BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

OJK dan Asosiasi Emiten Sepakat Dorong Free Float 15% demi Integritas Bursa RI

Abdul Malik04 Februari 2026
Tags:
OJK dan Asosiasi Emiten Sepakat Dorong Free Float 15% demi Integritas Bursa RI
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi (kedua kiri) saat bertemu dengan Asosiasi Emiten Indonesia di Jakarta, Rabu (4/2/2026). (Dok. Humas OJK)

OJK dan Asosiasi Emiten Indonesia sepakat mempercepat reformasi integritas pasar modal, termasuk kebijakan free float 15%, transparansi kepemilikan, dan penguatan basis investor.

Bareksa – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) menegaskan komitmen bersama untuk mempercepat reformasi penguatan integritas pasar modal Indonesia. Salah satu fokus utama yang dibahas adalah kebijakan peningkatan porsi free float saham menjadi 15%.

Pertemuan OJK, BEI, dan Asosiasi Emiten

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan yang digelar di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (4/2). Pertemuan ini dihadiri oleh Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi, Ketua AEI Armand Wahyudi Hartono, Pejabat Sementara Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik, serta jajaran OJK, BEI, dan pengurus AEI.

Free Float 15% Jadi Bagian Reformasi Pasar Modal

Hasan Fawzi menyampaikan bahwa diskusi berlangsung konstruktif dan menunjukkan keselarasan pandangan antara regulator dan pelaku industri. Para emiten yang tergabung dalam AEI menyatakan dukungan komprehensif terhadap agenda reformasi pasar modal yang tengah dijalankan OJK.

Promo Terbaru di Bareksa

“Dukungan ini tidak hanya terkait peningkatan free float, tetapi juga mencakup sejumlah pilar penting penguatan integritas pasar,” ujar Hasan.

Menurut OJK, kebijakan free float 15 persen merupakan bagian integral dari reformasi pasar modal nasional. Tujuannya untuk memperkuat struktur pasar, meningkatkan likuiditas perdagangan saham, memperluas basis investor publik, serta mendorong tata kelola emiten yang lebih transparan dan akuntabel.

Peningkatan porsi kepemilikan publik dinilai dapat memperkuat kontrol pasar terhadap emiten sekaligus meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor institusional global.

Dukungan Emiten dan Agenda Reformasi Lainnya

Dari sisi emiten, Ketua AEI Armand Wahyudi Hartono menegaskan bahwa asosiasi mendukung kebijakan tersebut selama diterapkan secara bertahap, terukur, dan memperhatikan kesiapan pasar.

“Secara umum kami support OJK dan SRO untuk mendorong pasar modal Indonesia menjadi lebih tangguh,” ujar Armand.

Selain free float, AEI juga menyatakan dukungan terhadap agenda reformasi lain, antara lain:

  • Penguatan transparansi Ultimate Beneficial Ownership (UBO)
  • Penyempurnaan reklasifikasi investor untuk meningkatkan kualitas basis investor
  • Peningkatan keterbukaan informasi kepemilikan saham di atas 1%
  • Penataan peran investor institusi agar keseimbangan pasar tetap terjaga
  • Penguatan program edukasi berkelanjutan dan literasi keuangan bagi investor ritel

Implementasi Bertahap dan Pendampingan Emiten

OJK menegaskan bahwa implementasi kebijakan reformasi ini akan dilakukan secara hati-hati, bertahap, dan terukur, dengan mempertimbangkan kesiapan masing-masing emiten serta kondisi pasar secara keseluruhan.

Sebagai langkah awal, OJK tengah menyusun kerangka indikatif yang akan dituangkan dalam peraturan Bursa. BEI juga akan menyiapkan hot desk dan tim khusus untuk mendampingi emiten dalam proses penyesuaian kebijakan.

Kesimpulan

OJK dan Asosiasi Emiten Indonesia sepakat memperkuat integritas pasar modal melalui reformasi menyeluruh, dengan free float 15 persen sebagai pilar utama. Kebijakan ini akan diterapkan bertahap demi menjaga stabilitas pasar sekaligus meningkatkan daya tarik investasi jangka panjang.

FAQ

1. Apakah semua emiten wajib langsung menaikkan free float ke 15%?
Tidak. Penerapan dilakukan bertahap dan mempertimbangkan kesiapan masing-masing emiten.

2. Apa dampak free float lebih besar bagi investor ritel?
Likuiditas saham berpotensi meningkat, sehingga transaksi lebih aktif dan harga lebih efisien.

3. Apakah kebijakan ini bisa menekan harga saham emiten?
Dalam jangka pendek bisa terjadi penyesuaian, namun tujuan utamanya adalah memperkuat struktur pasar jangka panjang.

4. Kapan aturan resmi free float 15% diterbitkan?
OJK sedang menyusun kerangka indikatif yang akan dituangkan dalam peraturan Bursa.

5. Selain free float, apa fokus utama reformasi pasar modal?
Transparansi kepemilikan, tata kelola emiten, kualitas investor, dan literasi keuangan.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

(AM)

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.211

Up0,23%
Up4,90%
Up0,38%
Up9,43%
Up19,29%
Up10,15%

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.190,65

Up0,45%
Up4,05%
Up0,49%
Up8,83%
--

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.162,84

Up0,62%
Up4,42%
Up0,66%
Up8,86%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.049,06

Down- 0,28%
-
Up0,14%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua