Rekomendasi Saham Hari Ini: AMRT, BUKA, ICBP & TPIA, IHSG Berpeluang Rebound
Rekomendasi saham hari ini dari Ciptadana Sekuritas: AMRT, BUKA, ICBP, dan TPIA untuk trading jangka pendek. IHSG diperkirakan berpeluang rebound setelah turun tajam.

Rekomendasi saham hari ini dari Ciptadana Sekuritas: AMRT, BUKA, ICBP, dan TPIA untuk trading jangka pendek. IHSG diperkirakan berpeluang rebound setelah turun tajam.
Bareksa - Riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia merekomendasikan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebagai saham pilihan untuk trading jangka pendek hari ini, 5 Maret 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi berpeluang ditutup di zona positif.
1. AMRT: Speculative Buy di harga Rp1.550
Saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) turun 3,13% dan ditutup di harga Rp1.550 (4/3). Saat ini AMRT masih dalam tren turun yang cukup kuat dan harganya bergerak di bawah garis tren penurunan jangka panjang.
Saham ini juga sudah menembus level penopang penting di sekitar Rp1.645, sehingga tekanan jual makin besar dan harga berpotensi turun ke area support berikutnya di sekitar Rp1.475.
Promo Terbaru di Bareksa
Indikator stochastic sudah berada di area jenuh jual (oversold), yang berarti ada peluang pantulan naik jangka pendek. Namun secara tren besar masih cenderung turun, kecuali harga bisa kembali menembus area Rp1.645–1.690.
Rekomendasi: Beli spekulatif di Rp1.550, pasang batas rugi (stop loss) di Rp1.500, dengan target ambil untung di Rp1.660.
2. BUKA: Buy on Weakness di Rp129
Saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) turun 3,62% dan ditutup di harga Rp133 (4/3). Secara teknikal, kondisinya masih lemah karena harga bergerak dalam tren turun dan berada di bawah rata-rata pergerakan yang juga menurun.
Setelah gagal bertahan di area Rp170–189 (resistance), harga terus membentuk puncak yang makin rendah. Ini menandakan tekanan jual masih kuat.
Kini harga turun mendekati area support Rp129–132, yang juga bertepatan dengan garis tren naik yang sebelumnya menjadi area beli kuat.
Rekomendasi: Beli saat melemah di Rp129, pasang stop loss di Rp123, dengan target ambil untung di Rp136.
3. ICBP: Buy on Weakness di Rp7.375
Saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) turun 2,92% dan ditutup di harga Rp7.475 (4/3). Saat ini ICBP bergerak dalam pola tren turun yang cukup jelas.
Setelah gagal bertahan di area resistance Rp8.600, tekanan jual meningkat dan mendorong harga turun ke batas bawah kanal tren turun. Sekarang harga mendekati area support penting di sekitar Rp7.225, yang bisa menjadi area minat beli untuk pantulan jangka pendek.
Indikator stochastic sudah mendekati area jenuh jual (oversold), sehingga ada peluang terjadi pantulan teknikal.
Rekomendasi: Beli saat melemah di Rp7.373, pasang stop loss di Rp7.175, dengan target ambil untung di Rp7.750.
4. TPIA: Buy on Weakness di Rp5.300
Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turun tajam 8,15% dan ditutup di harga Rp5.350 (4/3). Saat ini saham sedang berada dalam tekanan jual yang kuat setelah menembus support penting di sekitar Rp5.300. Level itu kini berubah menjadi resistance (batas atas).
Penurunan ini disertai peningkatan tekanan jual yang besar, sehingga harga turun mendekati support berikutnya di Rp5.175. Ini menandakan tren turun masih berlanjut.
Namun, indikator stochastic sudah masuk area jenuh jual (oversold), sehingga ada peluang pantulan teknikal jangka pendek.
Rekomendasi: Beli saat melemah di Rp5.300, pasang stop loss di Rp5.125, dengan target ambil untung di Rp5.700.
Highlight Pasar
Grafik Pergerakan IHSG
Sumber: Riset Ciptadana Sekuritas
IHSG turun tajam 4,57% ke level 7.577 pada Rabu (4/3/3036), mencerminkan aksi jual yang terjadi di hampir semua sektor karena investor cenderung berhati-hati. Investor asing tercatat melakukan jual bersih Rp118 miliar, menandakan dana asing masih keluar dari pasar.
Semua sektor ditutup melemah. Penurunan terdalam terjadi pada sektor bahan baku (-7,42%), transportasi & logistik (-7,23%), dan konsumen siklikal (-6,69%). Penurunan besar lainnya terjadi pada industri (-5,38%), energi (-4,86%), dan infrastruktur (-4,84%). Sementara sektor kesehatan (-1,79%) relatif lebih tahan dibanding sektor lain.
Beberapa saham yang paling menekan indeks antara lain PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) turun 7,25% ke 3.200, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun 10,62% ke 6.100, dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) turun 13,27% ke 850.
Nilai tukar rupiah juga melemah 28 poin ke Rp16.885 per dolar AS, mencerminkan tekanan dari faktor eksternal terhadap mata uang di kawasan. Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 7.482 sebagai support dan 7.725 sebagai resistance, dengan peluang terjadi pantulan jika masuk area positif.
Kesimpulan
IHSG turun tajam 4,57% ke 7.577 akibat aksi jual di hampir semua sektor dan arus dana asing keluar. Secara teknikal, indeks diperkirakan bergerak di kisaran 7.482–7.725 dengan peluang pantulan jangka pendek. Analis merekomendasikan saham AMRT, BUKA, ICBP, dan TPIA untuk strategi trading dengan pendekatan buy on weakness atau speculative buy.
FAQ
1. Apa itu buy on weakness dalam trading saham?
Buy on weakness adalah strategi membeli saham ketika harganya sedang turun ke area support dengan harapan terjadi pantulan harga.
2. Apa arti area support dan resistance?
Support adalah level harga yang sering menjadi batas bawah penurunan, sedangkan resistance adalah batas atas yang biasanya menjadi area tekanan jual.
3. Mengapa indikator oversold penting dalam analisis teknikal?
Kondisi oversold menunjukkan saham sudah turun cukup dalam sehingga berpotensi mengalami pantulan harga dalam jangka pendek.
4. Apakah rekomendasi saham harian cocok untuk investasi jangka panjang?
Umumnya rekomendasi harian lebih ditujukan untuk trading jangka pendek dan perlu disesuaikan dengan profil risiko investor.
Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(AM)
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.213,15 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.169,3 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.195,53 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.055,14 | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.

SR024
SyariahSukuk Ritel
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Fixed

ST016
SyariahSukuk Tabungan
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Mengambang

ORI030
Obligasi Negara Ritel
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Fixed

SR025
SyariahSukuk Ritel
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Fixed

SBR015
Saving Bond Ritel
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Mengambang

ST017
SyariahSukuk Tabungan
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Mengambang