Kabar Baik! FTSE Tetap Pertahankan Status RI, Ini Dampak ke Investor
FTSE Russell pertahankan status Indonesia sebagai Secondary Emerging Market. Sentimen positif, risiko downgrade mereda jelang review Juni 2026.

FTSE Russell pertahankan status Indonesia sebagai Secondary Emerging Market. Sentimen positif, risiko downgrade mereda jelang review Juni 2026.
Bareksa - Kabar positif datang untuk pasar keuangan Indonesia. Lembaga penyedia indeks global FTSE Russell resmi mempertahankan status Indonesia sebagai Secondary Emerging Market dalam hasil review terbarunya.
Yang cukup penting, Indonesia juga tidak masuk dalam watchlist, sehingga kekhawatiran pasar terhadap potensi penurunan status (downgrade) untuk sementara mereda.
Status ini menjadi salah satu faktor penting bagi aliran dana asing, karena banyak investor global mengacu pada klasifikasi indeks seperti FTSE dalam menentukan alokasi investasi.
Promo Terbaru di Bareksa
Keputusan Final di Juni 2026
Meski begitu, FTSE menegaskan masih terus meninjau perkembangan reformasi pasar modal Indonesia. Proses evaluasi ini mencakup implementasi kebijakan serta masukan dari pelaku pasar. Keputusan final terkait perlakuan saham Indonesia akan diumumkan menjelang review indeks berikutnya pada Juni 2026.
Di sisi lain, menurut riset Ciptadana Sekuritas Asia (8/4) dengan dukungan berbagai reformasi yang dilakukan oleh regulator dan self-regulatory organizations (SRO), Indonesia juga dinilai berpeluang tetap bertahan dalam kategori Emerging Market versi MSCI pada review mendatang.
Secara keseluruhan, perkembangan ini dipandang sebagai sentimen positif bagi pasar, meskipun investor masih perlu mencermati lanjutan evaluasi FTSE dalam beberapa bulan ke depan.
Kesimpulan
FTSE mempertahankan status Indonesia dan tidak memasukkannya ke watchlist, sehingga risiko downgrade mereda. Namun, evaluasi masih berlanjut hingga review Juni 2026.
FAQ
1. Apa itu Secondary Emerging Market?
Kategori negara berkembang dengan likuiditas dan akses pasar yang sudah cukup baik, namun belum setara pasar maju.
2. Kenapa status FTSE penting bagi investor?
Karena banyak dana global mengikuti indeks FTSE sebagai acuan investasi.
3. Apa itu watchlist FTSE?
Daftar pemantauan negara yang berpotensi naik atau turun statusnya.
4. Apa dampak jika Indonesia turun status?
Berpotensi memicu arus keluar dana asing dari pasar saham.
5. Kapan keputusan berikutnya diumumkan?
Pada review indeks FTSE berikutnya, sekitar Juni 2026.
Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.210,63 | ||||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.196,81 | - | - | ||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.168,08 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.046,89 | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
