Laba Bersih Mayora Indah (MYOR) Melonjak 37% di Kuartal I 2026, Efisiensi Biaya Jadi Kunci
Laba bersih MYOR Q1 2026 melesat 37% YoY menjadi Rp965 miliar. Margin meningkat signifikan. Simak kinerja, rasio keuangan, dan analisis lengkap untuk investor.

Laba bersih MYOR Q1 2026 melesat 37% YoY menjadi Rp965 miliar. Margin meningkat signifikan. Simak kinerja, rasio keuangan, dan analisis lengkap untuk investor.
Bareksa - PT Mayora Indah Tbk (MYOR) membukukan laba bersih Rp964,99 miliar pada periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2026, melonjak sekitar 36,9% dibandingkan Rp704,94 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Pencapaian ini menjadi perhatian pasar karena terjadi di tengah penurunan penjualan bersih.
Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Q1 2026 yang telah disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia pada 27 April 2026, pendapatan konsolidasian tercatat Rp9,39 triliun, turun sekitar 4,7% dari Rp9,86 triliun di Q1 2025. Kendati demikian, laba kotor justru meningkat dari Rp2,16 triliun menjadi Rp2,49 triliun, mencerminkan efisiensi signifikan pada sisi beban pokok penjualan.
Gross profit margin MYOR naik dari sekitar 21,9% di Q1 2025 menjadi 26,6% di Q1 2026, sebuah ekspansi margin yang tajam dalam satu kuartal. Beban pokok penjualan turun dari Rp7,70 triliun menjadi Rp6,90 triliun, mencerminkan keberhasilan manajemen dalam menekan biaya bahan baku dan produksi. MYOR merupakan emiten sektor consumer goods, bergerak di industri makanan olahan, kembang gula, biskuit, dan minuman kopi.
Promo Terbaru di Bareksa
Efisiensi Operasional Dorong Profitabilitas
Laba usaha tercatat Rp1,18 triliun, meningkat 39,1% dari Rp846,19 miliar pada Q1 2025, sementara total beban usaha relatif stabil di kisaran Rp1,32 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan laba operasional murni didorong oleh ekspansi margin kotor, bukan semata pemotongan beban pemasaran atau administrasi.
Beban bunga turun dari Rp142,15 miliar menjadi Rp122,58 miliar, sejalan dengan pelunasan sejumlah pinjaman jangka pendek dan jangka panjang selama kuartal berjalan. Posisi utang bank jangka pendek pada 31 Maret 2026 nihil, dibandingkan Rp1,74 triliun pada akhir 2025, mencerminkan kondisi likuiditas yang menguat.
Laba per saham (EPS) dasar naik dari Rp31 menjadi Rp42 per saham, dihitung berdasarkan rata-rata tertimbang 22,31 miliar saham beredar. Pembelian kembali saham (treasury stock) yang dilakukan MYOR sepanjang Q1 2026 senilai Rp138,82 miliar turut berkontribusi pada peningkatan EPS.
Neraca Menguat, Utang Bersih Menjadi Negatif
Posisi kas dan setara kas MYOR per 31 Maret 2026 tercatat Rp5,12 triliun. Dengan total pinjaman berbunga sebesar Rp5,01 triliun, net debt MYOR menjadi negatif Rp104,94 miliar, artinya kas melebihi total utang berbunga. Kondisi ini mencerminkan posisi keuangan yang sehat dan kapasitas pendanaan yang tersedia.
Total ekuitas tercatat Rp19,19 triliun, naik dari Rp18,36 triliun pada akhir 2025. Rasio utang bersih terhadap ekuitas (net gearing) turun dari 13,17% menjadi nol, sebuah perbaikan struktural yang dapat dicermati investor sebagai sinyal kekuatan neraca jangka menengah. Total aset konsolidasian tercatat Rp28,64 triliun.
Arus kas dari aktivitas operasi Q1 2026 mencapai Rp2,81 triliun, jauh di atas Rp709,07 miliar pada Q1 2025. Lonjakan ini sebagian besar berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp10,41 triliun, mencerminkan perputaran piutang yang lebih cepat dibandingkan periode sebelumnya.
Ringkasan Kinerja Keuangan MYOR Q1 2026
Indikator | Q1 2026 | Q1 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
Penjualan Bersih | Rp9,39 T | Rp9,86 T | -4,7% |
Laba Kotor | Rp2,49 T | Rp2,16 T | 15,3% |
Laba Usaha | Rp1,18 T | Rp846 M | 39,1% |
Laba Bersih | Rp965 M | Rp705 M | 36,9% |
Gross Margin | 26,6% | 21,9% | 4,7 ppt |
EPS Dasar | Rp42 | Rp31 | 35,5% |
Net Debt | (Rp104,94 M) | - | Net Cash |
Sumber: MYOR, diolah
Rasio Keuangan Utama
Rasio | Q1 2026 | Q1 2025 |
|---|---|---|
Gross Profit Margin | 26,6% | 21,9% |
Operating Profit Margin | 12,5% | 8,6% |
Net Profit Margin | 10,3% | 7,2% |
EPS (Rp/saham) | 42 | 31 |
Net Gearing | Net Cash | 13,17% |
Current Ratio (x) | ~4,2x | ~3,4x |
Sumber: MYOR, diolah
Catatan Penting bagi Investor
Margin ekspansi tajam: Gross margin naik dari 21,9% ke 26,6% dalam satu kuartal
Efisiensi COGS: Beban pokok turun Rp797 miliar meskipun skala produksi tetap besar
Neraca bersih: Net debt negatif, kas melebihi seluruh utang berbunga
Buyback aktif: Treasury stock bertambah 69 juta saham di Q1 2026 senilai ±Rp138,8 miliar
Arus kas operasi kuat: Rp2,81 triliun di satu kuartal, naik hampir 4x lipat YoY
EPS naik 35,5%: Potensi mendukung kapasitas pembagian dividen ke depan
Rating obligasi: idAA dari Pefindo per 4 Maret 2026, mencerminkan kelayakan kredit tinggi
Segmen minuman tumbuh: Laba operasi segmen minuman dalam kemasan mencapai Rp601 miliar, mendekati segmen makanan Rp577 miliar
Kesimpulan
Kinerja MYOR di Q1 2026 mencerminkan perbaikan struktural yang signifikan pada sisi profitabilitas, meski pendapatan sedikit terkoreksi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ekspansi margin kotor yang tajam dan arus kas operasi yang kuat menjadi dua indikator utama yang berpotensi menjadi perhatian investor dalam mencermati prospek emiten ini ke depan.
FAQ
1. Berapa laba bersih MYOR di Q1 2026?
Laba bersih konsolidasian MYOR tercatat Rp964,99 miliar pada Q1-2026, naik 36,9% dibandingkan Rp704,94 miliar di Q1-2025.
2. Mengapa laba naik meski penjualan turun?
Efisiensi beban pokok penjualan yang signifikan mendorong gross margin dari 21,9% menjadi 26,6%, sehingga laba kotor dan laba bersih meningkat meski penjualan sedikit terkoreksi.
3. Berapa EPS MYOR di Q1 2026?
EPS dasar MYOR di Q1 2026 adalah Rp42 per saham, naik dari Rp31 per saham di Q1 2025.
4. Apakah MYOR membagikan dividen di 2026?
Belum ada pengumuman dividen untuk tahun buku 2025 berdasarkan laporan ini. Dividen terakhir yang tercatat adalah Rp55 per saham untuk tahun buku 2024, disetujui RUPS 10 Juni 2025.
5. Bagaimana posisi utang MYOR saat ini?
MYOR berada dalam posisi net cash per 31 Maret 2026, dengan kas Rp5,12 triliun melebihi total pinjaman berbunga Rp5,01 triliun, sehingga net debt menjadi negatif Rp104,94 miliar.
6. Apa bisnis utama MYOR?
MYOR bergerak di industri makanan olahan dalam kemasan (biskuit, permen, wafer) dan minuman olahan dalam kemasan (kopi bubuk dan instan) melalui merek-merek seperti Kopiko, Roma, dan Energen.
Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.211,21 | ||||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.200,25 | - | - | ||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.171,52 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.049,08 | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.

ST016
SyariahSukuk Tabungan
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Mengambang

ORI030
Obligasi Negara Ritel
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Fixed

SR025
SyariahSukuk Ritel
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Fixed

SBR015
Saving Bond Ritel
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Mengambang

ST017
SyariahSukuk Tabungan
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Mengambang