BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

Usai Rebalancing MSCI, OJK Ingin Pasar Modal RI Naik Kelas dari Emerging Market

Abdul Malik13 Mei 2026
Tags:
Usai Rebalancing MSCI, OJK Ingin Pasar Modal RI Naik Kelas dari Emerging Market
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi (kedua kiri) saat bertemu dengan Asosiasi Emiten Indonesia di Jakarta, Rabu (4/2/2026). (Dok. Humas OJK)

OJK menargetkan pasar modal Indonesia tidak hanya bertahan di MSCI Emerging Market, tetapi berpeluang naik kelas lewat reformasi transparansi, free float, dan pendalaman pasar modal.

Bareksa - MSCI resmi mengumumkan hasil MSCI May 2026 Index Review pada 12 Mei 2026. Dalam review tersebut, enam saham Indonesia keluar dari MSCI Global Standard Index, yakni AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT.

Perubahan komposisi indeks tersebut efektif berlaku setelah penutupan perdagangan 29 Mei 2026 dan mulai tercermin pada perdagangan 1 Juni 2026.

Meski sejumlah saham Indonesia keluar dari indeks utama MSCI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan Indonesia masih mempertahankan status sebagai Emerging Market dalam klasifikasi indeks global MSCI.

Promo Terbaru di Bareksa

OJK Targetkan Pasar Modal Indonesia Naik Kelas

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, mengatakan regulator justru ingin mendorong pasar modal Indonesia naik kelas dalam jangka panjang melalui reformasi integritas dan pendalaman pasar.

“Kami tidak ingin hanya bertahan di emerging market. Ke depan pasar modal Indonesia punya potensi naik ke klasifikasi yang lebih tinggi,” ujar Hasan.

Menurut dia, reformasi yang dilakukan OJK bersama Self-Regulatory Organizations (SRO) bukan hanya untuk merespons evaluasi MSCI, tetapi juga memperkuat kualitas pasar modal nasional secara menyeluruh.

Fokus Reformasi Pasar Modal OJK

Beberapa fokus reformasi pasar modal yang didorong OJK antara lain:

  • Meningkatkan transparansi kepemilikan saham

  • Memperbaiki kualitas free float emiten

  • Memperkuat integritas pasar modal

  • Memperluas pendalaman pasar

  • Meningkatkan tata kelola atau governance emiten

  • Menarik lebih banyak investor global

OJK Ingin Pasar Modal RI Lebih Kredibel

Hasan menjelaskan salah satu fokus utama reformasi adalah meningkatkan transparansi kepemilikan saham dan kualitas free float emiten.

Langkah tersebut dilakukan agar investor global dan indeks provider internasional memiliki data yang lebih akurat dalam menilai saham-saham Indonesia.

OJK juga telah membuka data kepemilikan saham di atas 1%, meningkatkan batas minimum free float menjadi 15%, serta menerbitkan data high shareholding concentration.

Reformasi Transparansi yang Sudah Dilakukan OJK

Kebijakan
Tujuan

Pembukaan data kepemilikan saham di atas 1%

Meningkatkan transparansi investor

Minimum free float 15%

Menambah likuiditas saham

Publikasi high shareholding concentration

Mempermudah penilaian risiko konsentrasi kepemilikan

Penguatan tata kelola emiten

Meningkatkan kepercayaan investor

Sumber: OJK, diolah

Menurut Hasan, langkah itu penting untuk meningkatkan kredibilitas dan daya tarik investasi pasar modal Indonesia. “Pasar modal yang transparan akan lebih dipercaya investor global,” kata dia.

Banyak Saham Indonesia Dinilai Masih Berpeluang Masuk MSCI

OJK juga mengungkapkan sebenarnya terdapat banyak saham Indonesia yang berpotensi masuk indeks MSCI, baik kategori small cap maupun standard index.

Namun, sebagian saham tersebut masih tertahan akibat kebijakan freeze atau pembekuan sementara dari MSCI terhadap penambahan saham Indonesia.

Hasan menjelaskan beberapa saham yang keluar dari MSCI Small Cap justru terjadi karena kapitalisasi pasar dan kriterianya meningkat. Namun saham tersebut belum dapat naik kelas akibat kebijakan freeze tersebut.

Faktor Saham Bisa Masuk MSCI

Secara umum, saham yang berpotensi masuk indeks MSCI biasanya memiliki beberapa kriteria berikut:

  • Kapitalisasi pasar besar

  • Likuiditas perdagangan tinggi

  • Free float memadai

  • Transparansi kepemilikan saham

  • Tata kelola perusahaan yang baik

  • Konsistensi kinerja dan aktivitas perdagangan

OJK menyatakan akan terus mendorong emiten meningkatkan kualitas free float, transparansi, dan tata kelola agar lebih banyak saham Indonesia dapat masuk indeks global pada masa mendatang.

OJK Nilai Valuasi IHSG Masih Menarik

Selain menjaga reformasi pasar modal, OJK juga menilai valuasi saham Indonesia saat ini relatif menarik dibanding bursa regional.

Menurut Hasan, price to earning ratio (PER) IHSG kini berada di kisaran 16 kali dan dinilai lebih rendah dibanding beberapa pasar saham regional lainnya.

OJK berharap investor dapat memanfaatkan momentum koreksi pasar secara selektif untuk mengoleksi saham dengan fundamental yang baik.

Catatan Penting bagi Investor

Beberapa hal yang menjadi perhatian investor terkait MSCI dan pasar modal Indonesia:

  • Status Indonesia masih bertahan di MSCI Emerging Market

  • Rebalancing MSCI dapat memengaruhi arus dana asing jangka pendek

  • Reformasi transparansi dinilai positif untuk jangka panjang

  • Likuiditas dan free float menjadi perhatian utama investor global

  • OJK menilai valuasi IHSG masih kompetitif dibanding regional

Daftar Saham Indonesia Keluar dari MSCI Standard Index Mei 2026

Kode
Emiten

AMMN

Amman Mineral Internasional

BREN

Barito Renewables Energy

TPIA

Chandra Asri Pacific

DSSA

Dian Swastatika Sentosa

CUAN

Petrindo Jaya Kreasi

AMRT

Sumber Alfaria Trijaya

Sumber: MSCI

Khusus AMRT, saham pengelola jaringan Alfamart tersebut tidak sepenuhnya keluar dari MSCI karena masuk ke MSCI Indonesia Small Cap Index.

Kesimpulan

OJK menilai reformasi pasar modal Indonesia menjadi langkah penting untuk meningkatkan transparansi, integritas, dan kualitas pasar saham domestik.

Meski sejumlah saham keluar dari MSCI pada review Mei 2026, Indonesia tetap mempertahankan status Emerging Market. Dalam jangka panjang, OJK bahkan menargetkan pasar modal Indonesia dapat naik kelas dan memiliki daya saing lebih kuat di tingkat global.

FAQ

1. Apakah Indonesia masih masuk MSCI Emerging Market?
Ya. Indonesia tetap berada dalam kategori Emerging Market MSCI.

2. Apa tujuan reformasi pasar modal OJK?
Untuk meningkatkan transparansi, integritas, likuiditas, dan daya tarik investasi pasar modal Indonesia.

3. Mengapa banyak saham Indonesia keluar dari MSCI?
Karena penyesuaian metodologi free float, likuiditas, dan evaluasi transparansi kepemilikan saham.

4. Apa itu freeze MSCI?
Freeze MSCI merupakan pembatasan sementara terhadap penambahan saham Indonesia ke indeks tertentu.

5. Apakah masih ada saham RI yang berpotensi masuk MSCI?
Ya. OJK menyebut masih banyak saham Indonesia yang berpotensi masuk indeks MSCI pada masa mendatang.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.214,07

Down- 0,08%
Up1,42%
Up0,63%
Up7,51%
Up19,89%
Up14,23%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.170,32

Down- 0,06%
Up2,00%
Up1,31%
Up7,13%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.202,42

Up0,40%
Up2,22%
Up1,49%
Up7,69%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.045

Down- 0,51%
Up1,03%
Down- 0,25%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua