IHSG Tembus 9.000! Apa Strategi Investor Selanjutnya?
IHSG cetak rekor 9.000. Saham non-blue chip jadi penggerak. Apa langkah investor selanjutnya saat pasar saham sudah tinggi?

IHSG cetak rekor 9.000. Saham non-blue chip jadi penggerak. Apa langkah investor selanjutnya saat pasar saham sudah tinggi?
Bareksa - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) resmi menorehkan sejarah baru. Pada 8 Januari 2026, IHSG menyentuh level 9.002 (intraday), tertinggi sepanjang masa.
Lonjakan ini berlanjut pada penutupan sesi I Rabu (14/1), IHSG menembus 9.028,22 atau naik 0,89% dari hari sebelumnya. Sejak awal tahun (YTD), IHSG sudah naik 4,05%.
Angka ini bukan hanya simbol optimisme pasar, tetapi juga memunculkan satu pertanyaan besar di benak investor: setelah 9.000, apa langkah berikutnya?
Promo Terbaru di Bareksa
Apa yang Terjadi?
Kenaikan IHSG kali ini punya cerita menarik. Sejak April 2025, ketika tensi perang dagang global mereda, IHSG dan indeks saham unggulan LQ45 sempat naik beriringan. Namun, sejak Juli 2025, polanya berubah.
IHSG terus menanjak, sementara LQ45 cenderung bergerak mendatar. Artinya, kenaikan indeks kini lebih banyak didorong saham non-blue chip, bukan lagi saham-saham besar yang biasanya menjadi andalan.
Para analis rata-rata mematok target IHSG 2026 di kisaran 9.000–10.000. Dengan rekor terbaru ini, target terendah sudah tercapai lebih awal.
Kenapa Ini Penting?
Level 9.000 membuat pasar saham berada di persimpangan jalan.
- Investor yang sudah untung besar wajar jika mulai mempertimbangkan ambil untung.
- Investor yang masih percaya IHSG bisa ke 10.000 melihat peluang lanjutan masih terbuka.
- Investor yang baru masuk atau takut ketinggalan justru menghadapi dilema: masuk sekarang terasa mahal, tapi keluar dari pasar juga berisiko kehilangan peluang.
Kondisi ini menandakan satu hal: risiko makin selektif, dan strategi “ikut indeks saja” tidak lagi selalu aman.
Lalu Apa Strategi Investasinya?
Di saat IHSG sudah tinggi dan pergerakan saham makin tidak merata, reksadana campuran menjadi salah satu solusi jalan tengah.
Reksadana campuran punya fleksibilitas untuk berpindah antara saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, menyesuaikan kondisi pasar. Saat saham sedang panas, manajer investasi bisa lebih defensif. Saat peluang muncul, porsi saham bisa kembali ditingkatkan.
Pilihan Reksadana Campuran yang Bisa Dipertimbangkan
Berdasarkan data Bareksa per 7 Januari 2026, berikut beberapa reksadana campuran dengan kinerja menonjol:
- Sucorinvest Anak Pintar: imbal hasil 1 tahun 57,13%
- Sucorinvest Citra Dana Berimbang: 50,98%
- Syailendra Balanced Opportunity Fund Kelas A: 46,94%
- Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A: 5,5% sejak diluncurkan (20 Agustus 2025)
Tabel: Reksadana Campuran Pilihan
Reksadana Campuran | Imbal Hasil 1 Tahun |
|---|---|
Sucorinvest Anak Pintar | 57,13% |
Sucorinvest Citra Dana Berimbang | 50,98% |
Syailendra Balanced Opportunity Fund Kelas A | 46,94% |
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A* | 5,5% |
Sumber: Bareksa, kinerja per 7/1/2026, *Eastspring 20 Agustus 2025-7 Januari 2026
Produk terbaru seperti Eastspring Syariah Mixed Asset Fund menunjukkan pola yang relatif stabil, namun tetap ikut menikmati kenaikan saat pasar saham menguat—cocok bagi investor yang ingin lebih defensif tanpa sepenuhnya meninggalkan peluang.
Kesimpulan
IHSG tembus 9.000 bukan akhir cerita, tapi titik evaluasi.
- Puas di level ini? Ambil untung adalah pilihan rasional.
- Yakin ke 10.000? Tetap di pasar, tapi lebih selektif.
- Bingung dan anti-FOMO? Reksadana campuran bisa jadi solusi penyeimbang.
Di tengah euforia pasar, strategi terbaik bukan mengejar sensasi, melainkan menyesuaikan investasi dengan tujuan dan profil risiko.
Investasi di Aplikasi Reksadana Terbaik - Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksadana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksadana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Christian Halim/AM)
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist di PT Bareksa Marketplace Indonesia dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
Disclaimer:
Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.210,31 | ||||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.188,85 | - | - | ||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.160,55 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.053,01 | - | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
