CEO Trimegah AM, Antony Dirga : Saat Tepat Masuk Ke Reksadana Saham dan Indeks

Dengan roda ekonomi yang bergerak dan kondisi fiskal cukup sehat, Trimegah AM cukup yakin pasar saham akan tetap bergerak positif hingga akhir tahun
Hanum Kusuma Dewi • 11 May 2022
cover

CEO Trimegah Asset Management, Antony Dirga.

Bareksa.com - Dua hari pada pekan pertama setelah libur panjang Lebaran 2022, pasar saham anjlok yang disebabkan sejumlah hal. Lalu, apakah saat-saat ini waktu yang tepat untuk berinvestasi reksadana saham dan reksadana indeks?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun cukup dalam pada hari pertama perdagangan, Senin (9/5/2022) tercatat melemah 4,42 persen, ke level 6.909,75. Sementara itu pada penutupan perdagangan Selasa (10/5/2022), IHSG ditutup anjlok 1,30 persen atau 89,96 poin ke level 6.819,79.

Direktur Utama PT Trimegah Asset Management, Antony Dirga menyampaikan kondisi market kita yang sekarang drop disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, jelas Antony, selama libur Lebaran, nilai tukar AS dan regional market mengalami koreksi dan volatilitas yang cukup tinggi.

Menurutnya karena pasar saham Indonesia tutup cukup lama, kebutuhan untuk portfolio rebalancing dari investor global belum terpenuhi, sehingga dapat dilihat dana asing keluar cukup besar kemarin (Senin, 9/5/2022) dan kelihatannya masih lanjut Selasa (10/5/2022).

"Jika kita lihat lebih dalam, penyebab koreksi yang besar ini ada kaitannya dengan gerakan the Fed yang menaikkan suku bunga sebesar 50 bps di awal Mei dan juga kaitannya terhadap tingginya tingkat inflasi yang belum terkontrol di AS," kata Antony kepada Bareksa, Selasa (10/5/2022).

Baca juga Indeks Saham IHSG Anjlok Pasca Libur Lebaran, Haruskah Investor Reksadana Khawatir?

Lebih lanjut ia mengatakan yang membuat situasi lebih kompleks lagi adalah kenaikan suku bunga ini terjadi di tengah-tengah situasi pertumbuhan ekonomi AS (GDP growth) yang negatif di kuartal pertama tahun ini. Alhasil, Antony mengatakan pasar saham di Amerika terkoreksi cukup dalam dan demikian pula pasar obligasinya.

Menurutnya semua ini berimbas pada pasar saham dan obligasi Indonesia juga. "Koreksi yang terjadi sangat volatile karena diperburuk oleh pent-up demand yang terkumpul saat market kita tutup cukup lama," ujarnya.

Baca juga Bareksa Insight: Pasar Saham Murah, Peluang Tambah Investasi Reksadana

Masuk Reksadana Saham dan Reksadana Indeks

Meski demikian, Antony mengatakan pandangan Trimegah AM untuk pasar saham tetap belum berubah. "Menurut kami Indonesia ada dalam kondisi yang relatif lebih baik dibandingkan dengan banyak negara regional lainnya," imbuhnya.

Ia melanjutkan harga komoditas yang tetap tinggi akan terus memberikan efek beruntun yang positif dan roda ekonomi bergerak pasca-Covid akan terus memiliki momentum positif. "Kita bisa lihat secara anecdotal bahwa libur Lebaran kali ini tingkat aktivitas masyarakat yang traveling, mudik, pergi ke mal-mal dan lainnya sangat tinggi," kata dia.

Antony mengatakan istilah yang dipakainya dalam diskusi internal adalah libur Lebaran kali ini adalah liburan 'balas dendam' akibat terpendam selama dua tahun lebih dalam kondisi pandemi. Maka, ia menyampaikan dengan roda ekonomi yang bergerak dan kondisi fiskal cukup sehat, Trimegah AM cukup yakin pasar saham akan tetap bergerak positif hingga akhir tahun.

"Koreksi yang terjadi satu dua hari ini adalah saat tepat untuk mencicil masuk ke reksadana saham dan indeks menurut kami," kata Antony.

Baca juga Top 10 Reksadana Terlaris di Bareksa April 2022

(Martina Priyanti/hm)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER

Investasi mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.