BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

Stocks Pick : IHSG di Zona Hijau, Ini Rekomendasi Saham BBNI, AKRA dan AMRT

Abdul Malik10 November 2023
Tags:
Stocks Pick : IHSG di Zona Hijau, Ini Rekomendasi Saham BBNI, AKRA dan AMRT
Ilustrasi pergerakan pasar saham IHSG yang tren naik atau di zona hijau. (Shutterstock)

Penguatan IHSG kemarin ditopang oleh rilis data penjualan ritel Indonesia yang tumbuh 1,5% secara tahunan (YOY) pada September 2023

Bareksa.com - Berikut kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan beberapa saham unggulan yang direkomendasikan oleh Tim Analis Bareksa, Jumat (10/11/2023):

IHSG : last price 6.838,23

Pasar Saham Indonesia yang tercermin dari kinerja IHSG ditutup di zona hijau pada Kamis (9/11/2023), setelah dua hari sebelumnya melemah. IHSG ditutup menguat 0,5% menjadi 6.838,23.

Nilai transaksi IHSG kemarin mencapai Rp7,8 triliun dengan volume perdagangan 15 miliar saham yang ditransaksikan 1,1 juta kali. Sebanyak 253 saham menguat, 286 saham melemah dan 216 saham stagnan. Secara sektoral, saham sektor infrastruktur jadi penopang terbesar IHSG dengan kenaikan 7,5%.

Promo Terbaru di Bareksa

Beberapa saham menjadi penopang IHSG di antaranya saham emiten energi baru dan terbarukan (EBT) milik konglomerat Prajogo Pangestu yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang masing-masing naik 18,75% dan 4,9% kemarin.

Analis menilai penguatan IHSG kemarin ditopang oleh rilis data penjualan ritel Indonesia yang tumbuh 1,5% secara tahunan (YOY) pada September 2023. Sebelumnya Bank Indonesia (BI) juga merilis data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) naik ke atas 124 pada Oktober 2023. Kedua data ini mengindikasikan konsumsi domestik masih relatif kuat di kuartal IV 2023.

Meski begitu, sentimen positif dari dalam negeri ini dibayangi oleh sentimen eksternal yakni deflasi Cina sebesar 0,2% YOY pada Oktober 2023. Deflasi ini lebih dalam dari perkiraan pasar 0,1%. Hal ini mengindikasikan konsumsi domestik Cina belum sepenuhnya pulih pada awal kuartal IV 2023.

Investasi Saham di Sini

Di tengah penguatan IHSG, Tim Analis Bareksa merekomendasikan beberapa saham unggulan:

Stocks Pick

BBNI

AKRA

AMRT

Last price

Rp4.860

Rp1.475

Rp2.900

Recomendation

Buy on weakness

Trading buy

Trading buy

Entry

Rp4.860

Rp1.475

Rp2.880

Rp4.800

Rp1.440

Rp2.820

Take profit (TP) 1

Rp4.970

Rp1.510

Rp2.950

Take profit (TP) 2

Rp5.050

Rp1.550

Rp2.980

Stop loss

Rp4.750

Rp1.420

Rp2.790

Sumber : Tim Analis Bareksa, last price per 9/11/2023

Investasi Saham di Sini

1. BBNI : last price Rp4.860

Harga saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) melemah 0,41% atau berkurang 20 poin menjadi Rp4.860 pada Kamis (9/11/2023). Tim Analis Bareksa merekomendasikan beli saat melemah (BOW) saham BBNI di kisaran Rp4.800 hingga Rp4.860, dengan ambil untung di Rp4.970 hingga Rp5.050, dan stop rugi di Rp4.750.

2. AKRA : last price Rp1.475

Harga saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) stagnan di level R1.475 pada Kamis (9/11/2023). Tim Analis Bareksa merekomendasikan trading buy saham AKRA di kisaran harga Rp1.440 hingga Rp1.4475, dengan ambil untung di Rp1.510 hingga Rp1.550, serta stop rugi di Rp1.420.

3. AMRT : last price Rp2.900

Harga saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) stagnan di level Rp2.900 pada Kamis (9/11/2023). Tim Analis Bareksa merekomendasikan trading buy saham AMRT di kisaran harga Rp2.820 hingga Rp2.880, dengan ambil untung di Rp2.950 hingga Rp2.980, serta stop rugi di Rp2.790.

Investasi Saham di Sini

Ringkasan Berita Pasar

INCO

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menyetujui pelepasan saham 14% dari rencana sebelumnya 11%. Penilaian tersebut berdasarkan dari harga saham saat ini dan cadangan mineral yang dimiliki Vale. Hal ini akan menaikan posisi kepemilikan Indonesia melalui MIND ID, setelah sebelumnya telah melakukan divestasi 20% pada 2020. Selain itu Kementerian ESDM juga memperpanjang kontrak karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) hingga 2045. Vale saat ini mengelola konsensi 118.017 hektare. (Kontan)

MTEL

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) telah merealisasikan belanja modal (capex) Rp4,2 triliun hingga kuartal III tahun ini, setara dengan 60% dari total anggaran perusahaan di tahun ini Rp7 triliun. MTEL berencana untuk melakukan akuisisi tower dengan sisa belanja modal yang ada. Hingga kuartal III 2023, jumlah menara telekomunikasi MTEL tumbuh 5,8% dan 58% menara telekomunikasi yang dimiliki perusahaan berada di Pulau Jawa. (Kontan)

CLEO

PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) berencana menambah tiga pabrik baru di daerah Lampung, Palembang dan Manado sehingga total pabrik yang nantinya perusahaan miliki menjadi 32 pabrik di seluruh Indonesia. Sebelumnya perusahaan juga telah menyuntikan dana kepada anak usaha distribusi Rp180 miliar untuk menambah jumlah armada. (Kontan)

PTPP

Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) akan melakukan divestasi Rp1,4 triliun untuk memperbaiki portofolio perusahaan, di mana Rp450 miliar merupakan divestasi saham di entitas usaha dan Rp1 triliun merupakan pelepasan anak usaha. Hingga saat ini Krakatau Steel (KRAS) menunjukan minatnya dengan mengakuisisi aset divestasi PTPP yang diproyeksikan rampung pada Desember tahun ini senilai Rp400 miliar. (Bisnis Indonesia)

BRPT

PT Barito Pacific Tbk (BRPT) akan menerbitkan obligasi berkelanjutan III tahap II tahun 2023 senilai Rp1 triliun untuk melunasi utang yang jatuh tempo dengan bunga 9,5%. Penerbitan itu sesuai dengan prospektus obligasi berkelanjutan III perusahaan yang memiliki target penghimpunan dana Rp3 triliun dan untuk penerbitan ini akan dibagi menjadi dua seri dengan tingkat kupon 8,5% untuk 3 tahun dan 9,5% untuk 5 tahun. (Bisnis Indonesia)

Investasi Saham di Sini

(Sigma Kinasih/Ariyanto Dipo Sucahyo/Christian Halim/AM)​

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​​​​​

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.

Saham adalah instrumen investasi yang memiliki risiko kerugian. Artikel ini bertujuan untuk berbagi informasi seputar pasar dengan analisa untuk meminimalisir risiko. Setiap keputusan transaksi beli jual saham ada di tangan investor.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Capital Fixed Income Fund

1.748,61

Up0,60%
Up3,49%
Up0,01%
Up7,75%
Up17,70%
Up43,65%

STAR Stable Income Fund

1.899,32

Up0,51%
Up2,82%
Up0,01%
Up6,45%
Up30,02%
Up62,01%

I-Hajj Syariah Fund

4.755,2

Up0,55%
Up2,78%
Up0,01%
Up6,46%
Up22,18%
Up40,57%

Syailendra Pendapatan Tetap Premium

1.754,13

Up0,56%
Up2,12%
Up0,01%
Up5,47%
Up20,26%
Up50,06%

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

1.032,96

Up0,52%
Up1,50%
Up0,01%
Up2,50%
Down- 2,95%
-

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua