Bingung Pilih Jenis Reksadana Apa di 2022? Simak Saran dari Manajer Investasi

Antara reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham dan campuran sama-sama memiliki peluang masing-masing
Abdul Malik • 06 Jan 2022
cover

Ilustrasi investor wanita cantik berkacamata sedang bingung memikirkan investasi reksadana saham obligasi surat utang negara surat berharga sukuk negara

Bareksa.com - Status pandemi Covid-19 di Tanah Air resmi diperpanjang. Kebijakan tersebut diumumkan oleh Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2021, yang diteken pada 31 Desember 2021.

Dengan status pandemi yang belum berakhir, kira-kira jenis reksadana apa yang cocok buat kita investasi di 2022?

Tubagus Farash Akbar Farich, Direktur Avrist Asset Management menyampaikan untuk tahun ini yang merupakan tahun pemulihan ekonomi, kenaikan suku bunga dan inflasi, ada baiknya investor mulai mempertimbangkan alokasi lebih banyak ke reksadana saham.

"Terutama reksadana saham yang berbasis big caps seperti reksadana indeks LQ45 atau IDX30," kata Farash kepada Bareksa, Senin (3/1/2022).

Menurut Farash, investor juga bisa mempertimbangkan reksadana pendapatan tetap yang memiliki aset durasi jangka pendek. Dia mencontohkan produk reksadana pendapatan tetap Avrist ETF Fixed Rate Bond I yang memiliki underlying asset jangka pendek.

Contoh lainnya, kata dia, ialah instumen pendapatan tetap seperti Surat Berharga Negara (SBN) dengan imbal hasil mengambang seperti Sukuk Tabungan (ST) atau Savings Bond Ritel (SBR).

Dengan fitur imbalan mengambang dengan batas minimal (floating with floor), investasi di ST dan SBR akan diuntungkan dari potensi tren kenaikan suku bunga acuan di masa mendatang seiring pemulihan ekonomi.

"Reksadana pasar uang juga berpotensi memberikan imbal hasil lebih tinggi dibandingkan 2021 setelah terjadi kenaikan tingkat suku bunga," kata Farash.

Prospek Reksadana Saham dan Campuran

Direktur Utama PT Trimegah Asset Management, Antony Dirga menilai kebijakan Presiden Jokowi yang memperpanjang status pandemi Covid-19 di Indonesia, merupakan langkah bijaksana. Sebab lebih baik konservatif dan mencegah terulangnya gelombang kenaikan kasus Covid-19 demi menjaga stabilitas ekonomi dalam jangka menengah.

"Reksadana yang kami sarankan untuk tahun 2022, sejalan dengan view kami terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang akan menuju 7.800 di akhir tahun, adalah reksadana saham dan reksadana campuran," kata Antony kepada Bareksa secara terpisah.

Menurut Antony, reksadana berbasis obligasi korporasi yang dikelola dengan penuh kehati-hatian juga akan menarik. Alasannya, potensi pemulihan ekonomi tentunya akan berimbas positif bagi perusahaan-perusahaan yang dikelola dengan baik, sehingga berimbas positif pada surat utang yang diterbitkannya.

Jadi, jenis reksadana dan produknya apa saja yang akan kamu tahun ini? Pastikan jenis dan produk reksadana yang kamu pilih, sesuai dengan profil risiko kamu ya!

(Martina Priyanti/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.