BMRI, BBRI, BBCA, BBNI Bagi Dividen Jumbo, Mana Paling Menarik untuk Dividend Hunter?
BMRI dan BBRI menawarkan dividend yield di atas 11% pada 2026. Simak perbandingan yield, valuasi, dan prospek sahamnya dengan BBCA dan BBNI setelah pembagian dividen jumbo.

BMRI dan BBRI menawarkan dividend yield di atas 11% pada 2026. Simak perbandingan yield, valuasi, dan prospek sahamnya dengan BBCA dan BBNI setelah pembagian dividen jumbo.
Bareksa - Saham bank kakap berpotensi kembali jadi incaran investor dividen pada 2026. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sama-sama membagikan dividen jumbo dari laba tahun buku 2025.
Namun, jika dihitung berdasarkan harga saham terbaru, bank-bank BUMN masih menawarkan dividend yield paling tinggi di sektor perbankan. BBRI menetapkan total dividen tunai Rp346 per saham. Nilai tersebut terdiri dari dividen interim Rp137 per saham dan dividen final Rp209 per saham. Dengan harga saham Rp3.050 pada penutupan 22 Mei 2026, dividend yield BBRI sekitar 11,34%.
Sementara itu, BMRI menawarkan dividend yield tertinggi sekitar 11,58% dengan dividen Rp476,95 per saham dan harga saham Rp4.120. Di sisi lain, BBCA memiliki yield paling rendah karena valuasi sahamnya masih premium, meski fundamental perseroan dinilai paling stabil di sektor perbankan.
Promo Terbaru di Bareksa
Valuasi Turun Cukup Dalam
Tingginya dividend yield bank BUMN dipengaruhi kombinasi payout ratio besar dan koreksi harga saham sejak awal tahun. Karena itu, saham-saham perbankan kini berpotensi mulai dilirik investor value investing dan dividend hunter, terutama setelah valuasi turun cukup dalam dibanding level tertinggi 52 minggu.
Meski begitu, investor tetap perlu mencermati foreign flow, tekanan suku bunga global, dan perlambatan pertumbuhan kredit. Dividend yield tinggi memang menarik, tetapi keberlanjutan laba dan kualitas aset tetap menjadi faktor utama dalam menentukan prospek saham bank jangka panjang.
Perbandingan Dividend Yield Bank Jumbo 2026
Saham | Harga Saham* | Dividen per Saham | Dividend Yield** | PER |
|---|---|---|---|---|
BMRI | Rp4.120 | Rp476,95 | 11,58% | 6,57x |
BBRI | Rp3.050 | Rp346 | 11,34% | 7,85x |
BBNI | Rp3.780 | Rp349,41 | 9,24% | 6,94x |
BBCA | Rp5.900 | Rp336 | 5,69% | 12,51x |
* Harga penutupan perdagangan 22 Mei 2026.
** Dividend yield dihitung berdasarkan total dividen tunai per saham dibanding harga saham penutupan.
Sumber: BEI, perseroan, diolah
Faktor yang Membuat Bank BUMN Menarik
Dividend yield dua digit
Valuasi saham relatif murah
Payout ratio besar
Fundamental perbankan masih solid
Potensi rebound jika foreign flow membaik
Risiko yang Perlu Dicermati Investor
Tekanan foreign flow
Pelemahan rupiah
Kompetisi kredit makin ketat
Risiko perlambatan ekonomi
Tekanan margin bunga bersih (NIM)
Kesimpulan
BMRI dan BBRI masih menjadi pilihan utama dividend hunter karena menawarkan dividend yield di atas 11% dengan valuasi relatif murah. Namun, BBCA tetap menarik bagi investor jangka panjang yang mengutamakan stabilitas laba dan kualitas aset. Sementara itu, BBNI mulai dilirik investor value investing karena kombinasi yield tinggi dan valuasi rendah.
FAQ
1. Apa itu dividend yield?
Dividend yield adalah rasio dividen tunai per saham dibanding harga saham saat ini.
2. Mengapa dividend yield bank BUMN lebih tinggi?
Karena payout ratio besar dan harga saham yang sudah terkoreksi cukup dalam.
3. Apakah dividend yield tinggi selalu bagus?
Tidak selalu. Yield tinggi juga bisa terjadi karena harga saham sedang turun tajam.
4. Bank mana yang punya yield tertinggi saat ini?
BMRI mencatat dividend yield tertinggi sekitar 11,58%, disusul BBRI sekitar 11,34%.
5. Apakah saham bank jumbo masih menarik setelah ex-date?
Masih menarik untuk investor jangka panjang, tetapi jangka pendek tetap berpotensi volatil akibat tekanan foreign flow dan sentimen global.
Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik
adalah Managing Editor Bareksa dengan
pengalaman lebih dari 20 tahun di
jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis
pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta
merupakan peraih
beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.214,41 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.169,65 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.204,28 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.036,68 | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
