% |
Laba Usaha | Rp2,02 triliun | Rp1,64 triliun | 23,2% |
Laba Bersih | Rp1,45 triliun | Rp1,15 triliun | 26,9% |
EPS | Rp73 | Rp58 | 25,9% |
Sumber: MAPI
Manajemen menyebut pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya trafik pelanggan setelah periode Lebaran, momentum libur sekolah, serta kekuatan portofolio merek yang tetap relevan dengan kebutuhan konsumen.
Selain itu, MAP juga terus memperluas ekspansi regional melalui pembukaan gerai Timberland di Thailand serta Abercrombie & Fitch dan Hollister di Filipina, sembari meningkatkan efisiensi operasional melalui digitalisasi dan otomasi proses bisnis.
Fundamental Makin Kokoh
Laporan posisi keuangan juga menunjukkan pertumbuhan aset dan ekuitas.
Per 30 Juni 2026:
Posisi Keuangan | Nilai |
Total Aset | Rp35,42 triliun |
Total Liabilitas | Rp16,71 triliun |
Total Ekuitas | Rp18,71 triliun |
Sumber: MAPI
Kondisi tersebut menunjukkan ekspansi bisnis tetap diimbangi struktur permodalan yang relatif sehat.
Mengapa Saham MAPI Naik Tajam?
Reli saham MAPI tampaknya dipicu oleh kombinasi beberapa katalis sekaligus, yaitu:
Mandatory Tender Offer selesai, sehingga ketidakpastian terkait perubahan pengendali berkurang.
Laba bersih semester I melonjak hampir 27%, menunjukkan fundamental yang tetap kuat.
Investor asing melakukan akumulasi besar, tercermin dari net foreign buy Rp9,33 triliun dalam sepekan.
Harga saham berhasil menembus level tertinggi 52 minggu, memicu minat investor momentum dan teknikal.
Kombinasi empat faktor tersebut membuat MAPI menjadi salah satu saham yang paling diperhatikan pasar dalam beberapa hari terakhir.
Apa yang Perlu Dicermati Investor?
Walaupun prospek jangka menengah terlihat membaik, kenaikan harga yang sangat cepat dalam waktu singkat juga membuka peluang terjadinya aksi ambil untung (profit taking).
Investor dapat mencermati beberapa faktor berikut:
keberlanjutan pertumbuhan laba pada semester II 2026;
realisasi sinergi pasca-perubahan pengendali;
keberlanjutan arus dana asing;
perkembangan konsumsi domestik menjelang akhir tahun.
Kesimpulan
MAPI saat ini mendapat dukungan dari kombinasi yang jarang terjadi: perubahan pengendali yang telah tuntas, fundamental yang membaik, serta arus dana asing yang sangat besar. Hal itu menjelaskan mengapa saham MAPI mampu mencetak kenaikan sekitar 18% dalam sepekan dan mencapai level tertinggi dalam 52 minggu.
Meski demikian, setelah reli yang cukup tajam, investor tetap perlu mempertimbangkan potensi volatilitas jangka pendek sambil terus memantau perkembangan kinerja perseroan pada kuartal-kuartal berikutnya.
Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Pertanyaan Umum
Mengapa saham MAPI naik tajam dalam beberapa hari terakhir?
Kenaikan saham MAPI didorong oleh kombinasi beberapa sentimen positif,
mulai dari selesainya Mandatory Tender Offer (MTO), kinerja keuangan
semester I 2026 yang tumbuh kuat, hingga derasnya aksi beli investor
asing yang mencapai sekitar Rp9,33 triliun dalam sepekan.
Berapa pertumbuhan laba bersih MAPI pada semester I 2026?
MAPI membukukan laba bersih sebesar Rp1,45 triliun pada semester I 2026,
naik 26,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,15
triliun.
Siapa pengendali baru PT Mitra Adiperkasa Tbk?
Setelah Mandatory Tender Offer selesai, Pacific Universal Investments
Pte. Ltd. tetap menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan
langsung 51%, sementara kepemilikan tambahan dimiliki melalui Samudra
(Investment) Pte. Ltd. dan Ocean Continuum Pte. Ltd.
Mengapa investor asing banyak membeli saham MAPI?
Minat investor asing diduga dipicu oleh kombinasi fundamental yang
membaik, kepastian perubahan pengendali setelah MTO selesai, serta
prospek pertumbuhan bisnis yang masih positif di tengah pemulihan
konsumsi masyarakat.
Apa yang perlu dicermati investor sebelum membeli saham MAPI?
Investor sebaiknya memperhatikan valuasi setelah kenaikan harga yang
cukup tajam, potensi aksi ambil untung jangka pendek, keberlanjutan
pertumbuhan laba pada semester II 2026, serta kesinambungan arus dana
investor asing ke saham MAPI.
Profil Penulis

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.228,78 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.185,23 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.031,45 | - | - | - | |||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.203,08 | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.


