BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

Berita Saham Hari Ini : ASII - Equinix Bentuk Usaha Patungan, RAAM, JATI & MBMA Tetapkan Harga IPO

Abdul Malik12 April 2023
Tags:
Berita Saham Hari Ini : ASII - Equinix Bentuk Usaha Patungan, RAAM, JATI & MBMA Tetapkan Harga IPO
Menara Astra (dok. Astra)

IHSG naik ditopang aksi borong asing, NISP, BNGA dan AUTO bagi dividen 40% dari laba bersih, CTRA dan SMRA direkomendasi beli

Bareksa.com - Berikut rangkuman berita pasar modal dan saham dikutip dari laporan riset Kopi Pagi oleh D’Origin Financial & Business Advisory yang dipublikasi Rabu (12/4/2023) :

Wall Street

Bursa Saham Amerika Serikat (AS) Wall Street ditutup bervariasi pada Selasa (11/4/2023). Para investor menunggu data inflasi penting dan kick-off tidak resmi dari musim pelaporan kinerja emiten AS kuartal I 2023. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,29% jadi 33.684,79, indeks S&P 500 melemah jadi 4.108,94 dan indeks Nasdaq Composite melemah 0,43% ke 12.031,88.

IHSG

Pasar saham Indonesia yang tercermin dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,59% pada Selasa (11/4) jadi 6.811,31. Menurut D’Origin Financial IHSG bergerak di kisaran 6.750-6.870, support 6.770-6.750 dan resisten 6.850-6.870.

Promo Terbaru di Bareksa

Investor asing mencatat net buy Rp591,25 miliar, terbesar di saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp179 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp165,5 miliar dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp112 miliar. Penguatan IHSG berpotensi menguji resisten 6.850, sehingga penembusan level ini membuka peluang menuju 6.870.

Investasi di Reksadana Sekarang, Klik di Sini

SUN

Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menerima pembiayaan Rp16,05 triliun dari lelang SUN (Surat Utang Negara). Dalam lelang itu nilai penawaran yang masuk mencapai Rp44,99 triliun. Direktur SUN Kemenkeu Deni Ridwan mengatakan minat investor pada lelang SUN meningkat, tercermin dari incoming bids Rp44,99 triliun atau naik dari Rp29,34 triliun pada lelang sebelumnya.

Daftar Akun SBN Ritel Sekarang, Klik di Sini

Minyak Mentah

Harga minyak mentah acuan ditutup menguat hampir 2% pada Selasa, di tengah harapan bahwa Federal Reserve mungkin melonggarkan pengetatan kebijakan moneternya, pasca rilis inflasi AS pekan ini. Namun, kekhawatiran tetap ada karena potensi pelemahan permintaan China. Harga minyak mentah berjangka jenis Brent ditutup naik 1,7% jadi US$85,61 per barel dan West Texas Intermediate (WTI) menguat 2,2% jadi US$81,53 per barel.

Emas

Harga emas naik pada Selasa, setelah sebelumnya tiga hari berturut-turut melemah. Penguatan logam mulia karena dolar AS melemah menjelang rilis data inflasi AS. Kontrak emas paling aktif pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, naik 0,76% jadi US$2.019 per ounce pada Selasa, dengan level tertinggi US$2.022,5 dan terendah di US$2.003,7.

Investasi Emas Sekarang, Klik di Sini

IMF

Dana Moneter Internasional (IMF) meramal pertumbuhan ekonomi global hanya tumbuh 2,8% pada 2023. Berdasarkan laporan World Economic Outlook (WEO) terbaru yang dirilis kemarin, proyeksi IMF itu turun dari pertumbuhan ekonomi global 3,4% di 2022.

Rupiah

Kurs rupiah Jisdor berada di Rp14.888 per dolar AS pada Selasa, menguat 0,11% dari Senin. Rupiah Jisor terus bergerak di bawah level Rp15.000 per dolar AS sejak 31 Maret 2023 lalu.

Sejalan, kurs rupiah spot menguat 0,11% jadi Rp14.886 per dolar AS. Dalam tiga hari, rupiah menguat 0,31% terhadap dolar AS. level tersebut merupakan yang terkuat sejak 2 Februari 2023, saat rupiah menyentuh Rp14.830 per dolar AS.

CTRA

Emiten properti, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) membukukan pendapatan Rp9,12 triliun pada 2022, turun 6,19% dari Rp9,72 triliun pada 2021. Namun CTRA berhasil mencatatkan laba bersih Rp1,86 triliun pada 2022, naik 7,37% dari Rp1,73 triliun di 2021. Saham CTRA ditutup naik 2,56% pada Selasa (4/4) jadi Rp1.000.

D’Origin Financial merekomendasi spekulasi beli saham CTRA dengan target harga Rp1.100 dan stop rugi Rp920, support Rp990-980 dan resisten Rp1.010-1.020. Penguatan CTRA berpotensi menguji support Rp1,010, sehingga penembusan level ini membuka peluang menuju Rp1.020.

ASII

Equinix (Nasdaq: EQIX), perusahaan digital infrastruktur dunia dan PT Astra International Tbk (ASII) membentuk usaha patungan untuk mengembangkan infrastruktur digital di Indonesia dengan kepemilikan modal saham 75% Equinix dan 25% Astra. Perusahaan patungan ini akan membantu perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk mengembangkan kapabilitas digital mereka dan memanfaatkan teknologi baru, seperti hybrid multi cloud, 5G, internet of things (IoT), kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan lainnya.

Harga saham ASII ditutup naik 1,67% pada Selasa (11/4). D’Origin Financial merekomendasi beli saat melemah (BOW) saham ASII dengan target harga Rp6.400 dan stop rugi di Rp5.850, support Rp6.000-5.950 dan resisten Rp6.150-6.250. Penguatan saham ASII berpotensi menguji resisten Rp6.150, sehingga penembusan level ini membuka peluang menuju Rp6.250.

SMRA

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) pada 2022 mencatatkan laba bersih Rp625,37 miliar, melambung 93% dari 2021 yang sebesar Rp323,7 miliar. Laba per saham dasar menjadi Rp37,88 per unit pada 2022 dari Rp20,82 per saham pada 2021. Pendapatan bersih Rp5,71 triliun, naik 2,6% dari 2021 yang sebesar Rp5,56 triliun. Harga saham SMRA naik 7,6% jadi Rp565 pada Selasa (11/4).

D’Origin Financial merekomendasi spekulasi beli saham SMRA dengan target harga Rp700 dan stop rugi Rp500, support Rp550-540 dan resisten Rp580-590. Penguatan saham SMRA berpotensi menguji resisten Rp580, sehingga penembusan level ini membuka peluang menuju Rp590.

Investasi di Reksadana Sekarang, Klik di Sini

NISP

PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) bakal menebar dividen tunai Rp1,33 triliun atau 40% dari laba 2022 yang mencapai Rp3,3 triliun. Presiden Direktur NISP Parwati Surjaudaja menyatakan, para pemegang saham akan memperoleh dividen tunai senilai Rp58 per saham.

BNGA

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) bakal membagikan dividen tunai Rp2,87 triliun (gross), setara dengan 60% dari laba bersih CIMB Niaga tahun buku 2022 senilai Rp4,78 triliun.

LPGI

Perusahaan Asuransi terbesar kedua di Korea Hanwha Life, resmi mencaplok saham PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI). Aksi ini membuat Hanwha menjadi pemegang saham pengendali LPGI dengan porsi 62,59%.

ADHI

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatatkan peningkatan perolehan kontrak baru dua kali lipat dalam 2 bulan terakhir. Hingga Februari 2023, perseroan mencatatkan kontrak baru Rp4,3 triliun. Kemudian pada Maret 2023, kontrak Adhi Karya melonjak jadi Rp8,9 triliun. ADHI memutuskan untuk tidak membagikan dividen dari laba tahun buku 2022. Hasil laba rencananya akan digunakan untuk modal kerja dan cadangan wajib.

INTP

Produsen semen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) membukukan volume penjualan semen 1,3 juta ton pada Februari 2023. Direktur dan Sekretaris Perusahaan Indocement Oey Marcos mengatakan angka 1,3 juta ton tersebut tumbuh 3% dari Februari tahun lalu.

AUTO

PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO) sepakat membagikan total dividen tunai tahun buku 2022 sebesar Rp530,17 miliar, atau 40% dari laba bersih tahun lalu.

INDS

PT Indospring Tbk (INDS) mencatat laba bersih Rp210,20 miliar pada 2022, naik dari Rp158,61 di 2021. Penjualan neto naik menjadi Rp3,64 triliun pada 2022 dari Rp3 triliun di 2021.

CBPE

PT Citra Buana Prasida Tbk (CBPE) mencatat penjualan Rp60,71 pada 2022, turun dari Rp66,83 miliar pada 2021. Laba setelah pajak turun menjadi Rp20,51 miliar pada 2022, dari sebelumnya Rp30,16 miliar di 2021.

Investasi di Reksadana Sekarang, Klik di Sini

LUCK

PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK) mencatat pendapatan neto Rp136,37 miliar pada 2022, naik dari Rp102,32 miliar di 2021. Laba bersih Rp1,29 miliar pada 2022, naik dari Rp301,35 juta pada 2021.

RAAM

PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM), perusahaan yang bergerak di bidang rumah produksi yang didirikan pada tahun 1990 di bawah naungan Ram Punjabi, berencana menggelar penawaran umum saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia.

Perseroan akan menawarkan sebanyak-banyaknya 929,2 juta saham atau setara 15% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan dengan nilai nominal Rp60 per saham dengan harga penawaran awal Rp224 - Rp250 per saham. Sehingga perseroan berpotensi meraup dana IPO sebesar- besarnya Rp232,3 miliar atau sekurang-kurangnya Rp208,14 miliar.

JATI

PT Informasi Teknologi Indonesia atau Jatis Mobile (JATI) akan melakukan penawaran umum perdana saham di Bursa Efek Indonesia pada awal Mei 2023. Dana hasil IPO akan digunakan untuk mengembangkan teknologi artificial intelligence (AI). Jatis Mobile menawarkan sebanyak-banyaknya 652,5 juta saham setara 20% dari modal ditempatkan dan disetor.

Calon emiten teknologi itu memasang harga IPO sebesar Rp100-120 per saham, sehingga JATI berpeluang mendapatkan dana IPO maksimal Rp78,3 miliar, dan sekurang-kurangnya Rp65,25 miliar.

MBMA

PT Merdeka Battery Materials (MBMA) mantap menggelar penawaran umum perdana sebanyak 11 miliar saham atau 10,24%. Perseroan mematok harga IPO Rp795 per saham sehingga dana yang bakal diraih mencapai Rp8,74 triliun. Harga yang dipatok itu ada di batas atas saat penawaran awal (bookbuilding), yang dibuka di rentang Rp780-795.

Investasi di Reksadana Sekarang, Klik di Sini


(AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.

Saham adalah instrumen investasi yang memiliki risiko kerugian. Artikel ini bertujuan untuk berbagi informasi seputar pasar dengan analisa untuk meminimalisir risiko. Setiap keputusan transaksi beli jual saham ada di tangan investor.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Tetap Syariah

1.313,93

Up0,21%
Up3,89%
Up0,02%
Up5,88%
Up18,64%
-

Capital Fixed Income Fund

1.765,78

Up0,56%
Up3,45%
Up0,02%
Up7,28%
Up17,13%
Up42,93%

STAR Stable Income Fund

1.916,73

Up0,53%
Up2,93%
Up0,02%
Up6,30%
Up30,61%
Up60,34%

Syailendra Pendapatan Tetap Premium

1.754,19

Down- 0,39%
Up3,83%
Up0,01%
Up4,45%
Up18,86%
Up47,37%

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

1.036,49

Down- 0,15%
Up1,85%
Up0,01%
Up2,75%
Down- 2,19%
-

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua