BeritaArrow iconReksa DanaArrow iconArtikel

Reksadana 2026 Diuntungkan Bunga Turun, Ini Strategi Investor Biar Hasil Lebih Optimal

Abdul Malik06 Januari 2026
Tags:
Reksadana 2026 Diuntungkan Bunga Turun, Ini Strategi Investor Biar Hasil Lebih Optimal
Ilustrasi seorang investor sedang menyiapkan strategi investasinya di reksadana pada tahun 2026. (Shutterstock)

Suku bunga diperkirakan turun hingga 2027. Simak peluang reksa dana 2026, strategi diversifikasi, dan pilihan jenis reksa dana yang dinilai paling diuntungkan.

Bareksa - Memasuki 2026, pasar keuangan berada di fase penurunan suku bunga. Kebijakan bank sentral yang lebih longgar membuka peluang bagi berbagai instrumen investasi, terutama reksa dana.

Data Bareksa menunjukkan, sepanjang 2025 reksadana campuran menjadi salah satu instrumen dengan kinerja terbaik, mengungguli banyak jenis reksadana lain. Ini menegaskan pentingnya diversifikasi dalam menghadapi pasar yang bergejolak.

Kinerja Indeks Saham dan Indeks Reksa Dana 2025

Instrumen Investasi
Return YtD (%)

Reksadana (RD)


RD Pasar Uang

4,7%

RD Pendapatan Tetap

7,5%

RD Campuran

15,8%

RD Indeks

3,3%

RD Saham

9%

Indeks Saham


IHSG

20%

LQ45

2,3%

INFOBANK15

-9%

Sumber: Bareksa, data YtD per Nov 2025

Promo Terbaru di Bareksa

Kenapa Ini Penting untuk Investor?

Saat suku bunga turun, imbal hasil obligasi ikut menurun, tetapi harga obligasi justru naik. Kondisi ini menguntungkan reksadana yang memiliki portofolio obligasi, seperti reksadana pendapatan tetap dan reksadana campuran.

Yield Acuan Obligasi Mengikuti Penurunan Suku Bunga

Illustration

Di sisi lain, pasar saham masih berpotensi naik, namun dengan volatilitas yang tetap ada. Kombinasi saham dan obligasi dalam satu produk membuat reksadana campuran lebih fleksibel menghadapi perubahan siklus ekonomi.

Strategi Apa yang Bisa Dilakukan Investor?

Untuk menghadapi 2026, investor tidak perlu memilih satu instrumen saja. Strategi diversifikasi menjadi kunci.

Reksadana campuran bisa menjadi booster portofolio karena menyeimbangkan potensi pertumbuhan dan risiko.

Tabel: Reksadana Campuran Pilihan 2026

Reksadana Campuran
3 Bulan (%)
YTD (%)
1 Tahun (%)

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

3,2

-

-

Syailendra Balanced Opportunity Fund Kelas A

23,99

35,81

36,43

Sucorinvest Anak Pintar

23,26

36,87

33,65

Sumber: Bareksa, return per 5 Des 2025

Reksadana pendapatan tetap berperan sebagai penopang stabilitas, terutama dari obligasi tenor menengah.

Reksadana pasar uang berfungsi sebagai penyeimbang risiko sekaligus menjaga likuiditas.

Tabel: Reksadana Obligasi dan Pasar Uang Pilihan 2026

RD Pendapatan Tetap​
3 Bulan (%)
YTD (%)
1 Tahun (%)

Avrist Emerald Stable Fund

2,72

10,55

10,08

Kisi Fixed Income Fund Plus

2,75

10,1

10,64

Allianz Fixed Income Fund 2

2,7

10,45

10,23

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

2,56

9,43

11,11

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

2,57

9,41

9,62

RD Pasar Uang

3 Bulan (%)

YTD (%)

1 Tahun (%)

Bahana Likuid Syariah Kelas G

1,25

4,89

5,25

Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia

1,24

4,96

5,31

Setiabudi Dana Pasar Uang

1,32

5,13

5,53

Syailendra Sharia Money Market Fund

1,29

5,17

5,54

Trimegah Kas Syariah

1,23

4,9

5,27

Sumber: Bareksa, return per 5 Des 2025

Kombinasi ketiganya dinilai lebih siap menghadapi era suku bunga turun dibandingkan strategi satu instrumen saja.

Kesimpulan

Era suku bunga turun di 2026 membuka peluang bagi investor reksa dana. Pengalaman 2025 menunjukkan, portofolio yang terdiversifikasi lebih tangguh dan konsisten. Dengan menempatkan reksadana campuran sebagai motor utama, serta didukung reksadana obligasi dan pasar uang, investor dapat mengoptimalkan potensi hasil dengan risiko yang lebih terukur.

Investasi reksa dana kini lebih praktis dan aman melalui Super App Investasi Bareksa.

Investasi di Aplikasi Reksadana Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksadana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksadana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.

Beli Reksadana di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/Christian Halim/AM)

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist di PT Bareksa Marketplace Indonesia dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

Disclaimer:

Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.209,11

Up0,75%
Up5,42%
Up0,22%
Up10,07%
Up20,47%
Up9,75%

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.186,2

Up0,50%
Up4,68%
Up0,12%
Up9,01%
--

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.156,68

Up0,50%
Up4,57%
Up0,13%
Up9,79%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.055,03

Up2,11%
-
Up0,71%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua