BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

MBMA Cetak Lonjakan Laba di Q1 2026 Berkat Produksi Bijih Nikel yang Lebih Tinggi

30 Juni 2026
Tags:
MBMA Cetak Lonjakan Laba di Q1 2026 Berkat Produksi Bijih Nikel yang Lebih Tinggi
Liustrasi investor memantau kinerja Keuangan atau laba rugi emiten. (Shutterstock)

MBMA membukukan PATMI US$30 juta pada kuartal pertama 2026, melonjak dari US$4 juta di kuartal sebelumnya. EBITDA naik 95% QoQ didorong perbaikan biaya manufaktur dan kontribusi limonit.

Bareksa — PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) membukukan kinerja kuat pada kuartal pertama 2026, dengan laba yang melonjak signifikan meski pendapatan melemah secara kuartalan, berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia (30/6/2026).

Pendapatan tercatat US$455 juta, turun 9% secara kuartalan namun tumbuh 24% secara tahunan, setara 13% dari proyeksi Ciptadana dan 17% dari konsensus tahun penuh 2026. EBITDA mencapai US$144 juta, melonjak 95% secara kuartalan dan 352% secara tahunan, setara 19% dari proyeksi analis Ciptadana.

Laba bersih setelah pajak dan kepentingan non-pengendali (PATMI) membaik signifikan ke US$30 juta, dari hanya US$4 juta pada kuartal keempat 2025 dan rugi US$3 juta pada kuartal pertama 2025.

Promo Terbaru di Bareksa

Tiga Faktor Pendorong Pemulihan Margin

Pemulihan laba MBMA didorong oleh tiga faktor utama: penurunan biaya manufaktur dengan COGS turun 22% secara kuartalan meski pendapatan hanya turun 9%; perbaikan profitabilitas NPI (nickel pig iron) yang didukung kenaikan harga nikel LME; dan kenaikan penjualan limonit yang ditopang volume dan harga kontrak yang lebih kuat.

Ketiga faktor ini mendorong ekspansi margin yang material di seluruh lini. Margin kotor melonjak ke 27,4% dari 14,9% pada kuartal sebelumnya, margin EBITDA naik ke 31,6% dari 14,8%, dan margin bersih berbalik positif ke 6,6% dari hanya 0,9% pada kuartal keempat 2025.

Ringkasan Kinerja MBMA Kuartal Pertama 2026 (US$ juta)

Indikator

Q1 2026

Q4 2025

Q1 2025

QoQ

YoY

Pendapatan

455

500

366

−9%

+24%

EBITDA

144

74

32

+95%

+352%

PATMI

30

4

(3)

+603%

N/A

Margin Kotor (%)

27,4

14,9

5,2

Margin EBITDA (%)

31,6

14,8

8,7

Margin Bersih (%)

6,6

0,9

(0,9)

Sumber: Riset Ciptadana Sekuritas Asia, 30 Juni 2026

Meski hasil kuartal pertama menunjukkan pemulihan yang kuat, capaian MBMA secara run-rate masih di bawah ekspektasi tahun penuh, pendapatan baru mencapai 13% dari proyeksi, mengindikasikan bahwa kuartal-kuartal berikutnya perlu mempertahankan momentum untuk mencapai target tahunan.

Kesimpulan

MBMA mencatat pemulihan laba yang signifikan pada kuartal pertama 2026, dengan PATMI melonjak ke US$30 juta dari hampir impas pada kuartal sebelumnya. Perbaikan efisiensi manufaktur dan kontribusi

limonit yang lebih kuat menjadi pendorong utama ekspansi margin. Produksi bijih akan terus menjadi penggerak pertumbuhan pendapatan sepanjang 2026, dengan profitabilitas yang didukung efisiensi manufaktur berkelanjutan.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pertanyaan Umum

Berapa PATMI MBMA pada kuartal pertama 2026?

MBMA membukukan PATMI US$30 juta pada kuartal pertama 2026, melonjak signifikan dari US$4 juta pada kuartal keempat 2025 dan dari posisi rugi US$3 juta pada kuartal pertama 2025.

Apa yang mendorong lonjakan laba MBMA meski pendapatan turun secara kuartalan?

Tiga faktor utama: penurunan biaya manufaktur (COGS turun 22% QoQ), perbaikan profitabilitas NPI seiring kenaikan harga nikel LME, dan peningkatan penjualan limonit yang didukung volume dan harga kontrak yang lebih kuat.

Mengapa capaian MBMA masih di bawah ekspektasi tahun penuh meski hasil kuartalan kuat?

Pendapatan kuartal pertama baru mencapai 13% dari proyeksi tahun penuh Ciptadana — di bawah run-rate normal sekitar 25% untuk satu kuartal. Ini mengindikasikan kuartal-kuartal berikutnya perlu mempertahankan atau meningkatkan momentum untuk mencapai target tahunan.

Bagaimana prospek MBMA untuk sisa tahun 2026?

Pertumbuhan produksi bijih nikel diperkirakan terus mendukung pendapatan sepanjang 2026, dengan profitabilitas yang ditopang efisiensi manufaktur yang berkelanjutan. Normalisasi biaya manufaktur yang terus berlanjut menjadi kunci keberlanjutan margin yang sudah membaik.

Apa segmen bisnis utama yang mendorong pemulihan MBMA?

Pemulihan didorong kombinasi segmen NPI (nickel pig iron) yang mendapat dukungan harga nikel global, serta segmen limonit dengan volume dan harga kontrak yang menguat. Kedua segmen ini menjadi tulang punggung perbaikan margin MBMA pada kuartal pertama 2026.

Profil Penulis

Abdul Malik
Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.221,21

Up1,49%
Up0,99%
Up1,23%
Up6,39%
Up20,00%
Up15,63%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.177,12

Up1,42%
Up1,68%
Up1,90%
Up6,38%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.019,28

Down-0,06%
Down-3,34%
Down-2,70%
---

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.198,68

Up0,40%
Up1,02%
Up1,17%
Up5,69%
--

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua