Diborong Bos Bikin Saham Unilever Meroket, 10 Reksadana Ini Koleksi UNVR

Aktivitas transaksi saham UNVR yang mencapai Rp334,77 miliar, merupakan nilai transaksi terbesar kelima di bursa pada perdagangan kemarin
Abdul Malik • 31 Mar 2022
cover

Gedung kantor Unilever De Brug (The Bridge) yang dibangun di atas pabrik bersejarah sejak 1891, didesain oleh arsitek Chris de Jonge di Rotterdam, Belanda. (Shutterstock)

Bareksa.com - Harga saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) bergerak atraktif pada perdagangan Rabu (30/3/2022). Kemarin, saham UNVR ditutup melonjak 6,89 persen ke level Rp3.720 per saham.

Antusiasme pelaku pasar tercermin dari aktivitas transaksi saham UNVR yang mencapai Rp334,77 miliar, yang merupakan nilai transaksi terbesar kelima di bursa pada perdagangan kemarin.

Lonjakan kemarin juga merupakan rally lanjutan saham UNVR yang sudah menghijau selama empat hari perdagangan terakhir.

Melansir CNBC Indonesia, Presiden Direktur Ira Noviarti dikabarkan memborong saham UNVR. Berdasarkan keterbukaan informasi, Selasa (29/3/2022), Ira diketahui memborong 870.000 saham dari awalnya tidak memiliki sama sekali.

Ira membeli saham UNVR di harga Rp3.460 per saham, sehingga nilai transaksinya mencapai Rp3,01 miliar. Transaksi tersebut dilakukan pada Senin, 28 Maret 2022.

"Tujuan dari transaksi adalah investasi, dengan status kepemilikan saham adalah langsung," ungkap Reski Damayanti, Direktur dan Sekretaris Perusahaan UNVR, Selasa (29/3/2022).

Sebelumnya, Direktur Unilever Indonesia Ainul Yaqin juga diketahui menambah kepemilikan saham dari 42.200 lembar menjadi 338.200 lembar.

Ainul Yaqin membeli 296.000 lembar saham dengan harga Rp3.380 per lembar dengan tujuan investasi dengan kepemilikan saham langsung.

Dengan demikian, nilai transaksi tersebut mencapai sekitar Rp1 miliar. Transaksi tersebut dilakukan pada 24 Maret 2022 lalu.

Sebagai informasi, sejak awal tahun hingga penutupan perdagangan kemarin saham UNVR masih anjlok 9,49 persen ytd. Market cap UNVR saat ini sebesar Rp141,92 triliun.

Pada kesempatan terpisah, dalam laporan riset PT BRI Danareksa Sekuritas, analis Natalia Sutanto mengatakan bahwa penurunan harga saham UNVR sudah masuk fase bottoming dan memberikan rating BUY atas saham ini dengan target harga di Rp 4.300/saham.

"Harga saham UNVR sudah berada di level terendah dalam periode 5 tahun terakhir dengan CAGR pendapatan -2 persen di 2016-2021. Pada harga saham saat ini, UNVR diperdagangkan pada PE FY22F 21,4x, masih lebih rendah dari rekan-rekan globalnya (23,9x). Perlu juga dicatat bahwa perusahaan menawarkan hasil dividen 4,5 persen. Kami rasa harga saham sudah berada di bawah," tulis Natalia dalam laporannya.

Reksadana  dengan Underlying Asset Saham UNVR

Melihat adanya pergerakan positif pada saham UNVR, maka menarik untuk mengetahui kira-kira produk reksadana apa saja yang memiliki saham ini dalam portofolionya.

Berikut reksadana di Bareksa yang tercatat menjadikan saham UNVR sebagai underlying asset dalam portofolionya.

Sumber: Bareksa

Berdasarkan penelusuran Bareksa dari fund fact sheet yang ada, setidaknya terdapat 10 produk reksadana yang tercatat memiliki saham UNVR dalam portofolionya. Produk tersebut beragam mulai dari reksadana saham, reksadana campuran, serta reksadana indeks & ETF.

Reksadana tersebut di antaranya Bahana Icon Syariah, BNP Paribas Pesona Syariah, Mandiri Investa Atraktif Syariah dan MNC Dana Ekuitas Syariah. Selengkapnya sebagaimana tertera dalam tabel. 

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(KA01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.