BTPS Catat Hasil Sesuai Ekspektasi, Rekomendasi Buy dengan Target Harga Rp1.520
BTPS mencatat laba Rp320 miliar pada 1Q26. Kualitas aset membaik dan biaya kredit turun, menjadi perhatian investor saham perbankan.

BTPS mencatat laba Rp320 miliar pada 1Q26. Kualitas aset membaik dan biaya kredit turun, menjadi perhatian investor saham perbankan.
Bareksa - PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) mencatat laba bersih Rp320 miliar pada kuartal I 2026, naik 3% secara tahunan dan 25% dibanding kuartal sebelumnya. Kinerja ini penting bagi investor karena menunjukkan pemulihan profitabilitas di tengah tekanan sektor mikro.
Berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas (27/4), perbaikan utama datang dari penurunan beban pencadangan, sehingga cost of credit (CoC) turun menjadi 5,3% pada Q1 2026 dari 7,8% pada Q4 2025 dan 8,5% pada Q1 2025. Ini mencerminkan risiko kredit yang lebih terkendali dan berpotensi menopang laba ke depan. Biaya operasional juga relatif stabil dengan kenaikan terbatas 4% YoY.
Di sisi penyaluran dana, pembiayaan tumbuh 4% YoY dan 3% QoQ. Pertumbuhan ditopang write-off yang lebih rendah serta kenaikan permintaan musiman menjelang Idulfitri. BTPS juga mulai kembali memperluas pembiayaan di Pulau Jawa setelah periode kontraksi sebelumnya. BTPS merupakan emiten perbankan syariah fokus pembiayaan ultra mikro.
Promo Terbaru di Bareksa
Kualitas Aset dan Margin Jadi Fokus
Financing at risk (FAR) membaik menjadi 6,3% dari 7,1% pada kuartal sebelumnya. Sekitar 50% portofolio terdampak bencana telah kembali membayar normal, lebih baik dari ekspektasi awal manajemen sebesar 30%–40%. Hal ini menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan kualitas aset.
Namun margin bunga bersih (NIM) turun 280 basis poin secara tahunan menjadi 21,0%. Penurunan dipicu tekanan imbal hasil aset akibat keterlambatan pembayaran dan dampak portofolio terdampak bencana. Meski begitu, biaya dana turun menjadi 3,7% dari 4,2% setahun lalu sehingga menahan pelemahan margin lebih dalam.
Ciptadana mempertahankan rekomendasi Buy dengan target harga Rp1.520 per saham, turun tipis dari Rp1.560. BTPS juga sebelumnya mengumumkan payout ratio dividen 55% dari laba 2025, didukung rasio modal Tier-1 yang tinggi di 57%. Investor dapat mencermati pemulihan kredit dan pertumbuhan pembiayaan pada kuartal berikutnya.
Ringkasan Kinerja BTPS 1Q26
Indikator | Nilai | Perubahan |
|---|---|---|
Laba Bersih | Rp320 miliar | +3% YoY |
Laba Bersih | Rp320 miliar | +25% QoQ |
Cost of Credit | 5,3% | dari 7,8% QoQ |
Financing Growth | 4% YoY | Positif |
Financing at Risk | 6,3% | dari 7,1% |
NIM | 21,0% | turun 280 bps YoY |
Cost of Fund | 3,7% | dari 4,2% |
Tier-1 Ratio | 57% | Kuat |
Sumber: riset Ciptadana Sekuritas
Catatan Penting untuk Investor
Penurunan pencadangan menopang laba.
Kualitas aset menunjukkan tren pemulihan.
Pertumbuhan pembiayaan kembali positif.
Margin masih tertekan, perlu dicermati.
Modal kuat memberi ruang ekspansi dan dividen.
Kesimpulan
Kinerja BTPS pada kuartal I 2026 tergolong solid dengan laba sesuai ekspektasi pasar dan kualitas aset yang membaik. Penurunan cost of credit menjadi faktor utama penopang profitabilitas. Ke depan, pasar kemungkinan akan mencermati kecepatan pemulihan margin, pertumbuhan pembiayaan, serta keberlanjutan kualitas kredit. Kombinasi modal kuat dan payout dividen juga dapat menjadi perhatian investor.
FAQ
1. Berapa laba bersih BTPS pada Q1 2026?
Rp320 miliar.
2. Apa faktor utama kenaikan laba BTPS?
Penurunan beban pencadangan dan membaiknya kualitas aset.
3. Berapa Financing at Risk BTPS terbaru?
6,3% pada kuartal I 2026.
4. Mengapa NIM BTPS turun?
Karena tekanan imbal hasil aset akibat keterlambatan pembayaran dan dampak portofolio terdampak bencana.
5. Apa bisnis utama BTPS?
Perbankan syariah dengan fokus pembiayaan segmen ultra mikro.
Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Disclaimer Ciptadana Sekuritas di SiniInvestasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.211,21 | ||||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.200,25 | - | - | ||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.171,52 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.049,08 | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.

ST016
SyariahSukuk Tabungan
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Mengambang

ORI030
Obligasi Negara Ritel
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Fixed

SR025
SyariahSukuk Ritel
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Fixed

SBR015
Saving Bond Ritel
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Mengambang

ST017
SyariahSukuk Tabungan
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Mengambang