Daftar Top 5 Reksa Dana versi Bareksa Barometer Kinerja April, Referensi Mei 2026
Daftar top 5 reksa dana versi Bareksa Barometer April 2026 lengkap dengan kinerja 1 tahun, tren pasar terkini, dan panduan memilih sesuai profil risiko di tengah volatilitas.

Daftar top 5 reksa dana versi Bareksa Barometer April 2026 lengkap dengan kinerja 1 tahun, tren pasar terkini, dan panduan memilih sesuai profil risiko di tengah volatilitas.
Bareksa - Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pasar modal Indonesia pada April 2026 bergerak dinamis di tengah ketidakpastian global. IHSG tercatat di level 6.956,8 atau turun 1,30% secara bulanan (MTM) dan melemah 19,55% secara year to date (YTD), sementara investor asing masih membukukan net sell Rp17,02 triliun.
Di sisi lain, likuiditas pasar tetap terjaga dengan rata-rata transaksi harian Rp18,51 triliun dan spread relatif rendah. Pasar obligasi juga mencatat pergerakan positif, tercermin dari indeks obligasi Indonesia (ICBI) yang naik 0,74% serta mulai adanya aliran dana asing masuk ke pasar Surat Berharga Negara (SBN).
Kondisi tersebut mendorong investor lebih selektif dalam memilih instrumen investasi, termasuk meningkatkan perhatian pada reksadana berbasis obligasi dan pasar uang yang umumnya memiliki fluktuasi lebih rendah dibanding reksadana saham.
Promo Terbaru di Bareksa
Daftar Top Reksadana di Bareksa Barometer
Berikut daftar top 5 reksadana versi Bareksa Barometer April 2026 di tiap kategori berdasarkan penilaian Bareksa terhadap kinerja, dana kelolaan (AUM), dan tata kelola yang baik (GCG).
Top 5 Reksadana Saham
Produk | Skor | AUM April 2026 | Imbal Hasil 1 Tahun |
|---|---|---|---|
Sucorinvest Maxi Fund | ⭐5,0 | Rp1,17 triliun | 58,38% |
Bahana Primavera Plus | ⭐4,5 | Rp56,58 miliar | 18,31% |
Schroder Dana Istimewa | ⭐4,5 | Rp304,19 miliar | 16,98% |
Sucorinvest Equity Fund Kelas A | ⭐4,5 | Rp1,57 triliun | 18,77% |
BNP Paribas Solaris | ⭐4,5 | Rp344,59 miliar | 4,58% |
Sumber: Bareksa Barometer April 2026, imbal hasil per 11/5/2026
Insight: Kategori saham masih menunjukkan persaingan ketat di tengah volatilitas pasar. Produk dengan strategi aktif dan dana kelolaan besar masih mendominasi peringkat atas.
Tren:
Produk Sucorinvest kembali mendominasi kategori saham
Dana kelolaan besar masih menjadi perhatian investor
Investor cenderung lebih selektif memilih reksadana saham dengan rekam jejak konsisten.
Top 5 Reksadana Pendapatan Tetap
Produk | Skor | AUM April 2026 | Imbal Hasil 1 Tahun |
|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara | ⭐5,0 | Rp257,61 miliar | 7,66% |
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | ⭐5,0 | Rp3,32 triliun | 7,25% |
KIM Fixed Income Fund Plus | ⭐4,5 | Rp5,90 triliun | 9,77% |
STAR Stable Amanah Sukuk | ⭐4,5 | Rp1,57 triliun | 7,66% |
STAR Stable Income Fund Kelas Utama | ⭐4,0 | Rp14,03 triliun | 7,51% |
Sumber: Bareksa Barometer April 2026, imbal hasil per 11/5/2026
Insight: reksadana pendapatan tetap tetap diminati di tengah pasar saham yang fluktuatif. Namun, investor tetap perlu memahami bahwa reksadana obligasi memiliki risiko pasar dan nilainya dapat naik maupun turun mengikuti kondisi suku bunga dan pasar obligasi.
Tren:
Produk berbasis sukuk dan obligasi masih menarik perhatian investor
Dana kelolaan kategori fixed income relatif besar
Minat terhadap instrumen berfluktuasi lebih rendah dibanding saham meningkat
Top 5 Reksadana Campuran
Produk | Skor | AUM April 2026 | Imbal Hasil 1 Tahun |
|---|---|---|---|
Syailendra Balanced Opportunity Fund Kelas A | ⭐4,5 | Rp1,42 triliun | 45,78% |
Jarvis Balanced Fund | ⭐4,5 | Rp134,02 miliar | 44,61% |
Sucorinvest Citra Dana Berimbang | ⭐4,5 | Rp215,03 miliar | 38,61% |
Sucorinvest Flexi Fund | ⭐4,0 | Rp128,81 miliar | 23,34% |
TRIM Syariah Berimbang | ⭐3,5 | Rp173,13 miliar | 25,47% |
Sumber: Bareksa Barometer April 2026, imbal hasil per 11/5/2026
Insight: reksadana campuran menjadi alternatif bagi investor yang ingin diversifikasi antara saham, obligasi, dan pasar uang dalam satu produk.
Tren:
Strategi fleksibel masih relevan di pasar dinamis
Produk campuran syariah mulai semakin kompetitif
Diversifikasi aset menjadi perhatian investor
Top 5 Reksadana Pasar Uang
Produk | Skor | AUM April 2026 | Imbal Hasil 1 Tahun |
|---|---|---|---|
Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia | ⭐4,5 | Rp2,34 triliun | 4,96% |
KIM Money Market Fund | ⭐4,5 | Rp1,68 triliun | 5,1% |
Insight Money Syariah | ⭐4,0 | Rp658,80 miliar | 5,76% |
Sucorinvest Sharia Money Market Fund | ⭐4,0 | Rp8,19 triliun | 4,63% |
Insight Money | ⭐4,0 | Rp537 miliar | 5,62% |
Sumber: Bareksa Barometer April 2026, imbal hasil per 11/5/2026
Insight: reksadana pasar uang masih menjadi pilihan investor yang mengutamakan likuiditas dan fluktuasi lebih rendah dibanding kategori lain.
Tren:
Dana kelolaan pasar uang tetap besar
Produk syariah semakin kompetitif
Investor cenderung memanfaatkan pasar uang untuk pengelolaan dana jangka pendek
Top 5 Reksadana Indeks
Produk | Skor | AUM April 2026 | Imbal Hasil 1 Tahun |
|---|---|---|---|
BNP Paribas IDX Growth30 | ⭐3,0 | Rp229,54 miliar | 1,98% |
Allianz SRI KEHATI Index Fund | ⭐3,0 | Rp127,54 miliar | -2,6% |
BNP Paribas Sri Kehati Kelas RK1 | ⭐3,0 | Rp2,38 triliun | -1,41% |
BRI Indeks Syariah | ⭐3,0 | Rp112,11 miliar | -1,37% |
Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund Kelas A | ⭐3,0 | Rp423,32 miliar | -0,69% |
Sumber: Bareksa Barometer April 2026, imbal hasil per 11/5/2026
Insight: reksadana indeks tetap relevan bagi investor jangka panjang yang ingin mengikuti pergerakan indeks acuan dengan strategi pasif.
Tren:
Indeks ESG masih diminati
Pergerakan kinerja mengikuti dinamika IHSG
Produk indeks syariah tetap mendapat perhatian investor
Top 5 Reksadana USD
Produk | Skor | AUM April 2026 | Imbal Hasil 1 Tahun |
|---|---|---|---|
Eastspring Syariah Equity Islamic Asia Pacific USD Kelas A | ⭐4,5 | Rp100,22 miliar | 125,05% |
STAR Fixed Income Dollar | ⭐4,0 | Rp298,13 miliar | 4,23% |
STAR Fixed Income NEO AI Dollar | ⭐4,0 | Rp12,17 miliar | 4,34% (1 bulan) |
Eastspring Syariah Greater China Equity USD Kelas A | ⭐3,5 | Rp167,92 miliar | 53,13% |
Mandiri Money Market USD | ⭐3,5 | Rp9,59 triliun | 2,8% |
Sumber: Bareksa Barometer April 2026, imbal hasil per 11/5/2026
Insight: reksadana USD dimanfaatkan sebagian investor untuk diversifikasi global dan eksposur mata uang dolar AS. Namun, investor tetap perlu memperhatikan risiko nilai tukar dan volatilitas pasar global.
Tren:
Diversifikasi global semakin diperhatikan
Produk berbasis Asia dan China masih relevan
Dana kelolaan terbesar masih berada di pasar uang USD
Kesimpulan
Penilaian Bareksa Barometer April 2026 menunjukkan perbedaan karakteristik di tiap kategori reksadana. Investor cenderung lebih selektif di tengah volatilitas pasar global dan domestik.
Tren utama April 2026:
Minat terhadap instrumen dengan fluktuasi relatif lebih rendah meningkat
reksadana saham tetap menarik bagi investor agresif
Diversifikasi global dan produk syariah semakin diperhatikan
Dana kelolaan besar masih menjadi salah satu perhatian investor
Catatan penting: Kinerja historis tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor tetap perlu menyesuaikan pilihan investasi dengan profil risiko, tujuan investasi, dan jangka waktu masing-masing.
FAQ
1. Apakah daftar ini merupakan rekomendasi investasi?
Tidak. Daftar ini bersifat informatif berdasarkan data Bareksa Barometer April 2026 dan bukan ajakan membeli atau menjual produk tertentu.
2. Apakah reksadana obligasi bebas risiko?
Tidak. reksadana pendapatan tetap tetap memiliki risiko pasar, termasuk perubahan suku bunga dan harga obligasi.
3. Bagaimana memilih reksadana yang sesuai?
Sesuaikan dengan profil risiko, tujuan investasi, dan horizon waktu investasi.
4. Mengapa kinerja tiap reksadana berbeda?
Dipengaruhi strategi pengelolaan, komposisi aset, kondisi pasar, dan kebijakan investasi masing-masing produk.
5. Apakah reksadana pasar uang paling rendah risikonya?
Secara umum fluktuasinya lebih rendah dibanding kategori lain, namun tetap memiliki risiko investasi.
Investasi di Aplikasi Reksadana Terbaik - Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksadana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksadana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Romainah/Reynaldi/AM)
Tentang Penulis
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist
di PT Bareksa Marketplace Indonesia dengan pengalaman lebih dari 12
tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP,
ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta
analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister
Ekonomi dari Universitas Trisakti.
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.214,07 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.170,32 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.202,42 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.045 | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
