Asing Buru Saham Energi dan Big Caps, Kinerja Robo Advisor Bareksa Kian Meroket

Profil risiko sangat agresif di Robo Advisor Bareksa berhasil cuan 15,62 persen dalam 5 bulan
Abdul Malik • 06 Oct 2021
cover

Ilustrasi kinerja Robo Advisor Bareksa yang terus meroket. (Shutterstock)

Bareksa.com - Kinerja Robo Advisor Bareksa terus meroket seiring kenaikan di pasar saham. Profil risiko sangat agresif di Robo Advisor Bareksa pada periode 22 April hingga 4 Oktober 2021 membukukan cuan 15,62 persen. Kenaikan itu hampir tiga kali lipat dibandingkan Indeks Harga Saham Gabungan yang naik 5,83 persen di periode yang sama.

Kemudian untuk profil risiko agresif di Robo Advisor Bareksa mencatatkan imbal hasil 13,54 persen, profil risiko moderat meraih return 10 persen, konservatif 7,84 persen, serta profil risiko risk averse atau penghindar risiko imbalannya 5,58 persen.

Kinerja Robo Advisor Bareksa

Sumber : Bareksa

Seiring moncernya kinerja Robo Advisor Bareksa hingga awal pekan ini, kira-kira apa rahasianya?

Krisis energi menopang kenaikan mayoritas harga komoditas, imbasnya positif ke perekonomian Indonesia sebagai salah satu eksportir komoditas terbesar dunia.

Sehingga aliran dana asing mulai masuk ke pasar saham Indonesia, terutama ke saham-saham sektor terkait energi dan saham-saham berkapitalisasi pasar besar (big caps) yang masih murah. Hal ini turut menopang kinerja reksadana saham pilihan Robo Advisor Bareksa.

Investor asing tercatat masih melakukan akumulasi pembelian terutama pada saham-saham berkapitalisasi pasar besar mencapai Rp1,5 triliun.

Krisis Energi

Kenaikan harga bahan bakar fosil baik gas, batu bara, hingga minyak mentah dipicu oleh adanya krisis energi yang melanda berbagai negara akibat kelangkaan pasokan gas. Sekadar informasi, pada Ahad (3/10/2021) harga gas alam di Henry Hub (Oklahoma, AS) melesat 19,45 persen. Sejak akhir 2020, harga gas alam telah meroket 118,35 persen year to date/YTD.

Harga gas yang semakin mahal membuat biaya pembangkitan listrik dengan bahan bakar ini semakin tidak ekonomis. Di Eropa, biaya pembangkitan listrik dengan gas alam adalah EUR 75,725/MWh pada 28 September 2021. Dengan batu bara, harganya hanya EUR 50,53/MWh.

Namun Eropa dan China sudah terlanjur punya komitmen untuk mengurangi konsumsi batu bara yang dinilai tidak ramah lingkungan. Dengan harga gas yang naik terus, perburuan terhadap sumber-sumber energi primer pun menggila. Bahkan batu bara yang sempat 'dicuekin' kini kembali dilirik.

Indonesia adalah eksportir terbesar dunia untuk batu bara dan minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO). Kenaikan harga dua komoditas ini tentu akan mendongkrak kinerja ekspor Indonesia. Tidak hanya menggairahkan perekonomian nasional, kenaikan ekspor juga akan menopang stabilitas nilai tukar rupiah.

Kondisi ini membuat saham-saham terkait energi di Bursa Efek Indonesia, seperti saham-saham batu bara dan CPO meroket beberapa waktu terakhir, sehingga mendongkrak kinerja reksadana yang memiliki saham-saham tersebut.

Robo Advisor Bareksa adalah robo advisor pertama di Indonesia yang mendapatkan lisensi sebagai penasihat investasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI. Izin ini dituangkan dalam Keputusan Dewan Komisioner OJK No. KEP-17/D.04/2021 tentang Pemberian Izin Usaha Penasihat Investasi Kepada PT Bareksa Portal Investasi tertanggal 20 April 2021.

Robo advisor adalah konsultan finansial yang memberikan saran investasi digital dan mengelola portofolio investasi investor dengan menggunakan algoritma khusus yang dibangun dengan teknologi terdepan. Robo advisor juga merupakan salah satu fasilitas yang sering digunakan dalam dunia investasi terutama di Amerika Serikat. Namun kini Bareksa telah menghadirkan robo advisor pertama yang berlisensi OJK. 

Keunggulan robo advisor yang dikembangkan Bareksa, ialah fitur ini menyediakan layanan perencanaan investasi otomatis, didukung oleh algoritma teori portofolio modern dan juga pengawasan manusia.

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​

Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.