OJK : Jumlah Investor Pasar Modal Terus Melesat Tembus 8,6 Juta

Jumlah investor didominasi generasi milenial atau yang berusia kurang dari 30 tahun dengan jumlah mencapai 60,29 persen
Abdul Malik • 02 Jun 2022
cover

Ilustrasi investor generasi milenial berbincang sambil jalan soal berinvestasi di pasar modal. (Shutterstock)

Bareksa.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan jumlah investor pasar modal di Indonesia tumbuh 15,11 persen dari posisi akhir tahun menjadi, menjadi 8,62 juta orang per 28 April 2022. Apakah Kamu salah satunya?

Sumber: OJK

Dalam akun resmi Instagram-nya OJK menyebutkan investor pasar modal Indonesia didominasi oleh generasi milenial atau investor yang berusia kurang dari 30 tahun. Jumlah investor milenial mencapai 60,29 persen dari total investor.

Meski mendominasi, OJK menyebutkan nilai aset investor milenial masih tergolong cukup rendah di antara kelompok usia lainnya dengan total nilai Rp52,18 triliun.

Sementara nilai aset tertinggi berada pada kelompok dengan jumlah investor paling sedikit yaitu usia 60 tahun ke atas dengan nilai aset mencapai Rp566,04 triliun.

Sumber: OJK

Tumbuh Karena Perkembangan Teknologi Informasi

Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Uriep Budhi Prasetyo, sebelumnya menyatakan salah satu upaya KSEI untuk mendongkrak jumlah investor ialah dengan dukungan infrastruktur teknologi informasi dan simplikasi pembukaan rekening.

Hal ini didukung dengan data bahwa lebih dari 60 persen investor memiliki rekening di agen penjual perusahaan teknologi finansial (fintech). Karena itu, tak heran bila jumlah investor didominasi oleh generasi milenial dan juga generasi Z, yakni mencapai 80 persen.​

Sumber: OJK

(Martina Priyanti)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.