BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

Rekomendasi Saham SIMP: Laba Q1 2026 Tertekan, Prospek CPO dan B50 Jadi Penopang

Abdul Malik06 Mei 2026
Tags:
Rekomendasi Saham SIMP: Laba Q1 2026 Tertekan, Prospek CPO dan B50 Jadi Penopang
Ilustrasi kebuh sawit milik PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP). (Dok. Perusahaan)

SIMP di Q1 2026 catat laba turun, namun prospek harga CPO dan program B50 menopang outlook. Simak kinerja, risiko, dan target harga saham terbaru.

Bareksa - PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) melaporkan kinerja kuartal I 2026 dengan laba bersih Rp434 miliar, turun 3,1% YoY. Informasi ini penting karena mencerminkan tekanan margin di tengah harga komoditas dan biaya produksi.

Berdasarkan laporan riset sekuritas (6/5), pendapatan tercatat relatif datar Rp4,87 triliun (1,1% YoY), namun laba kotor turun 16,4% akibat kenaikan biaya produksi 7,6%. Margin laba kotor menyusut menjadi 22,5%, sementara laba operasional turun 22,3% menjadi Rp781 miliar. Kondisi ini menunjukkan tekanan di level operasional yang perlu dicermati investor.

Produksi CPO justru naik 3,2% YoY menjadi 162 ribu ton, ditopang pembelian TBS eksternal dan peningkatan oil extraction rate ke 21,6%. Meski demikian, produksi awal tahun cenderung lemah secara musiman. Manajemen menilai produksi berpotensi membaik pada paruh kedua 2026. SIMP merupakan emiten sektor perkebunan kelapa sawit.

Promo Terbaru di Bareksa

Prospek Harga CPO dan Sentimen Sektor

Harga jual rata-rata (ASP) CPO tercatat Rp14.022/kg (-1,5% YoY), sementara kernel naik 8,6% YoY. Kinerja harga ini relatif lebih stabil dibanding penurunan harga global, didukung nilai tukar. Hal ini mencerminkan ketahanan harga di tengah dinamika pasar global.

Dari sisi permintaan, konsumsi biodiesel naik 15,3% YoY pada awal 2026, seiring implementasi program B50. Total konsumsi domestik juga meningkat 13%, sementara ekspor tumbuh 33,9%. Namun, rasio stok terhadap penggunaan masih tinggi, sehingga kenaikan harga jangka pendek berpotensi terbatas.

Analis mempertahankan rekomendasi BUY saham SIMP dengan target harga Rp870 per saham. Valuasi didukung potensi siklus naik sektor sawit dan kebijakan biodiesel. Meski ada revisi turun laba, prospek jangka menengah dinilai masih menarik untuk dicermati

Tabel Ringkasan Kinerja & Valuasi SIMP

Indikator
Q1 2026
YoY

Pendapatan

Rp4,87 triliun

1,1%

Laba Kotor

Turun

-16,4%

Margin Laba Kotor

22,5%

-4,7 ppt

Laba Operasional

Rp781 miliar

-22,3%

Laba Bersih

Rp434 miliar

-3,1%

Sumber: riset Ciptadana Sekuritas

Tabel Operasional & Produksi

Indikator
Q1 2026
YoY

Produksi CPO

162 ribu ton

3,2%

Produksi PK

36 ribu ton

Flat

FFB Inti

565 ribu ton

-4,9%

OER

21,6%

Naik

Sumber: riset Ciptadana Sekuritas

Tabel Prospek & Valuasi

Indikator
Nilai

Target Harga

Rp870

Rekomendasi

BUY

Estimasi Harga CPO 2026

RM4.500/ton

Revisi Laba

Turun 25–23%

Sentimen Utama

B50, permintaan domestik

Sumber: riset Ciptadana Sekuritas

Dampak ke Investor

  • Margin tertekan menjadi perhatian utama jangka pendek

  • Produksi dan harga relatif stabil menopang kinerja

  • Program B50 berpotensi jadi katalis sektor

  • Valuasi dinilai masih menarik di siklus komoditas

Kesimpulan

Kinerja SIMP pada awal 2026 mencerminkan tekanan margin meski pendapatan relatif stabil. Hal ini menjadi sinyal penting bagi investor dalam menilai efisiensi operasional perusahaan. Namun, prospek harga CPO dan dukungan kebijakan biodiesel berpotensi menopang kinerja ke depan. Investor dapat mencermati dinamika biaya dan realisasi produksi sebagai faktor utama.

FAQ

1. Kenapa laba SIMP turun?
Karena kenaikan biaya produksi yang menekan margin.

2. Berapa target harga SIMP?
Sekitar Rp870 per saham berdasarkan riset analis.

3. Apa katalis utama ke depan?
Program biodiesel B50 dan potensi kenaikan harga CPO.

4. Bagaimana produksi SIMP?
Produksi CPO naik 3,2% YoY meski awal tahun lemah musiman.

5. Apa risiko utama saham SIMP?
Tekanan biaya, harga komoditas global, dan level stok tinggi.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.201,3

Up0,40%
Up2,23%
Up1,39%
Up7,68%
--

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.209,75

Up0,32%
Up1,37%
Up0,28%
Up7,21%
Up19,97%
Up13,95%

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.045,91

Down- 0,02%
Up2,04%
Down- 0,16%
---

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.168,33

Up0,28%
Up1,91%
Up1,14%
Up7,30%
--

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua