Setahun IPO, MINE Bagikan Dividen Rp14,75 per Saham, Yield Sekitar 4% di Harga Rp366
MINE bagikan dividen Rp14,75 per saham dari laba 2025. Cek estimasi yield ~4,03%, kinerja, dan strategi bisnisnya.

MINE bagikan dividen Rp14,75 per saham dari laba 2025. Cek estimasi yield ~4,03%, kinerja, dan strategi bisnisnya.
Bareksa - PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) memutuskan membagikan dividen tunai Rp60,23 miliar atau Rp14,75 per saham dari laba tahun buku 2025.
Berdasarkan siaran pers perseroan pada 22 April 2026, dividen tersebut setara dengan 30% dari laba bersih 2025 dan diputuskan dalam RUPST pada 22 April 2026.
Keputusan ini menjadi perhatian investor karena mencerminkan kemampuan perusahaan menjaga kinerja sekaligus memberikan imbal hasil pasca IPO. MINE merupakan emiten jasa penunjang pertambangan yang menyediakan layanan operasional tambang, konstruksi, hingga transportasi hasil tambang.
Promo Terbaru di Bareksa
Komitmen Dividen dan Strategi Perusahaan
Direktur Utama MINE, Ivo Wangarry, menyampaikan pembagian dividen merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham.
Ia menegaskan kebijakan dividen ke depan akan tetap mempertimbangkan kondisi keuangan, rencana ekspansi, serta dinamika industri.
Pendekatan ini bertujuan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha dan distribusi laba.
Kinerja 2025: Pendapatan Naik, Laba Tertekan
Sepanjang 2025, MINE mencatat pendapatan Rp2,36 triliun, naik 11,8% dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, laba bersih tercatat Rp202,0 miliar, turun dari Rp306,1 miliar akibat tingginya beban usaha dan penyusutan.
Di sisi operasional, volume mining meningkat 28,3% menjadi 21,94 juta bcm dan hauling naik 42,0% menjadi 11,65 juta MT.
Realisasi Dana IPO dan Ekspansi
Perseroan telah merealisasikan 100% dana IPO sebesar Rp129,61 miliar hingga akhir 2025.
Dana digunakan untuk pengadaan alat berat, pembelian aset, dan modal kerja guna mendukung ekspansi kontrak baru.
Sepanjang 2025, tambahan belanja alat berat mencapai Rp267 miliar untuk memperkuat kapasitas operasional.
Prospek Bisnis dan Diversifikasi
Manajemen melihat prospek industri jasa penunjang tambang masih positif, didukung posisi Indonesia sebagai produsen komoditas global.
MINE juga mulai menjajaki diversifikasi ke komoditas non-nikel untuk mengurangi risiko konsentrasi bisnis.
Langkah ini diharapkan memperkuat ketahanan usaha di tengah dinamika industri.
Estimasi Dividend Yield
Dengan harga saham Rp366 per 22 April 2026, estimasi dividend yield MINE adalah: Yield ≈ 4,03%
Secara sederhana, yield menunjukkan potensi imbal hasil dividen dibanding harga saham saat ini.
Tabel Ringkasan Dividen
Keterangan | Nilai |
|---|---|
Dividen per saham | Rp14,75 |
Total dividen | Rp60,23 miliar |
Payout ratio | 30% |
Harga saham (22 Apr 2026) | Rp366 |
Estimasi yield | ±4,03% |
Tahun buku | 2025 |
Sumber: MINE, diolah
Jadwal cum date, ex date, dan pembayaran belum diumumkan perseroan.
Tabel Kinerja 2025
Metrik | Realisasi |
|---|---|
Pendapatan | Rp2,36 triliun |
Laba bersih | Rp202,0 miliar |
EBITDA | Rp635,8 miliar |
Volume mining | 21,94 juta bcm |
DER | 0,87x |
Sumber: MINE, diolah
Kesimpulan
MINE membagikan dividen perdana pasca IPO dengan yield sekitar 4% pada harga terbaru. Di tengah tekanan laba, perusahaan tetap menunjukkan pertumbuhan operasional dan ekspansi yang solid.
FAQ
1. Berapa dividen MINE tahun buku 2025?
Rp14,75 per saham.
2. Berapa estimasi dividend yield MINE?
Sekitar 4,03% berdasarkan harga Rp366.
3. Mengapa laba MINE turun di 2025?
Karena kenaikan beban usaha dan penyusutan alat berat.
4. Untuk apa dana IPO digunakan?
Untuk alat berat, aset, dan modal kerja.
5. Apa strategi MINE ke depan?
Ekspansi kontrak dan diversifikasi ke komoditas non-nikel.
Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(Adam Nugroho/AM)
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.212,91 | ||||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.199,48 | - | - | ||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.173,28 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.048,94 | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.

ST016
SyariahSukuk Tabungan
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Mengambang

ORI030
Obligasi Negara Ritel
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Fixed

SR025
SyariahSukuk Ritel
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Fixed

SBR015
Saving Bond Ritel
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Mengambang

ST017
SyariahSukuk Tabungan
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Mengambang