BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

Berita Saham Hari Ini : Harga Emas Naik Tajam, Asing Jual ARTO, BBNI dan BBRI

Abdul Malik01 Maret 2023
Tags:
Berita Saham Hari Ini : Harga Emas Naik Tajam, Asing Jual ARTO, BBNI dan BBRI
Ilustrasi aplikasi PT Bank Jago Tbk (ARTO) yang diakses melalui ponsel. (Shutterstock)

Gubernur BI Perry Warjiyo kembali menegaskan suku bunga acuan BI tidak perlu naik lagi dari level saat ini 5,75%

Bareksa.com - Berikut rangkuman berita pasar modal dan saham yang dikutip dari laporan riset Kopi Pagi oleh D’Origin Financial & Business Advisory yang dipublikasi Rabu (1/3/2023) :

Wall Street

Bursa Saham Wall Street, Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di perdagangan hari terakhir bulan Februari 2023. Tiga indeks utama Wall Street mencatat penurunan bulanan. Penurunan ini akibat kecemasan pelaku pasar soal apakah suku bunga AS akan tetap tinggi untuk jangka waktu yang lama. Dow Jones Industrial Average melorot 0,71% ke 32.656,7. Indeks S&P 500 melemah 0,3% ke 3.970,15. Sedangkan Nasdaq Composite turun 0,1% ke 11.455,54.

IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (28/2/2023) ditutup melemah di level 6.843,24 atau turun 0,17%. Meski begitu, volume perdagangan di IHSG pada Selasa mencapai 19,75 miliar dengan nilai transaksi Rp14,63 triliun, lebih besar dari hari sebelumnya. Asing mencatat net sell jumbo hingga Rp1,06 triliun di seluruh pasar, terbesar pada saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) Rp272,3 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp256,9 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebanyak Rp165,1 miliar.

Promo Terbaru di Bareksa

D’Origin Financial & Business Advisory memproyeksikan IHSG akan berada di kisaran 6.800 - 6.900, dengan level support 6.820 - 6.800 dan resiten 6.880 - 6.900. Pelemahan IHSG berpotensi menguji support 6.820, sehingga penembusan level ini membuka peluang menuju 6.800.

Rencanakan Investasimu di Reksadana, Klik di Sini

Emas

Harga emas berjangka naik tajam pada akhir perdagangan Selasa (28/2/2023), setelah sebelumnya melemah beberapa hari beruntun, Logam Mulia sedikit pulih dari level terlemahnya tahun ini, di tengah inflasi yang tinggi di negara-negara utama Eropa. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, melonjak US$11,8 atau 0,65% ditutup di US$1.836,7 per ounce, setelah diperdagangkan menyentuh level tertinggi dalam sesi perdagangan di US$1.838,6 dan terendah di US$1.810,8.

Investasi Emas Aman dan Mudah, Klik di Sini

Rupiah

Nilai tukar (kurs) rupiah menguat tipis terhadap dolar AS kemarin. Namun penguatan itu masih dibayangi tekanan dari ekspektasi suku bunga Negara Paman Sam yang lebih tinggi, sehingga mendorong dolar AS berada di jalur positif. Pada perdagangan Selasa (28/2/2023), rupiah di pasar spot naik tipis 0,05% di Rp15.261 per dolar AS. Sementara, rupiah Jisdor Bank Indonesia (BI) menguat 0,22% ke level Rp15.240 per dolar AS.

BI Rate

Gubernur BI Perry Warjiyo kembali menegaskan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate (BI Rate) tidak perlu naik lagi dari level saat ini 5,75%. Sebab kenaikan suku bunga acuan 225 basis poin sejak Agustus 2022 hingga Januari 2023 dianggap memadai untuk menurunkan inflasi hingga akhir tahun. Perry mengatakan stance kebijakan BI konsisten diarahkan untuk mengendalikan laju inflasi di dalam negeri.

BBM Non Subsidi

PT Pertamina Persero kembali menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi untuk wilayah Jabodetabek mulai 1 Maret 2023. Berdasarkan laman resmi Pertamina, harga BBM jenis Pertamax di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) mulai 1 Maret 2023 jadi Rp13.300 per liter, atau naik Rp500 per liter dari harga sebelumnya Rp12.800 per liter.

Surat Utang Negara

Pemerintah menggelar lelang Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa (28/2/2023). Terdapat tujuh seri SUN yang dilelang dengan total penawaran yang masuk Rp45,97 triliun. Penawaran yang masuk lebih rendah dibandingkan lelang SUN dua pekan sebelumnya senilai Rp55,98 triliun. Sementara nominal yang diserap pemerintah pada pekan ini sama seperti lelang dua pekan lalu, yakni Rp20 triliun. Dari tujuh seri SUN yang ditawarkan, seri FR0096 terbanyak diburu investor dengan total penawaran masuk Rp15,2 triliun.

JPFA

Harga saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) pada perdagangan Selasa naik 2,67% jadi Rp1.345. D’Origin Financial & Business Advisory merekomendasi beli JPFA di harga rendah (BOW) dengan target Rp1.440. Level support saham JPFA di Rp1.330 - Rp1.320 dan resisten Rp1.360 - 1.370. Penguatan saham JPFA berpotensi menguji resisten di Rp1.360, sehingga penembusan level ini membuka peluang menuju Rp1.370.

JPFA berencana menambah modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) atau private placement 1,17 miliar saham baru atau mewakili 10% dari total modal ditempatkan dan perseroan pada 27 Februari 2023. Perseroan juga akan membeli kembali saham publik (buyback) Rp350 miliar. Aksi korporasi ini akan dimintakan persetujuan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 5 April 2023.

BTPN

PT Bank BTPN Tbk (BTPN) mencetak laba bersih setelah pajak Rp3, triliun pada 2022, atau tumbuh 16% dari 2021 yang senilai Rp2,67 triliun. Direktur Utama Henoch Munandar menyatakan kenaikan laba bersih ini didukung peningkatan pendapatan operasional dan penurunan biaya kredit. Pendapatan operasional naik 4% jadi Rp13,69 triliun, sementara biaya kredit turun 13% jadi Rp1,84 triliun.

TINS

PT Timah Tbk (TINS) menargetkan optimalisasi proyek smelter Top Submerge Lance (TSL) Ausmelt Furnace Muntok dalam kurun tiga tahun ke depan. Direktur Pengembangan Usaha TINS Alwin Albar mengungkapkan, proyek ausmelt yang dimiliki TINS jadi proyek kelima di dunia yang menggunakan teknologi ausmelt. TINS menargetkan produksi bijih timah naik 35% di 2023. Pada 2022, produksi bijih timah TINS sekitar 20.000 ton.

INCO

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menandatangani akta perubahan dan pernyataan kembali pada 27 Februari 2023 sehubungan perjanjian kerja sama definitif dengan Zhejiang Huayou Cobalt Co Ltd. Vale Indonesia juga meneken perjanjian usaha patungan dan perjanjian pengambilan bagian saham dengan Huaqi (Singapore) Pte Ltd dan PT Kolaka Nickel Indonesia (KNI).

CTRA

PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) mengalokasikan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) Rp1 triliun pada 2023. Head of Investor Relation CTRA, Aditya Ciputra Sastrawinata mengatakan belanja modal itu akan dibagi Rp500 miliar untuk pembangunan proyek. Kemudian sisa Rp500 miliar akan digunakan untuk menambah lahan.

Raih Financial Freedom dengan Investasi di Reksadana, Klik di Sini

(AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.

Saham adalah instrumen investasi yang memiliki risiko kerugian. Artikel ini bertujuan untuk berbagi informasi seputar pasar dengan analisa untuk meminimalisirkan risiko. Setiap keputusan transaksi beli jual saham ada di tangan investor.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Capital Fixed Income Fund

1.775,36

Up0,54%
Up3,36%
Up0,03%
Up6,74%
Up17,31%
Up44,99%

Trimegah Dana Tetap Syariah

1.326,18

Up0,93%
Up4,25%
Up0,03%
Up5,89%
Up18,89%
-

STAR Stable Income Fund

1.925,85

Up0,48%
Up2,96%
Up0,02%
Up6,01%
Up29,39%
Up64,87%

I-Hajj Syariah Fund

4.822,06

Up0,51%
Up3,05%
Up0,02%
Up6,14%
Up21,89%
Up40,51%

Reksa Dana Syariah Syailendra OVO Bareksa Tunai Likuid

1.140,38

Up0,49%
Up2,80%
Up0,02%
Up4,93%
--

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua