BeritaArrow iconReksa DanaArrow iconArtikel

Strategi Kelola Obligasi Korporasi dalam Reksa Dana Avrist Emerald Stable Fund

Hanum Kusuma Dewi26 Mei 2026
Tags:
Strategi Kelola Obligasi Korporasi dalam Reksa Dana Avrist Emerald Stable Fund
Ilustrasi investasi di reksa dana Avrist Emerald Stable Fund. (Photo by RDNE Stock project: Pexels)

Avrist Emerald Stable Fund adalah reksa dana pendapatan dengan fokus pada obligasi korporasi, imbal hasil (return) mencapai 7,74% setahun (per 21 Mei 2026)

Bareksa - Ketika berbicara mengenai investasi pendapatan tetap, banyak investor langsung teringat pada Surat Berharga Negara (SBN). Padahal, pasar obligasi Indonesia juga menawarkan berbagai instrumen lain yang dapat menjadi bagian dari strategi investasi, termasuk obligasi korporasi yang diterbitkan oleh perusahaan-perusahaan dengan kualitas kredit yang baik.

Karakteristik obligasi korporasi yang berbeda dibandingkan instrumen pendapatan tetap lainnya menjadi salah satu fondasi strategi investasi Avrist Emerald Stable Fund. Melalui pendekatan tersebut, reksa dana pendapatan tetap yang dikelola Avrist Asset Management ini berhasil mencatatkan kinerja sebesar 7,74% dalam satu tahun terakhir berdasarkan data Bareksa per 21 Mei 2026.

Lalu, bagaimana peran obligasi korporasi dalam mendukung kinerja tersebut?

Promo Terbaru di Bareksa

Mengenal Karakter Obligasi Korporasi yang Menjadi Tulang Punggung Portofolio

Avrist Emerald Stable Fund mengalokasikan mayoritas asetnya pada instrumen obligasi korporasi. Bagi investor, obligasi korporasi pada dasarnya merupakan surat utang yang diterbitkan perusahaan untuk memperoleh pendanaan, dengan imbalan berupa pembayaran kupon secara berkala kepada investor.

Bagi manajer investasi, obligasi korporasi tidak hanya menawarkan potensi pendapatan dari kupon, tetapi juga memberikan ruang untuk membangun portofolio yang terdiversifikasi melalui berbagai sektor industri dan penerbit.

Dalam pengelolaannya, Avrist Asset Management tidak hanya mempertimbangkan tingkat imbal hasil yang ditawarkan, tetapi juga melakukan analisis terhadap kualitas penerbit obligasi. Dengan demikian, portofolio tidak semata-mata berfokus pada potensi return, tetapi juga memperhatikan aspek kualitas kredit dan pengelolaan risiko.

Illustration
Sumber: Fund Fact Sheet Reksa Dana, April 2026

Pendekatan tersebut menjadikan obligasi korporasi sebagai fondasi utama dalam upaya menjaga keseimbangan antara potensi imbal hasil dan stabilitas portofolio.

Mengapa Harga Obligasi Korporasi Cenderung Lebih Stabil?

Salah satu karakteristik menarik dari obligasi korporasi adalah pergerakan harganya yang cenderung lebih stabil dibandingkan instrumen yang diperdagangkan secara aktif di pasar sekunder.

Sebagai ilustrasi, SBN merupakan instrumen yang sangat likuid dan diperdagangkan secara aktif oleh berbagai pelaku pasar, mulai dari perbankan, institusi keuangan, hingga investor global. Aktivitas perdagangan yang tinggi tersebut membuat harga SBN dapat bergerak lebih dinamis mengikuti perubahan ekspektasi pasar.

Sementara itu, pasar obligasi korporasi umumnya memiliki aktivitas perdagangan yang lebih terbatas. Karena frekuensi transaksinya relatif lebih rendah, perubahan harga obligasi korporasi dari hari ke hari cenderung tidak sebesar instrumen yang diperdagangkan secara aktif.

Karakteristik inilah yang dapat membantu menjaga stabilitas nilai aset bersih (NAB) reksa dana yang memiliki eksposur dominan pada obligasi korporasi.

Meski demikian, investor perlu memahami bahwa stabilitas harga bukan berarti bebas risiko. Kualitas perusahaan penerbit tetap menjadi faktor penting yang harus diperhatikan dalam memilih obligasi korporasi. Oleh karena itu, proses seleksi dan pemantauan emiten menjadi bagian krusial dalam pengelolaan portofolio.

Seleksi Emiten Menjadi Faktor Penting

Tidak semua obligasi korporasi memiliki karakteristik dan kualitas yang sama. Di balik setiap obligasi terdapat perusahaan penerbit yang memiliki kondisi keuangan, prospek bisnis, dan kemampuan pembayaran utang yang berbeda-beda.

Karena itu, proses pemilihan emiten menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi kualitas portofolio reksa dana pendapatan tetap.

Dalam mengelola Avrist Emerald Stable Fund, tim investasi Avrist Asset Management melakukan analisis terhadap berbagai aspek, termasuk profil bisnis perusahaan, kemampuan menghasilkan arus kas, serta kapasitas dalam memenuhi kewajiban pembayaran bunga dan pokok utang.

Selain memilih emiten yang dinilai memiliki kualitas baik, diversifikasi juga menjadi bagian penting dalam strategi pengelolaan portofolio. Dengan memiliki eksposur pada berbagai penerbit dan sektor industri, risiko konsentrasi dapat ditekan sehingga portofolio menjadi lebih seimbang.

Illustration
Sumber: Fund Fact Sheet Reksa Dana, April 2026

Melalui kombinasi seleksi kredit dan diversifikasi tersebut, portofolio dapat dibangun dengan mempertimbangkan keseimbangan antara potensi pendapatan dan pengelolaan risiko.

Bagaimana Strategi Ini Tercermin pada Kinerja?

Kinerja reksa dana pendapatan tetap pada umumnya berasal dari kombinasi beberapa faktor, termasuk pendapatan kupon obligasi yang diterima secara berkala serta pengelolaan portofolio yang dilakukan secara aktif oleh manajer investasi.

Dalam kasus Avrist Emerald Stable Fund, strategi yang berfokus pada obligasi korporasi menjadi salah satu fondasi dalam membangun pertumbuhan nilai investasi. Pendapatan kupon yang diperoleh dari portofolio obligasi dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan NAB seiring waktu, sementara pengelolaan portofolio yang disiplin membantu menjaga kualitas aset yang dimiliki.

Hasilnya, berdasarkan data Bareksa per 21 Mei 2026, Avrist Emerald Stable Fund mencatatkan kinerja sebesar 7,74% dalam satu tahun terakhir.

Grafik Pertumbuhan NAB 1 Tahun Avrist Emerald Stable Fund

Illustration

Sumber: Bareksa

Kinerja tersebut menunjukkan bagaimana strategi investasi yang berfokus pada obligasi korporasi dapat menjadi salah satu pendekatan dalam mengelola portofolio pendapatan tetap.

Pilihan bagi Investor yang Mengutamakan Stabilitas dalam Portofolio Pendapatan Tetap

Setiap instrumen pendapatan tetap memiliki karakteristik yang berbeda dan dapat memainkan peran tersendiri dalam portofolio investasi. SBN dikenal sebagai instrumen yang didukung oleh pemerintah, sementara obligasi korporasi menawarkan karakteristik pasar yang berbeda, termasuk pergerakan harga yang cenderung lebih stabil dalam kondisi tertentu.

Dengan mayoritas portofolio ditempatkan pada obligasi korporasi, Avrist Emerald Stable Fund menghadirkan pendekatan investasi yang mengutamakan kualitas penerbit, diversifikasi, serta pengelolaan risiko yang disiplin.

Bagi investor yang ingin melengkapi portofolio pendapatan tetap dengan eksposur pada obligasi korporasi, Avrist Emerald Stable Fund dapat menjadi salah satu alternatif investasi yang layak dipertimbangkan sesuai profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing.

Fleksibilitas Switching: Lengkapi Portofolio dengan Pasar Uang

Selain investasi berbasis obligasi, investor juga dapat melakukan diversifikasi dengan produk yang lebih likuid seperti reksa dana pasar uang. Avrist Ada Liquid Syariah, yang juga dikelola oleh Avrist AM dan tersedia di Aplikasi Bareksa, bisa jadi pertimbangan. Produk syariah ini mencatatkan return 5,22% dalam setahun terakhir, per 22 Mei 2026 menurut data Bareksa.

Kombinasi antara Avrist Emerald Stable Fund yang berfokus pada obligasi korporasi dan Avrist Ada Liquid Syariah dapat memberikan fleksibilitas bagi investor dalam mengelola alokasi aset sesuai kebutuhan. Investor yang ingin memanfaatkan potensi pertumbuhan dari instrumen pendapatan tetap dapat menempatkan dana pada Avrist Emerald Stable Fund, sementara dana yang disiapkan untuk kebutuhan likuiditas jangka pendek dapat ditempatkan pada Avrist Ada Liquid Syariah.

Dengan tersedianya berbagai pilihan produk dalam satu manajer investasi, investor memiliki keleluasaan untuk melakukan penyesuaian portofolio melalui fitur switching sesuai tujuan investasi masing-masing.

Beli Avrist Emerald Stable Fund

(ADV | hm)

* * *

DISCLAIMER

Konten bersponsor. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksa dana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksa dana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.

Tentang Penulis

* Hanum Kusuma Dewi adalah seorang penulis dengan spesialisasi pada topik bisnis, keuangan, dan investasi. Dengan latar belakang pendidikan di bidang komunikasi dan pengalaman 8+ tahun di pasar modal, Hanum juga melakukan riset untuk membuat konten yang menarik dan informatif di berbagai topik.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.215

Up0,17%
Up1,39%
Up0,71%
Up7,16%
Up19,45%
Up14,15%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.171,53

Down- 0,15%
Up1,92%
Up1,41%
Up6,70%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.204,44

Up0,41%
Up2,18%
Up1,66%
Up7,42%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.036,05

Down- 1,23%
Up0,05%
Down- 1,10%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua