BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

MEJA Tegaskan PMHMETD Kuartal III 2026, Akuisisi TCP Lewat Skema Tukar Saham

Abdul Malik04 Mei 2026
Tags:
MEJA Tegaskan PMHMETD Kuartal III 2026, Akuisisi TCP Lewat Skema Tukar Saham
Ilustrasi hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue yang dilakukan oleh emiten. (Shutterstock)

MEJA menegaskan PMHMETD pada kuartal III 2026 untuk akuisisi TCP lewat shares swap. Harga indikatif Rp450–Rp550 jadi perhatian investor.

Bareksa - PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) menegaskan rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) pada kuartal III 2026 untuk mendukung akuisisi 45% saham PT Trimata Coal Perkasa (TCP). Informasi ini penting karena berpotensi memengaruhi struktur modal dan arah ekspansi perseroan.

Berdasarkan tanggapan resmi kepada Bursa Efek Indonesia tertanggal 3 Mei 2026, perseroan menjelaskan akuisisi TCP akan dilakukan melalui mekanisme shares swap (inbreng), yaitu pertukaran saham baru hasil PMHMETD dengan saham milik pemegang saham pengendali TCP. Artinya, aksi korporasi ini tidak menghasilkan arus kas masuk ke perusahaan. Struktur tersebut menjadi perhatian investor karena fokus utamanya adalah ekspansi aset, bukan pendanaan tunai.

MEJA juga menegaskan strategic buyer dalam PMHMETD adalah pemegang saham pengendali TCP. Jika pemegang saham publik tidak berpartisipasi, seluruh saham akan diserap pihak tersebut. Perseroan menyebut skema ini tidak direncanakan mengubah pengendalian perusahaan. MEJA merupakan perusahaan di bidang desain konsultasi dan kontraktor pelaksana interior dan furnitur sejak tahun 2012.

Promo Terbaru di Bareksa

Harga Indikatif dan Risiko Dilusi

Perseroan sebelumnya menyampaikan kisaran harga pelaksanaan PMHMETD Rp450 hingga Rp550 per saham. Angka ini berada di atas harga pasar saat ini, namun disebut sebagai estimasi awal untuk meminimalkan dampak dilusi terhadap pemegang saham eksisting. Harga final masih menunggu hasil valuasi independen dan kondisi pasar mendekati pelaksanaan.

MEJA menargetkan laporan keuangan audit TCP selesai pada kuartal II 2026. Setelah itu, valuasi independen oleh KJPP akan dirampungkan sebelum kuartal III 2026. Hasil valuasi tersebut akan menjadi dasar penentuan harga final dan struktur transaksi.

Perseroan menegaskan tujuan utama aksi ini adalah memperkuat struktur permodalan dan mendukung pengembangan usaha jangka panjang. Hingga saat ini, tidak ada informasi material lain yang belum diungkap ke publik dan berpotensi memengaruhi harga saham.

Ringkasan Rencana PMHMETD MEJA

Keterangan
Detail

Target pelaksanaan

Kuartal III 2026

Tujuan

Akuisisi 45% saham TCP

Mekanisme

Shares swap / inbreng

Kisaran harga indikatif

Rp450 – Rp550 per saham

Cash inflow ke Perseroan

Tidak ada

Strategic buyer

Pemegang saham pengendali TCP

Potensi perubahan pengendalian

Tidak direncanakan

Sumber: MEJA, diolah

Timeline Penting

  • Kuartal II 2026: Target audit laporan keuangan TCP selesai

  • Sebelum Kuartal III 2026: Valuasi independen rampung

  • Kuartal III 2026: Pelaksanaan PMHMETD

  • Menjelang eksekusi: Penetapan harga final HMETD

Dampak bagi Investor

  • Berpotensi menambah aset strategis melalui akuisisi TCP

  • Risiko dilusi tetap menjadi perhatian pemegang saham publik

  • Harga pelaksanaan di atas pasar dapat memengaruhi minat partisipasi

  • Tidak ada tambahan kas langsung ke perusahaan

Kesimpulan

Rencana PMHMETD MEJA menjadi langkah strategis untuk mendukung ekspansi melalui akuisisi TCP. Struktur transaksi berbasis shares swap menunjukkan fokus perusahaan pada pertumbuhan aset dibanding pendanaan tunai. Bagi investor, perkembangan valuasi independen, harga final HMETD, dan detail akuisisi akan menjadi faktor utama yang dicermati hingga kuartal III 2026.

FAQ

1. Kapan PMHMETD MEJA dilaksanakan?
Ditargetkan pada kuartal III 2026.

2. Berapa kisaran harga HMETD?
Rp450 hingga Rp550 per saham (indikatif).

3. Apakah PMHMETD menghasilkan dana tunai?
Tidak, karena menggunakan mekanisme shares swap.

4. Siapa pembeli strategis dalam aksi ini?
Pemegang saham pengendali TCP.

5. Apakah aksi ini mengubah pengendalian MEJA?
Perseroan menyatakan tidak direncanakan terjadi perubahan pengendalian.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.210,09

Up0,68%
Up1,43%
Up0,30%
Up7,39%
Up20,17%
Up14,25%

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.200,4

Up0,41%
Up2,26%
Up1,32%
Up7,87%
--

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.170,94

Up0,62%
Up2,17%
Up1,36%
Up7,58%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.049,18

Up0,41%
Up2,25%
Up0,15%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua