OJK Sambut Positif Status FTSE Russell, Pasar Modal RI Makin Kredibel di Mata Global
OJK menyambut positif klasifikasi FTSE Russell 2026. Reformasi transparansi dan integritas dinilai meningkatkan kepercayaan investor global terhadap pasar modal Indonesia.

OJK menyambut positif klasifikasi FTSE Russell 2026. Reformasi transparansi dan integritas dinilai meningkatkan kepercayaan investor global terhadap pasar modal Indonesia.
Bareksa – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif hasil asesmen FTSE Russell dalam pengumuman FTSE Equity Country Classification March 2026 Interim Announcement yang dirilis pada 7 April 2026. Dalam laporan tersebut, status Indonesia tetap berada di kategori Secondary Emerging Market, sejajar dengan negara besar seperti Tiongkok dan India.
Selain itu, Indonesia juga tidak masuk dalam Watch List, yang menandakan kondisi pasar modal domestik dinilai stabil dan tidak dalam pengawasan khusus oleh penyedia indeks global tersebut.
Penilaian ini mencerminkan bahwa berbagai upaya reformasi yang dilakukan OJK, khususnya melalui delapan Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal, mulai menunjukkan hasil yang positif dan kredibel di mata internasional.
Promo Terbaru di Bareksa
“Pengakuan ini menjadi sinyal positif bahwa arah kebijakan dan reformasi yang dilakukan Indonesia telah sejalan dengan praktik terbaik internasional dalam memperkuat struktur dan kualitas pasar modal,” ujar Kepala Departemen Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi OJK, Agus Firmansyah dalam keterangannya.
Reformasi Transparansi Jadi Kunci
OJK bersama Self-Regulatory Organizations (SRO) telah menyelesaikan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan transparansi pasar, antara lain:
- Keterbukaan data kepemilikan saham di atas 1%
- Penambahan klasifikasi investor menjadi 39 kategori
- Kenaikan batas minimum free float menjadi 15%
- Implementasi indikator High Shareholding Concentration (HSC) sebagai peringatan dini
Selain itu, OJK juga memperkuat pelaporan Pemilik Manfaat (beneficial ownership) bagi pemegang saham dengan kepemilikan 10% atau lebih.
Langkah-langkah ini bertujuan untuk menciptakan pasar yang lebih transparan, likuid, dan terpercaya bagi investor domestik maupun global.
Kepercayaan Investor Meningkat
OJK menilai hasil asesmen FTSE Russell ini menjadi indikator meningkatnya kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia. Reformasi yang dilakukan dinilai tidak hanya memperbaiki tata kelola, tetapi juga memperkuat daya saing pasar di tingkat global.
“Kami akan terus melanjutkan reformasi secara konsisten dan memperkuat komunikasi dengan global index provider untuk memastikan implementasi kebijakan berjalan efektif,” ujar Agus.
Ke depan, OJK menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas pasar, memperkuat perlindungan investor, serta mendorong pendalaman pasar melalui inovasi produk dan perluasan basis investor.
Dengan dukungan fundamental ekonomi domestik yang tetap terjaga, pasar modal Indonesia diyakini akan semakin kredibel, inklusif, dan kompetitif di kancah global.
Kesimpulan
Status Indonesia yang tetap di kategori Secondary Emerging Market dan tidak masuk Watch List menunjukkan reformasi pasar modal mulai diakui global. Ini menjadi sinyal positif bagi kepercayaan investor dan daya saing pasar ke depan.
FAQ
1. Apa itu FTSE Russell?
Penyedia indeks global yang menilai dan mengklasifikasikan pasar saham di berbagai negara.
2. Apa arti Secondary Emerging Market?
Status negara dengan pasar berkembang yang cukup likuid dan terbuka, tapi belum setara pasar maju.
3. Apa itu Watch List?
Daftar pemantauan untuk negara yang berpotensi naik atau turun status klasifikasinya.
4. Kenapa status ini penting bagi investor?
Mempengaruhi aliran dana asing karena banyak investor global mengikuti indeks FTSE.
5. Apa dampaknya ke IHSG?
Berpotensi meningkatkan kepercayaan dan minat investor, yang bisa berdampak positif ke pasar.
Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.211,67 | ||||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.196,99 | - | - | ||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.168,78 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.047,62 | - | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
