Kapan Waktu Tepat Beli Reksadana? Ini Cara dan Hasil Investasi Rutin 5 Tahun

Reksadana Syailendra Pendapatan Tetap Premium mencatat return 51,88% dalam lima tahun terakhir
Hanum Kusuma Dewi • 14 Dec 2022
cover

Ilustrasi jam dan tumpukan koin yang menggambarkan waktu sebagai teman terbaik para investor dalam melakukan investasi. (shutterstock)

Bareksa.com - Investasi adalah menanam modal di aset-aset keuangan dengan harapan meraih keuntungan dari pertumbuhan nilai pada masa depan. Banyak yang sudah paham definisi investasi tersebut, tetapi masih ada yang meragukan kapan waktu terbaik untuk memulai investasi, termasuk di reksadana

Orang awam mengira bahwa investasi itu bisa dilakukan kalau sudah punya uang banyak, atau sudah kaya raya. Akan tetapi, bagaimana jalan menuju kaya tersebut? Bukankah investasi adalah jalan menuju kaya atau financial freedom

Makanya, investasi secara rutin meski dengan nominal kecil, bisa menjadi jalan untuk mencapai kebebasan finansial. Termasuk dengan membeli reksadana yang terjangkau, mulai dari Rp50.000, setara secangkir kopi di kafe kekinian. 

Jadi, kapan waktu yang tepat untuk mulai investasi reksadana? Jawabannya adalah sedini mungkin, atau sekarang juga, agar kamu bisa segera meraih tujuan keuangan kamu. 

Lantas, bagaimana caranya agar bisa meraih hasil maksimal dari investasi dengan modal kecil? Dalam dunia investasi, ada strategi bernama Dollar Cost Averaging (DCA), atau membeli rutin secara bertahap. 

Dalam DCA, investor membeli reksadana dengan jumlah uang yang sama secara rutin, tanpa melihat kondisi pasar. Dengan strategi ini, investor dapat menurunkan biaya rata-rata investasi, dan meminimalisir volatilitas nilai investasi. 

Misalnya, investor bisa membeli reksadana senilai Rp1 juta setiap bulan di tanggal gajian. Apapun yang terjadi pada pasar, investor tetap membeli reksadana sehingga jumlah unit yang investor miliki tetap bertambah. 

Simulasi Investasi Reksadana

Untuk memahami hal ini, mari gunakan simulasi reksadana. Contohnya, investor memilih reksadana Syailendra Pendapatan Tetap Premium, yang masuk Top 5 Reksadana Pendapatan Tetap di super app investasi Bareksa. 

Grafik Simulasi Investasi Reksadana

Sumber: Bareksa.com 

Kalau investor secara rutin beli reksadana pendapatan tetap ini senilai Rp1 juta per bulan selama 5 tahun, maka total modal investasi menjadi Rp60 juta. Ditambah dengan imbal hasil (return) investasi senilai Rp14,47 juta, maka total hasil investasi selama 5 tahun menjadi Rp74,47 juta. 

Nah, hasil investasi senilai Rp74,47 juta tersebut bisa digunakan untuk berbagai tujuan keuangan. Misalnya, biaya melanjutkan kuliah S2, membeli kendaraan, uang muka KPR rumah, modal biaya pernikahan, atau liburan ke luar negeri. 

Investasi reksadana, dengan cara DCA, bisa menjadi solusi bagi investor mengumpulkan uang dengan modal kecil. Disiplin dan konsisten menjadi kunci agar investasi tersebut mencapai target keuangan investor. 

Reksadana Pendapatan Tetap Terbaik

Simulasi investasi reksadana di atas menggunakan produk Syailendra Pendapatan Tetap Premium (SPTP). Reksadana pendapatan tetap ini merupakan salah satu produk terbaik yang tersedia di super app Bareksa. 

Buktinya, Syailendra Pendapatan Tetap Premium mendapatkan penghargaan di Bareksa-Kontan Fund Awards Tahun 2022, untuk kategori Pendapatan Tetap Konvensional 5 Tahun Terbaik. Hasil penilaian reksadana di perhelatan tahunan ini sangat independen, tidak dipengaruhi kepentingan marketing apapun, serta mengedepankan parameter governance

Reksadana yang sudah meluncur sejak Maret 2017 ini mendapatkan nilai 4,59 dari skala 5 di Barometer Bareksa, yang artinya sangat baik. Barometer untuk penilaian ini tidak hanya mengukur return, tetapi juga mempertimbangkan risiko serta aspek tata kelola dan reputasi manajer investasi. 

Dalam lima tahun terakhir, per 13 Desember 2022, reksadana SPTP mencatat return 51,88%. Return itu merupakan yang tertinggi untuk kategori pendapatan tetap di super app Bareksa. 

Adapun kebijakan investasi reksadana ini adalah sebagai berikut: 

  • Minimum 80% dan maksimum 100% dari nilai aktiva bersih berada pada efek bersifat utang atau sukuk negara atau korporasi yang diperdagangkan di Indonesia dan luar negeri

  • Minimum 0% dan maksimum 15% dari nilai aktiva bersih berada pada efek bersifat saham yang diperdagangkan di Indonesia dan luar negeri

  • Minimum 0% dan maksimum 20% dari nilai aktiva bersih pada pasar uang dengan jatuh tempo kurang dari setahun atau deposito

Kemudian, menurut Fund Fact Sheet November 2022, alokasi portofolio reksadana ini adalah 92,61% pada obligasi dan 7,39% di pasar uang. 

Fund Fact Sheet per November 2022 untuk Reksadana Syailendra Pendapatan Tetap Premium juga menunjukkan 10 aset terbesar (top holdings) reksadana ini, yaitu: 

  • BBRI01BGNCN1

  • FR0070

  • FR0082

  • FR0096

  • LPPI01ACN1

  • OPPM03B

  • SIBMTR03BCN2

  • SMINKP02BCN2

  • SMPIDL01A23

  • TDP-VICSEN

Reksadana SPTP memiliki risiko moderat dan cocok untuk investor dengan tujuan keuangan jangka menengah, sekitar 2-5 tahun. Investor bisa membeli reksadana ini di super app Bareksa dengan modal mulai Rp50.000. 

Ayo, jangan tunda lagi mulai investasi reksadana sekarang, agar segera mencapai financial freedom

(ADV | hm) 

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini

- Beli reksadana, klik tautan ini

- Beli emas, klik tautan ini

- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​

- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore

- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Konten bersponsor. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.