BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

Laba ACES di 2025 Turun Tajam, Ekspansi Jadi Beban di Tengah Daya Beli Lesu

Abdul Malik02 April 2026
Tags:
Laba ACES di 2025 Turun Tajam, Ekspansi Jadi Beban di Tengah Daya Beli Lesu
Ilustrasi perkakas dan peralatan rumah tangga yang dipajang di salah satu gerai PT Aspirasi Hidup Indonesia (ACES) dulu bernama PT Ace Hardware Indonesia Tbk di Bekasi, Jawa Barat. (Shutterstock)

Kinerja ACES di 2025 melemah dengan laba turun 25% YoY. Biaya ekspansi dan lemahnya permintaan menekan profitabilitas.

Bareksa - Kinerja PT Aspirasi Hidup Indonesia (ACES) sepanjang 2025 menunjukkan tekanan yang cukup besar. Laba bersih turun 25% dibanding tahun sebelumnya menjadi Rp669 miliar, bahkan lebih rendah dari perkiraan analis.

Menurut riset Ciptadana Sekuritas Asia (2/4), masalah utamanya bukan di pendapatan. Penjualan sebenarnya relatif stabil di Rp8,6 triliun. Namun, biaya justru naik cukup signifikan, terutama dari ekspansi dan pembukaan toko baru. Akibatnya, margin keuntungan menyusut cukup dalam.

Dari sisi operasional, laba usaha (EBIT) turun hampir 39% secara tahunan. Ini menunjukkan bisnis inti ACES sedang melemah. Bahkan saat penjualan sempat naik secara kuartalan, keuntungan tidak ikut terdongkrak signifikan.

Promo Terbaru di Bareksa

Daya Beli Masyarakat Masih Lesu

Ada sedikit penopang dari pendapatan lain-lain yang naik tajam. Namun, kenaikan biaya keuangan membuat dampaknya tidak maksimal.

Kondisi ini mencerminkan daya beli masyarakat yang masih tertahan, ditambah persaingan yang semakin ketat. Risiko inflasi juga ikut membayangi, sehingga penjualan belum cukup kuat untuk menutup biaya ekspansi.

Ke depan, manajemen masih berencana ekspansi agresif di 2026. Namun tanpa pertumbuhan penjualan yang lebih kuat, strategi ini berpotensi terus menekan profitabilitas.

Kesimpulan

Kinerja ACES sedang tertekan karena biaya ekspansi lebih cepat naik dibanding pertumbuhan penjualan. Selama permintaan belum pulih signifikan, laba berpotensi tetap tertekan.

FAQ

1. Kenapa laba ACES turun?
Karena biaya operasional dan ekspansi naik, sementara penjualan cenderung stagnan.

2. Apakah penjualan ACES turun?
Tidak signifikan, relatif stabil, tapi tidak cukup untuk menutup kenaikan biaya.

3. Apa risiko ke depan?
Ekspansi agresif tanpa dukungan permintaan bisa menekan laba lebih lanjut.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

(AM)

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.205,01

Down- 0,89%
Up1,74%
Down- 0,12%
Up7,82%
Up19,69%
Up15,87%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.164,3

Down- 0,41%
Up2,34%
Up0,79%
Up7,74%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.195,82

Up0,05%
Up2,44%
Up0,93%
Up8,12%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.045,49

Down- 1,51%
Up2,95%
Down- 0,20%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua