BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa: PGEO, MEDC & KPIG, IHSG Diprediksi Kembali Menguat

14 Juli 2026
Tags:
Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa: PGEO, MEDC & KPIG, IHSG Diprediksi Kembali Menguat
salah satu kilang PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). (www.medcoenergi.com)

PGEO, MEDC, dan KPIG menjadi pilihan quick trade jangka pendek dengan sinyal rebound teknikal pada 14 Juli 2026. IHSG diprediksi bergerak di kisaran 5.898–6.171 dengan peluang ditutup lebih tinggi.

Bareksa - Tim Analis Bareksa memilih tiga saham quick trade untuk perdagangan Selasa (14/7/2026): PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), dan PT MNC Land Tbk (KPIG). Secara teknikal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi kembali menguat.

1. PGEO: Quick Trade di Rp865–1.035

Harga PGEO naik 3,98% ke Rp1.045 pada 13 Juli 2026, menyentuh level tertinggi 20 hari terakhir. PGEO berada di atas MA20 Rp900 dan MA50 Rp890 — tren naik terkonfirmasi, breakout kedua MA terlampaui. RSI 68,75 mengindikasikan momentum beli menguat, mulai mendekati area overbought.

Sebagai emiten panas bumi terbesar di Indonesia, PGEO berpotensi mendapat katalis dari sentimen positif sektor energi terbarukan.

Promo Terbaru di Bareksa

Pullback ke area Rp865–1.035 dapat menjadi peluang entry sebelum kelanjutan kenaikan menuju resistance Rp1.100–1.130.

  • Support: Rp1.035–900

  • Resistance: Rp1.100–1.130

  • Range beli: Rp865–1.035

  • Prioritas entry: Rp865–905 (RR dari entry atas <1:1, prioritaskan area bawah range)

  • Target: Rp1.100–1.130 | Batas rugi: Rp855

2. MEDC: Quick Trade di Rp1.085–1.170

Harga MEDC naik 0,85% ke Rp1.185 pada 13 Juli 2026, menyentuh level tertinggi 20 hari terakhir. MEDC berada di atas MA20 Rp1.115, namun masih di bawah MA50 Rp1.200 — momentum rebound terbentuk, potensi breakout MA50 terbuka. RSI 56,76 mengindikasikan momentum beli baru menguat, ruang kenaikan masih luas.

Sebagai produsen migas terbesar swasta di Indonesia, MEDC berpotensi mendapat tailwind dari lonjakan harga minyak — Brent naik 9,59% ke USD83,3/bbl pada 13 Juli akibat eskalasi ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz. MA50 Rp1.200 menjadi resistance sekaligus target breakout terdekat.

  • Support: Rp1.170–1.115

  • Resistance: Rp1.245–1.280

  • Range beli: Rp1.085–1.170

  • Prioritas entry: Rp1.085–1.105 (RR dari entry atas <1:1, prioritaskan area bawah range)

  • Target: Rp1.245–1.280 | Batas rugi: Rp1.075

3. KPIG: Quick Trade di Rp72–79

Harga KPIG naik 1,27% ke Rp80 pada 13 Juli 2026. KPIG tepat berada di MA20 Rp80 dan mendekati MA50 Rp84 — momentum rebound terbentuk, potensi breakout MA50 terbuka. RSI 51,27 mengindikasikan momentum beli baru menguat, ruang kenaikan masih luas.

KPIG mencatat volume 164,1 juta saham, sekitar 1,9 kali rata-rata 20 hari sebesar 87,5 juta — menandakan minat beli yang meningkat di area MA20. Breakout di atas MA50 Rp84 akan menjadi konfirmasi teknikal untuk kelanjutan rebound menuju resistance Rp84–86. Perlu dicatat bahwa batas rugi berada di level yang sama dengan batas bawah area beli, sehingga disiplin entry di area Rp72–79 menjadi kunci.

  • Support: Rp72–79

  • Resistance: Rp84–86

  • Range beli: Rp72–79

  • Target: Rp84–86 | Batas rugi: Rp72

Ringkasan Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa

Saham

Harga Terakhir

Range Beli

Prioritas Entry

Target

Batas Rugi

PGEO

Rp1.045

Rp865–1.035

Rp865–905

Rp1.100–1.130

Rp855

MEDC

Rp1.185

Rp1.085–1.170

Rp1.085–1.105

Rp1.245–1.280

Rp1.075

KPIG

Rp80

Rp72–79

Rp84–86

Rp72

Sumber: Tim Analis Bareksa, harga terakhir per 13/7/2026

IHSG Diprediksi Berpeluang Ditutup Lebih Tinggi

Illustration

Sumber: Ciptadana Sekuritas

IHSG ditutup menguat 113 poin (+1,92%) ke 6.038 pada Senin (13/7), diperdagangkan di kisaran 5.898–6.038. Penguatan dipimpin sektor Basic Materials (+2,96%), Energi (+2,66%), dan Industrials (+2,44%), dengan BMRI, BBRI, dan AMMN sebagai penopang utama indeks. Investor asing mencatat net sell Rp438 miliar, sementara rupiah melemah 50 poin ke Rp18.105/USD — terpengaruh lonjakan harga minyak akibat eskalasi ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz.

Secara teknikal, menurut riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia (14/7), IHSG masih berada dalam tren turun yang lebih luas di bawah moving average 55-hari yang menurun, namun aksi harga terkini mengindikasikan kelanjutan rebound dari level terendah 5.318. Serangkaian higher low telah terbentuk, didukung penguatan histogram Awesome Oscillator dan pembacaan Stochastic yang bullish. Selama IHSG bertahan di atas area support 5.600–5.700, rebound berpotensi berlanjut menuju zona resistance 6.050–6.100, dengan breakout yang meyakinkan membuka peluang pergerakan menuju 6.350–6.400.

Untuk 14/7/2026, IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 5.898–6.171 dengan peluang ditutup lebih tinggi.

Kesimpulan

Tiga saham pilihan Tim Analis Bareksa untuk perdagangan 14 Juli 2026 — PGEO, MEDC, dan KPIG — semuanya menunjukkan sinyal rebound teknikal jangka pendek. PGEO dan MEDC mendapat katalis tambahan dari lonjakan harga minyak akibat eskalasi geopolitik di Timur Tengah. Untuk PGEO, prioritaskan entry di Rp865–905; untuk MEDC di Rp1.085–1.105. Untuk KPIG, entry di seluruh range Rp72–79 dengan catatan batas rugi berada di batas bawah area beli. Disiplin pada batas rugi masing-masing saham tetap menjadi kunci manajemen risiko.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/Reynaldi/AM)

Tentang Penulis

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

Hanum Kusuma Dewi adalah seorang penulis dengan spesialisasi pada topik bisnis, keuangan, dan investasi termasuk reksa dana, saham, SBN hingga emas. Dengan latar belakang pendidikan di bidang komunikasi dan pengalaman 8+ tahun di pasar modal, Hanum juga melakukan riset untuk membuat konten yang mena

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pertanyaan Umum

Apa bisnis utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO)?

PGEO adalah perusahaan panas bumi terbesar di Indonesia, mengoperasikan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di berbagai wilayah termasuk Kamojang, Lahendong, dan Lumut Balai. PGEO merupakan anak usaha PT Pertamina (Persero) dan menjadi salah satu produsen energi terbarukan terbesar di Asia Tenggara.

Mengapa kenaikan harga minyak bisa berdampak positif pada MEDC?

MEDC adalah produsen migas swasta terbesar di Indonesia. Harga jual minyak dan gas yang lebih tinggi secara langsung meningkatkan pendapatan dan margin MEDC. Eskalasi AS-Iran yang mendorong Brent naik 9,59% ke USD83/bbl berpotensi menjadi tailwind positif bagi kinerja keuangan MEDC ke depan.

Apa yang dimaksud IHSG masih dalam tren turun meski sedang rebound?

IHSG masih berada di bawah moving average 55-hari yang arahnya menurun, yang menjadi penanda tren jangka menengah masih bearish. Rebound yang sedang terjadi bersifat teknikal dari area oversold — belum dikonfirmasi sebagai pembalikan tren. Konfirmasi baru terjadi jika IHSG berhasil menembus resistance 6.350–6.400 dengan volume kuat.

Bagaimana afirmasi rating S&P BBB/A-2 berdampak pada pasar saham?

Afirmasi peringkat investment grade dari S&P mengurangi risiko downgrade yang dapat memicu outflow dana asing dari obligasi dan saham Indonesia. Ini mendukung stabilitas rupiah dan sentimen investor institusi global, yang pada gilirannya dapat mendukung aliran masuk ke pasar modal Indonesia.

Mengapa KPIG tidak memiliki prioritas entry seperti PGEO dan MEDC?

Range beli KPIG (Rp72–79) sempit dan batas rugi (Rp72) berada di level yang sama dengan batas bawah range beli. Tidak ada ruang entry di bawah batas rugi, sehingga tidak ada area prioritas yang dapat meningkatkan risk/reward. Investor disarankan entry di seluruh range 72–79 dengan disiplin penuh pada batas rugi.

Profil Penulis

Abdul Malik
Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.221,92

Up1,58%
Up1,04%
Up1,28%
Up6,31%
Up20,07%
Up15,03%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.178,99

Up1,56%
Up1,76%
Up2,06%
Up6,40%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.021,75

Up0,55%
Down-3,20%
Down-2,47%
---

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.199,66

Up0,53%
Up1,04%
Up1,26%
Up5,57%
--

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua