Ramadan Tiba, Ini Daftar 10 Reksadana Syariah Paling Cuan Kuartal I 2022

Daftar top 10 reksadana syariah cuan tertinggi pada triwulan I 2022 diisi oleh reksadana saham syariah dan reksadana campuran syariah
Abdul Malik • 05 Apr 2022
cover

Ilustrasi dua investor Muslimah yang memantau perkembangan investasinya di reksadana syariah, SBN Ritel syariah atau sukuk, hingga emas melalui aplikasi Bareksa. (Shutterstock)

Bareksa.com - Ramadan tahun ini tiba pada Ahad (3/4/2022) lalu. Mengiringi ibadah umat Muslim di bulan penuh ampunan ini, kita juga bisa memilih instrumen investasi yang sesuai syariat dan non ribawi, salah satunya reksadana syariah.

Jadi selain pahala dari ibadah kita dalam menjalankan puasa, kita juga masih bisa terus melanjutkan investasi agar target finansial masa depan kita tercapai. Sehingga puasa Ramadan bukanlah alasan yang menghalangi kita untuk berinvestasi, tapi justru menambah semangat berinvestasi. 

Sebab dengan puasa Ramadan, ada beberapa pos anggaran yang tidak terpakai dan bisa digunakan untuk investasi. Dengan begitu, selama bulan Ramadan ini, ibadah kita tetap jalan, investasipun tetap berlanjut. Ibaratnya cuan dunia akhirat, sama-sama bisa kita capai. 

Penasaran seperti apa kinerja reksadana syariah sepanjang kuartal I 2022 ini? Yuk kepoin bagaimana kinerja reksadana yang bebas dari unsur riba ini.

Kinerja Reksadana Syariah

Sepanjang periode 3 bulan pertama di 2022, kinerja indeks reksadana syariah mayoritas tampak di bawah indeks acuannya. 

Pada kuartal I 2022, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat 6,09 persen ditutup di 7.071. Kemudian untuk indeks saham syariah atau Jakarta Islamic Index (JII) mencatatkan kenaikan 3,64 persen. 

Namun berdasarkan data Bareksa, kinerja empat indeks reksadana syariah jauh di bawah acuannya. Yakni indeks reksadana saham syariah yang hanya naik 0,97 persen, disusul indeks reksadana campuran syariah menguat 0,73 persen, dan indeks reksadana pasar uang syariah bertambah 0,57 persen. Adapun indeks reksadana pendapatan tetap syariah justru minus 0,01 persen. 

Sumber : Bareksa

Top 10 Reksadana Syariah Paling Cuan

Meskipun dari sisi indeks acuannya, kinerja reksadana syariah tampak kurang menggembirakan, namun dari sisi kinerja produk reksadana syariah yang tersedia di Bareksa cukup memuaskan dengan kenaikan di atas JII pada kuartal I 2022. 

Berdasarkan daftar produk reksadana yang tersedia di Bareksa, top 10 produk reksadana syariah dengan cuan tertinggi bahkan mampu memberikan imbal hasil 5,91 persen dalam 3 bulan. Tercatat dari daftar top 10, 8 di antaranya diisi reksadana saham syariah dan 2 lainnya reksadana campuran syariah

Sumber : Bareksa

Reksadana saham syariah Batavia Dana Saham Syariah di urutan pertama dengan cuan 5,91 persen. Kemudian disusul Manulife Syariah Sektoral Amanah Kelas A dengan imbal hasil 5,19 persen dan Cipta Syariah Balance dengan imbalan 4,99 persen dalam 3 bulan. Selengkapnya sebagaimana tertera dalam tabel. 

Untuk diiketahui, reksadana syariah adalah wadah untuk menghimpun dana masyarakat yang dikelola oleh badan hukum yang bernama manajer investasi (MI), untuk kemudian diinvestasikan ke dalam surat berharga seperti saham, obligasi, dan instrumen pasar uang yang sesuai dengan ketentuan dan prinsip syariah Islam antara lain dengan portofolio penempatan dana di instrumen keuangan syariah seperti saham syariah dan sukuk.

Pengelolaan reksadanasyariah diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah, sehingga dapat dipastikan selalu sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dan investasi halal. Meski begitu, sejatinya reksadana syariah merupakan instrumen investasi yang bisa dipilih oleh semua investor tanpa memandang latar belakang agama tertentu.

(AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.