Bangun Smelter Rp16 T Buat Saham ADMR Terbang, Jadi Portofolio 4 Reksadana Ini

Harga saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) pada Rabu ditutup melonjak 10,11% ke level Rp1.960 per saham
Abdul Malik • 15 Sep 2022
cover

Ilustrasi billet aluminium di sebuah pabrik. Proyek smelter aluminium senilai Rp16 triliun yang digarap oleh PT Adaro Minerals Indonesia Tbk jadi sentimen positif yang membuat saham ADMR terbang. Reksadana dengan portofolio saham ADMR juga berpeluang cuan. (Shutterstock)

Bareksa.com - Harga saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) bergerak atraktif pada perdagangan Rabu (14/9/2022). Kemarin, saham ADMR ditutup melonjak 10,11% ke level Rp1.960 per saham.

Antusiasme pelaku pasar tercermin dari aktivitas transaksi saham ADMR yang mencapai Rp569,55 miliar, yang merupakan nilai transaksi terbesar keempat di bursa pada perdagangan kemarin.

Kenaikan kemarin terbilang cukup mengesankan di tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami koreksi -0,54%. Selain itu, kenaikan kemarin meneruskan tren dua hari sebelumnya di mana saham ADMR juga ditutup menguat 1,48% (Senin) dan 4,39% (Selasa).

Melansir Bisnis, ADMR menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) US$1,1 miliar atau setara Rp16,32 triliun (kurs JISDOR 14.839) untuk pembangunan smelter aluminium di kawasan industri Kalimantan Utara.

Direktur Adaro Minerals Wito Krisnahadi mengatakan dana US$1,1 miliar tersebut akan dibiayai dari ekuitas dan juga pinjaman bank. Wito menyebut saat ini manajemen ADMR sudah berkomunikasi dengan beberapa bank untuk membiayai proyek tersebut.

“Kita saat ini sudah mendapatkan soft commitment di mana bank-bank tersebut sudah stand by untuk ready membiayai proyek ini,” ujar Wito dalam Public Expose 2022 pada Selasa (13/9/2022).

Untuk diketahui, ADMR tengah berencana membangun smelter aluminium di Kalimantan Utara. Proyek ini yang digadang-gadang turut diminati raksasa Korea Selatan, Hyundai.

Saat ini, proses pengerjaan proyek masih dalam tahap awal seperti persiapan infrastruktur penunjang sehingga alat berat bisa masuk dan pembebasan lahan. "Untuk pembebasan lahan sudah hampir 100 persen," kata Wito.

Pembangunan smelter dilakukan secara bertahap. Tahap pertama ditargetkan rampung pada kuartal pertama 2025.

Reksadana dengan Underlying Asset Saham ADMR

Dengan adanya sentimen positif terhadap saham ADMR, menarik untuk mengetahui kira-kira produk reksadana apa saja yang memiliki saham ini dalam portofolionya. 

Berikut reksadana di Bareksa yang tercatat menjadikan saham ADMR sebagai underlying asset dalam portofolionya.

Sumber : Bareksa

Berdasarkan penelusuran Bareksa dari fund fact sheet yang ada, terdapat 4 produk reksadana yang tercatat memiliki saham ADMR dalam portofolionya, di mana 3 di antaranya berjenis saham dan 1 lainnya berjenis campuran.

Empat reksadana itu ialah Batavia Dana Saham, BNP Paribas Solaris, Jarvis Balanced Fund dan TRAM Infrastructure Plus

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(KA01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.