Sri Mulyani Optimistis Ekonomi Q2 Naik 5,3 Persen, 10 Reksadana Ini Juara Cuan Sepekan

Pada periode perdagangan 20 - 24 Juni 2022, IHSG mencatatkan penguatan 1,53 persen di level 7.042,94
Abdul Malik • 27 Jun 2022
cover

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (Shutterstock)

Bareksa.com - Setelah mengalami koreksi mingguan selama 2 pekan beruntun, pasar saham Tanah Air akhirnya mampu bangkit di pekan keempat Juni 2022 sekaligus kembali menembus level psikologis 7.000.

Pada periode perdagangan 20 - 24 Juni 2022, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya melemah satu hari pada perdagangan Rabu (22/6), sementara sisanya berhasil ditutup di zona hijau. Alhasil secara mingguan IHSG mencatatkan penguatan 1,53 persen dengan berakhir di level 7.042,94. 

Namun di sisi lain, sepanjang pekan lalu investor asing terlihat lebih dominan keluar dari pasar saham Tanah Air dengan catatan aksi jual bersih (net sell) yang mencapai Rp1,73 triliun di pasar reguler.

Katalis positif datang dari Wall Street. Bursa saham Amerika Serikat (AS) yang akhirnya kompak menghijau pekan lalu pasca pengumuman kenaikan inflasi AS dan kebijakan The Fed menaikkan suku bunga AS. Kenaikan tersebut mematahkan pelemahan yang telah terjadi di Wall Street dalam tiga pekan beruntun.

Menguatnya bursa saham AS menjadi angin segar setelah ambruk pada hari sebelumnya di tengah kekhawatiran terjadinya resesi, melambatnya perekonomian global, serta suku bunga acuan bank sentral utama dunia lain yang juga ikut merangkak naik.

Selain itu, keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan, optimisme membaiknya perekonomian domestik, ambruknya sejumlah komoditas, dan kekhawatiran resesi masih menjadi latar belakang yang membayangi pergerakan pasar hari ini. Keputusan BI mempertahankan suku bunga acuan diharapkan bisa menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani bahkan optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa menembus 4,8 - 5,3 persen di kuartal II tahun ini. Artinya, pertumbuhan ekonomi akan melewati pencapaian kuartal I 2022 yang tercatat 5,01 persen.

Suku bunga BI yang tetap dijaga di 3,5 persen juga diharapkan bisa berdampak positif ke perusahaan yang bergerak di sektor keuangan, konsumer primer, dan otomotif. Dengan tidak ada kenaikan bunga maka penjualan rumah dan kendaraan serta konsumsi rumah tangga diharapkan meningkat.

Kinerja Seluruh Jenis Reksadana Menguat

Kondisi pasar saham yang mengalami kenaikan pada pada pekan lalu, secara umum turut mendorong kinerja seluruh jenis reksadana kompak menguat, di mana yang berbasis saham mencatatkan kinerja terbaik.

Sumber: Bareksa

Berdasarkan data Bareksa,indeks reksadana saham menjadi yang paling cemerlang pada pekan lalu dengan apresiasi 0,81 persen, disusul oleh indeks reksadana campuran dengan kenaikan 0,61 persen. Sementara itu, indeks reksadana pendapatan tetap dan indeks reksadana pasar uang juga berhasil mengalami penguatan masing-masing 0,37 persen dan 0,04 persen.

Sumber : Bareksa

Kemudian di sisi lain, top 10 produk reksadana yang berhasil mencatatkan imbal hasil (return) mingguan tertinggi pada pekan lalu memang terlihat didominasi oleh reksadana yang bersifat high risk, di mana reksadana saham sebanyak 9 produk, dan 1 produk lainnya merupakan reksadana campuran.

Reksadana dengan cuan tertinggi sepanjang pekan lalu di antaranya Syailendra Sharia Equity Fund yang mencatatkan imbalan 3,17 persen. Kemudian disusul Cipta Syariah Equity dengan imbal hasil 2,97 persen, Avrist Equity - Amar Syariah dengan cuan 2,85 persen, Batavia Dana Saham Syariah return 2,83 persen dan Schroder 90 Plus Equity Fund dengan imbalan 2,57 persen sepekan. 

Daftar top 10 reksadana juara cuan sepekan sebagaimana tertera dalam tabel. 

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(KA01/Arief Budiman/AM)

* * * ​

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.