Daftar Reksadana Saham Terbesar Juni 2022, Kelolaan Hingga Rp9,4 Triliun

Schroder Dana Prestasi Plus masih menempati posisi pertama produk reksadana saham dengan dana kelolaan terbesar
Hanum Kusuma Dewi • 14 Jul 2022
cover

Ilustrasi analis investor reksadana saham obligasi negara sedang memantau pergerakan grafik saham dan investasi melalui laptop dan smartphone untuk mengambil strategi langkah switching. (shutterstock)

Bareksa.com - Smart investor sedang mencari produk reksadana saham tapi masih bingung untuk memutuskan pilih yang mana? 

Selain reputasi manajer investasi, smart investor bisa memilih reksadana berdasarkan kinerja dan dana kelolaan. Dana kelolaan atau asset under management/AUM, bisa jadi satu indikator kepercayaan investor untuk menaruh dana dalam produk reksadana, meski tidak selalu mencerminkan kinerja reksadana.

Nah, berikut daftar produk reksadana saham dengan kelolaan terbesar Juni 2022 yang mungkin bisa jadi pertimbangan. 

Schroder Dana Prestasi Plus tercatat bertahan menempati posisi puncak dari 20 top produk reksadana saham dengan dana kelolaan terbesar pada akhir bulan lalu.

Kemudian, ​Batavia Dana Saham menyusul berada di posisi ke-2, dan ​Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS pada posisi ke-3 reksadana saham terbesar. Selanjutnya pada posisi ke-4 terdapat Ashmore Dana Ekuitas Nusantara dan ​Manulife Dana Saham Kelas A di posisi ke-5.

Baca juga Daftar 10 Reksadana Saham Terbaik Semester I 2022, Cuan 11 - 25 Persen

Lebih lanjut daftar top 20 produk reksadana saham dengan kelolaan terbesar pada bulan lalu, terdapat dalam tabel di bawah ini. Isi tabel menunjukkan nilai asset under management (AUM) dalam denominasi rupiah, meski ada sejumlah reksadana saham yang berinvestasi dalam denominasi dolar AS.

Daftar 20 Produk Reksadana Saham dengan Kelolaan Terbesar Juni 2022

Sumber: Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report June 2022

Pertumbuhan Kelolaan Tertinggi

Sementara itu produk reksadana saham dengan pertumbuhan kelolaan terbesar sepanjang tahun berjalan/YTD adalah Manulife Saham Andalan, yakni tumbuh hingga sebesar 35 persen.

Dilihat secara bulanan/MOM, Manulife Dana Saham Kelas A dan Manulife Greater Indonesia Fund tercatat sebagai dua produk reksadana saham dengan pertumbuhan kelolaan paling besar yakni masing-masing tumbuh 22 persen.

Dari daftar 20 reksadana saham terbesar secara dana kelolaan, ada 6 reksadana rupiah dan 3 reksadana dolar yang tersedia di marketplace reksadana Bareksa, yaitu:

Baca juga Bareksa Insight : Inflasi AS Juni Melesat 9,1 Persen, Apa yang Harus Dilakukan Investor?

Reksadana Saham Adalah

Sesuai dengan namanya, reksadana saham mayoritas berinvestasi di aset saham atau ekuitas. Makanya, reksadana saham menjadi salah satu jenis reksadana yang paling banyak dikenal masyarakat.

Reksadana saham sendiri merupakan cara lain untuk berinvestasi di saham secara tidak langsung. Dengan jumlah dana yang terjangkau investor bisa berinvestasi di saham dan tidak perlu repot-repot menganalisa dan memonitor saham yang dibeli.

Seperti dilansir dari laman resmi Schroders Indonesia, reksadana saham wajib berinvestasi minimum 80 persen di saham. Reksadana saham yang termasuk dalam reksadana terbuka ini merupakan reksadana yang memberikan potensi hasil investasi lebih tinggi dibandingkan ketiga jenis reksadana lainnya (pasar uang, pendapatan tetap dan campuran).

Dengan waktu bersamaan, potensi imbal hasil reksadana saham juga disertai dengan risiko yang lebih tinggi pula. Reksadana saham sesuai untuk investor yang memiliki profil risiko agresif untuk tujuan jangka panjang, lebih dari 5 tahun.

Racikan portofolio saham di dalam reksadana saham bisa bermacam-macam. Misalnya, reksadana saham big cap maka berinvestasi mayoritas di saham berkapitalisasi besar di bursa atau, reksadana saham small-mid cap yakni berinvestasi mayoritas di saham-saham berkapitalisasi kecil-menengah di bursa.

Investor, jenis dan produk investasi apapun yang dipilih agar selalu disesuaikan dengan tujuan dan jangka waktu investasi, serta profil risiko Anda ya!

Sebagian isi artikel ini merupakan cuplikan dari laporan bulanan industri reksadana Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report June 2022. Untuk berlangganan laporan ini silakan hubungi [email protected] (cc: [email protected]).

Baca juga Investasi Pakai Robo Advisor Bareksa, Raih Reksadana Hingga Rp50 Ribu

(Martina Priyanti/Tim Data/hm)

***

​Ingin berinvestasi aman di reksadana online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.