Astra Akuisisi Pengelola RS Hermina, Sentimen Positif Reksadana Saham Ini

Astra membeli 30 juta saham baru Hermina di harga pelaksanaan Rp1.500 per saham
Abdul Malik • 13 Apr 2022
cover

Jajaran direksi PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) saat resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia, Rabu, 16 Mei 2018. (Bareksa)

Bareksa.com - PT Astra International Tbk (ASII) menjadi investor baru di PT Medikaloka Hermina (HEAL), pengelola jaringan Rumah Sakit Hermina, melalui private placement senilai Rp45 miliar. Aksi korporasi ini menambah ceruk bisnis Astra International yang sebelumnya sudah berinvestasi di industri kesehatan, melalui Halodoc.

Aksi ini sekaligus menjadi sentimen positif bagi pergerakan saham Astra dan juga berimbas pada reksadana yang memiliki portofolio Astra International.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dikutip Selasa, (12/4), Astra membeli 30 juta saham baru Hermina di harga pelaksanaan Rp1.500 per saham, lebih tinggi dari harga pasar sebesar Rp1.345 per saham.

Dana hasil private placement akan digunakan oleh Hermina untuk kebutuhan modal kerja dan belanja modal (capex) perseroan. Saham baru tersebut telah dicatatkan di bursa pada 7 April 2022.

Setelah private placement ini, jumlah saham disetor Hermina bertambah dari sebelumnya 14,89 miliar saham menjadi 14,92 miliar saham. Adapun proporsi kepemilikan Astra sebesar 0,2 persen.

Head of Investor Relations Astra International Tira Ardianti membenarkan Astra telah berinvestasi di Rumah Sakit Hermina. Investasi dilakukan melalui pasar modal dan dari penambahan modal tanpa memesan efek terlebih dahulu atau private placement yang dilakukan Hermina.

"Kami melihat bahwa peluang di sektor pelayanan kesehatan di tanah air masih sangat luas, terutama dengan investasi ke bisnis rumah sakit," ujarnya dikutip dari Bisnis.

Astra berharap dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi perkembangan industri kesehatan di tanah air. ASII juga masih membuka peluang penjajakan lebih karena masih terus meninjau portofolio bisnisnya sehingga selalu relevan dan mengacu pada pertumbuhan jangka panjang. 

"Kami akan selalu meninjau portofolio bisnis kami dari waktu ke waktu dan mengambil keputusan dengan memperhatikan kepentingan pemangku kepentingan kami dan agar bisnis Astra selalu relevan dan terus bertumbuh dalam jangka panjang," katanya.

Berdasarkan data RTI, saham Astra ditutup di level Rp6.950 pada perdagangan Selasa, (13/4) atau meningkat 1.46 persen dari perdagangan hari sebelumnya. Dalam tiga bulan, saham ASII sudah melonjak 22.47 persen.

Peningkatan saham ini tentunya bisa berdampak positif bagi reksadana yang memiliki portofolio ASII. Berdasarkan data Bareksa, empat reksadana saham dengan barometer tertinggi semuanya memiliki portofolio ASII.

Empat reksadana saham itu adalah Manulife Saham Andalan, Sucorinvest Equity Fund, Eastspring Investments Alpha Navigator Kelas A, dan Batavia Dana Saham Optimal. 

Di antara empat reksadana saham itu, Manulife Saham Andalan yang membukukan tingkat pengembalian (return) tertinggi, yakni 32,47 persen dalam setahun.

(K09/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.