BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

Ekonomi AS pada Agustus 2023 Semakin Dekati Titik Stagnasi

Abdul Malik24 Agustus 2023
Tags:
Ekonomi AS pada Agustus 2023 Semakin Dekati Titik Stagnasi
Ilustrasi ekonomi AS yang mendekati stagnasi akibat lonjakan inflasi dan agresifnya kebijakan suku bunga Bank Sentral. (Shutterstock)

Indeks awal PMI Komposit AS, yang melacak sektor manufaktur dan jasa, turun ke angka 50,4 pada Agustus 2023

Bareksa.com - Aktivitas usaha Amerika Serikat (AS) mendekati titik stagnasi pada Agustus 2023 dengan pertumbuhan paling lemah sejak Februari. Hal itu terjadi karena permintaan terhadap bisnis baru di sektor jasa yang luas mengalami kontraksi.

Mengutip The Business Times (24/8/2023), S&P Global mengatakan, indeks awal PMI Komposit AS, yang melacak sektor manufaktur dan jasa, turun ke angka 50,4 pada Agustus 2023 dari 52 pada Juli. Ini merupakan penurunan terbesar sejak November 2022.

Meskipun angka pada Agustus adalah pertumbuhan bulan ketujuh berturut-turut, angka tersebut adalah hanya sedikit di atas level 50 yang memisahkan ekspansi dan kontraksi, karena melemahnya permintaan terhadap barang-barang manufaktur dan jasa.

Promo Terbaru di Bareksa

Beli Reksadana di SiniSelama berbulan-bulan, pasar tenaga kerja AS yang kuat dan belanja konsumen yang tangguh semakin meredakan ketakutan pelaku pasar atas potensi resesi Negara Paman Sam dan menyebabkan perkiraan pertumbuhan PDB direvisi ke atas. Namun data ekonomi yang dirilis pada Rabu (23/8/2023) waktu AS memberikan gambaran lebih buruk soal perekonomian Negara Adidaya.

Pertumbuhan aktivitas bisnis sektor jasa merupakan yang paling lambat sejak Februari di 51,0 pada Agustus, dan PMI Manufaktur turun lebih dalam ke wilayah kontraksi yakni 47,0 turun dari 49,0 pada Juli, kontraksi bulan keempat berturut-turut.

"Aktivitas bisnis yang hampir terhenti pada Agustus menimbulkan keraguan terhadap kekuatan pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal III. Survei menunjukkan percepatan pertumbuhan yang didorong sektor jasa pada kuartal II memudar, disertai penurunan lebih lanjut dalam output pabrik," kata Kepala Ekonom Bisnis S&P Global Market Intelligence, Chris Williamson.

Permintaan konsumen menimbulkan hambatan besar terhadap pendapatan perusahaan, karena bisnis baru dan pesanan berkurang bagi perusahaan di semua sektor. Bisnis baru di sektor jasa menurun untuk pertama kalinya dalam 6 bulan, turun menjadi 49,2 dari 51,0 pada bulan sebelumnya.

Beli Reksadana di Sini

(IQPlus/23533440/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​​​

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.

Saham adalah instrumen investasi yang memiliki risiko kerugian. Artikel ini bertujuan untuk berbagi informasi seputar pasar dengan analisa untuk meminimalisir risiko. Setiap keputusan transaksi beli jual saham ada di tangan investor.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Tetap Syariah

1.337,45

Up0,45%
Up3,78%
Up0,04%
Up4,77%
Up18,73%
-

Capital Fixed Income Fund

1.791,76

Up0,54%
Up3,35%
Up0,04%
Up6,93%
Up17,16%
Up40,94%

I-Hajj Syariah Fund

4.868,6

Up0,57%
Up3,19%
Up0,03%
Up6,14%
Up22,00%
Up40,67%

STAR Stable Amanah Sukuk

Produk baru

1.047,19

Up0,51%
Up3,63%
Up0,04%
---

Reksa Dana Syariah Syailendra OVO Bareksa Tunai Likuid

1.146,62

Up0,30%
Up2,63%
Up0,03%
Up4,96%
Up14,28%
-

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua