BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

CLEO Tebar Dividen Rp60 Miliar, Tetap Agresif Bangun 3 Pabrik Baru dan Bidik Pertumbuhan Dua Digit

25 Juni 2026
Tags:
CLEO Tebar Dividen Rp60 Miliar, Tetap Agresif Bangun 3 Pabrik Baru dan Bidik Pertumbuhan Dua Digit
Ilustrasi produk minuman PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) di salah satu minimarket. (Shutterstock)

CLEO membagikan dividen Rp2,5 per saham untuk tahun buku 2025. Simak jadwal cum dividen, payout ratio, target pertumbuhan dua digit, dan ekspansi tiga pabrik baru.

Bareksa — PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) akan membagikan dividen tunai Rp2,5 per saham atau senilai Rp60 miliar untuk tahun buku 2025. Di saat yang sama, produsen air minum dalam kemasan tersebut tetap mempertahankan target pertumbuhan pendapatan dan laba dua digit pada 2026 dengan menyiapkan tiga fasilitas produksi baru serta belanja modal Rp700 miliar.

Pembagian dividen tersebut merupakan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 22 Juni 2026. Dividen akan dibagikan kepada 24 miliar saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 2 Juli 2026, dengan pembayaran dijadwalkan pada 22 Juli 2026.

Meski membagikan dividen, perseroan tetap melanjutkan agenda ekspansi. Berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia, CLEO mempertahankan target pertumbuhan pendapatan dan laba dua digit pada 2026, didukung penambahan kapasitas produksi dan perluasan jaringan distribusi.

Promo Terbaru di Bareksa

Jadwal Dividen CLEO Tahun Buku 2025

Agenda
Tanggal

Pengumuman dividen

24 Juni 2026

Cum Dividen Pasar Reguler & Negosiasi

30 Juni 2026

Ex Dividen Pasar Reguler & Negosiasi

1 Juli 2026

Cum Dividen Pasar Tunai

2 Juli 2026

Ex Dividen Pasar Tunai

3 Juli 2026

Recording Date (DPS)

2 Juli 2026

Pembayaran Dividen

22 Juli 2026

Sumber: Pengumuman resmi PT Sariguna Primatirta Tbk.

Dividend Payout Ratio Sekitar 15,7%

Berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2025, CLEO membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk Rp381,82 miliar. Dengan total dividen Rp60 miliar, maka dividend payout ratio perseroan mencapai sekitar 15,7%.

Rasio pembayaran dividen tersebut menunjukkan sebagian besar laba masih dipertahankan untuk mendukung kebutuhan ekspansi dan pengembangan bisnis. Hingga akhir 2025, CLEO masih memiliki saldo laba ditahan Rp1,7 triliun dengan total ekuitas Rp2,31 triliun.

Ringkasan Dividen CLEO

Indikator
Nilai

Dividen per saham

Rp2,5

Total dividen

Rp60 miliar

Jumlah saham

24 miliar saham

Laba bersih 2025

Rp381,82 miliar

Dividend payout ratio

15,7%

Saldo laba ditahan

Rp1,698 triliun

Total ekuitas

Rp2,312 triliun

Sumber: CLEO, diolah

Tiga Pabrik Baru Siap Beroperasi

Selain membagikan dividen, CLEO tetap menjalankan strategi ekspansi. Berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia, perseroan menargetkan pengoperasian tiga fasilitas produksi baru, yakni di Palu pada kuartal III 2026, serta Pontianak dan Pekanbaru pada kuartal IV 2026.

Fasilitas Baru
Lokasi
Target Operasi

Pabrik 1

Palu, Sulawesi Tengah

Kuartal III 2026

Pabrik 2

Pontianak, Kalimantan Barat

Kuartal IV 2026

Pabrik 3

Pekanbaru, Riau

Kuartal IV 2026

Sumber: riset Ciptadana Sekuritas

Ekspansi tersebut didukung anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp700 miliar sepanjang 2026. Penambahan kapasitas produksi di luar Jawa diharapkan memperkuat jaringan distribusi sekaligus memperluas penetrasi pasar di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.

Seluruh Produk Sudah Memenuhi SNI Wajib

Perseroan juga menyatakan seluruh portofolio produknya telah memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib untuk produk air minum dalam kemasan sebelum regulasi mulai berlaku pada Oktober 2026.

Menurut manajemen, kepatuhan lebih awal tersebut membuat CLEO tidak mengantisipasi gangguan operasional akibat implementasi regulasi baru dan tetap fokus pada inovasi produk serta ekspansi pasar.

Valuasi dan Prospek

Menurut riset Ciptadana Sekuritas Asia, saham CLEO diperdagangkan di sekitar 19,5 kali proyeksi price to earnings (P/E) tahun penuh 2026 berdasarkan laba kuartal I 2026 yang disetahunkan. Kombinasi pembagian dividen, ekspansi kapasitas produksi, dan target pertumbuhan dua digit menjadi sejumlah faktor yang akan dicermati investor pada tahun ini.

Kesimpulan

CLEO membagikan dividen tunai Rp2,5 per saham atau Rp60 miliar untuk tahun buku 2025 dengan dividend payout ratio sekitar 15,7%. Di sisi lain, perseroan tetap mempertahankan strategi pertumbuhan melalui pembangunan tiga pabrik baru, belanja modal Rp700 miliar, serta target pertumbuhan pendapatan dan laba dua digit pada 2026.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pertanyaan Umum

Kapan cum dividen CLEO?

Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 30 Juni 2026.

Kapan pembayaran dividen CLEO?

Dividen akan dibayarkan kepada pemegang saham pada 22 Juli 2026.

Berapa dividen CLEO per saham?

Perseroan membagikan dividen tunai sebesar Rp2,5 per saham atau total Rp60 miliar.

Mengapa dividend payout ratio CLEO relatif rendah?

Berdasarkan perhitungan dari total dividen dan laba bersih 2025, payout ratio sekitar 15,7%. Sebagian besar laba dipertahankan untuk mendukung ekspansi kapasitas produksi dan kebutuhan investasi perusahaan.

Apa katalis utama CLEO pada 2026?

Investor akan mencermati realisasi target pertumbuhan dua digit, pengoperasian tiga pabrik baru di Palu, Pontianak, dan Pekanbaru, serta implementasi belanja modal Rp700 miliar yang diharapkan memperkuat kapasitas produksi dan distribusi.

Profil Penulis

Abdul Malik
Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.215,51

Up0,09%
Up0,92%
Up0,75%
Up6,28%
Up19,44%
Up13,87%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.172,46

Up0,24%
Up1,59%
Up1,49%
Up6,14%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.195,91

Down-0,70%
Up1,03%
Up0,94%
Up6,04%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.018,64

Down-1,74%
Down-2,54%
Down-2,76%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua