BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

INET Akuisisi SGI Rp280 Miliar: Ekspansi ke Kabel Laut, Bagaimana Strateginya?

Abdul Malik13 April 2026
Tags:
INET Akuisisi SGI Rp280 Miliar: Ekspansi ke Kabel Laut, Bagaimana Strateginya?
Ilustrasi akuisisi perusahaan. (Shutterstock)

INET akuisisi 60% saham SGI senilai Rp280,4 miliar untuk masuk bisnis kabel bawah laut. Simak struktur transaksi, strategi, dan implikasinya.

Bareksa - PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) merencanakan akuisisi 60% saham PT Sarana Global Indonesia (SGI) dengan nilai Rp280,4 miliar, berdasarkan keterbukaan informasi tertanggal 10 April 2026.

Secara rinci, INET akan mengambil alih 180.000 saham SGI dengan harga Rp1.557.799 per saham, atau setara Rp280.403.820.000.

Nilai ini setara sekitar 65,33% dari total ekuitas INET, sehingga dikategorikan sebagai transaksi material yang memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Promo Terbaru di Bareksa

Profil SGI dan Aset Utama

SGI merupakan perusahaan yang bergerak di bidang engineering, procurement, and construction (EPC) telekomunikasi, dengan aktivitas utama:

  • Penggelaran kabel bawah laut
  • Perbaikan jaringan
  • Pemeliharaan infrastruktur

Dalam operasionalnya, SGI memiliki entitas anak yang didukung armada kapal khusus, termasuk:

  • Kapal kabel laut Nostag 10

  • Kapal kabel laut Pacific Guardian

Kedua kapal ini digunakan untuk instalasi dan pemeliharaan kabel fiber optik bawah laut, baik di laut dalam maupun perairan dangkal.

Berdasarkan penilaian independen, nilai pasar aset kapal dan kendaraan operasional terkait mencapai sekitar Rp246,2 miliar.

Nilai Transaksi dan Pertimbangan Penilaian

Nilai akuisisi yang dilakukan INET berada di atas estimasi nilai wajar berbasis penilai independen. Dalam praktik bisnis, hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor:

  • Hak pengendalian atas SGI

  • Potensi pertumbuhan dan kontrak ke depan

  • Sinergi dengan bisnis INET

Selain itu, dana yang disetor INET akan menjadi modal baru bagi SGI, sehingga memperkuat kapasitas operasional dan ekspansi perusahaan tersebut.

Strategi INET: Dari ISP ke Infrastruktur

Langkah ini mencerminkan strategi INET untuk memperluas bisnis dari:

  • Penyedia jasa internet (ISP)

  • Penyewaan jaringan fiber optik

Menjadi pemain di infrastruktur kabel bawah laut.

Dengan masuk ke segmen ini, INET berpotensi:

  • Meningkatkan efisiensi pembangunan jaringan

  • Mengurangi ketergantungan pada penyedia jasa pihak ketiga

  • Membuka peluang pendapatan dari jasa instalasi kabel laut

Strategi ini juga memperluas peran INET dalam rantai nilai industri telekomunikasi, dari layanan konektivitas hingga pembangunan jaringan fisik.

Pendanaan Akuisisi

Untuk mendukung transaksi ini, INET memperoleh fasilitas kredit dari:

  • PT Bank JTrust Indonesia Tbk

  • Plafon hingga Rp350 miliar

  • Tenor 12 bulan

Pendanaan berbasis pinjaman ini menjadi bagian dari strategi ekspansi anorganik perusahaan.

Kinerja SGI: Bertumbuh dengan Skala Terbatas

Per September 2025, SGI mencatat:

  • Pendapatan: Rp65,3 miliar

  • Laba bersih: Rp7,3 miliar

  • Total aset: Rp139,6 miliar

Kinerja ini menunjukkan pertumbuhan, meskipun skalanya masih relatif kecil dibanding nilai transaksi. Penilaian juga mempertimbangkan proyeksi jangka panjang.

Status dan Tahapan Transaksi

Transaksi ini:

  • Bukan transaksi afiliasi

  • Tidak mengandung benturan kepentingan

  • Namun termasuk transaksi material

Sehingga, realisasi akuisisi tetap bergantung pada persetujuan RUPS yang dijadwalkan pada Mei 2026. Setelah disetujui, SGI akan menjadi anak usaha INET dengan kepemilikan 60%.

Implikasi bagi Investor

Beberapa hal yang dapat dicermati:

  • Ekspansi memperluas model bisnis ke infrastruktur

  • Investasi bersifat jangka panjang dan berbasis proyek

  • Kinerja ke depan bergantung pada utilisasi kapal dan perolehan kontrak

  • Struktur pendanaan meningkatkan eksposur terhadap utang

Kesimpulan

Rencana akuisisi SGI oleh INET menunjukkan langkah ekspansi ke bisnis kabel bawah laut sebagai bagian dari penguatan infrastruktur telekomunikasi. Meski nilai transaksi signifikan terhadap ekuitas, strategi ini diarahkan untuk memperluas sumber pendapatan dan meningkatkan posisi dalam rantai nilai industri. Realisasi manfaatnya akan bergantung pada eksekusi operasional dan perkembangan proyek ke depan.

FAQ

1. Apa itu EPC telekomunikasi?
Layanan perencanaan, pengadaan, dan konstruksi jaringan telekomunikasi.

2. Apa fungsi kapal kabel laut?
Untuk instalasi dan perbaikan kabel fiber optik di bawah laut.

3. Kenapa transaksi ini disebut material?
Karena nilainya signifikan dibanding ekuitas perusahaan.

4. Apakah transaksi ini berisiko?
Tergantung pada keberhasilan integrasi dan realisasi proyek.

5. Kapan akuisisi efektif?
Setelah mendapat persetujuan RUPS.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.215,44

Up0,80%
Up2,18%
Up0,75%
Up8,58%
Up20,56%
Up16,03%

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.197,84

Up0,08%
Up2,35%
Up1,10%
Up7,98%
--

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.171,64

Up0,49%
Up2,68%
Up1,42%
Up8,03%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.054,04

Up1,00%
Up3,36%
Up0,62%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua