Catat! Begini Proses Transaksi Reksadana Saat Libur Tahun Baru 2022

Jika pembelian dan penjualan reksadana dilakukan pada 30 Desember 2021 setelah pukul 13.00 WIB, maka akan diproses dan mendapatkan harga NAB per 3 Januari 2022
Abdul Malik • 28 Dec 2021
cover

Ilustrasi banner perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. (Shutterstock)

Bareksa.com - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyampaikan Jumat, 31 Desember 2021 merupakan Hari Libur Bursa. Dengan begitu, waktu efektif perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun ini tersisa empat hari yakni Senin hingga Kamis, pekan ini.

"Khusus pada 31 Desember 2021, kegiatan yang berhubungan dengan penyelesaian transaksi dan pembayaran bunga/pokok untuk Surat Berharga Negara dan Efek lainnya yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia dan Bank Indonesia (BI), akan tetap beroperasi sesuai jadwal normal PT KSEI dan mengikuti kegiatan operasional Bank Indonesia," papar KSEI dilansir Bisnis, Jumat (25/12/2021).

Lantas bagaimana proses transaksi reksadana menjelang dan saat libur Tahun Baru 2022?

Begini penjelasannya. Penghitungan nilai aktiva bersih (NAB) untuk reksadana dilakukan hanya pada hari kerja bursa.

Dalam transaksi reksadana, terdapat batas waktu (cut off time) transaksi yakni pada pukul 13.00 WIB. Artinya, transaksi yang dilakukan sebelum pukul 13.00 WIB akan diproses pada hari yang sama. Namun jika transaksi pembelian atau penjualan reksadana dilakukan setelah pukul 13.00 WIB, maka akan diproses di hari kerja Bursa berikutnya.

Penjelasan selengkapnya mengenai proses transaksi reksadana saat libur Tahun Baru 2022 pekan ini, simak ulasan berikut :

- Transaksi Pembelian Reksadana (Subscription)

Untuk pembelian reksadana, jika transaksi pemesanan dan transfer dana dilakukan pada Kamis, 30 Desember 2021 sebelum pukul 13.00 WIB, maka akan diproses pada hari yang sama dan menggunakan NAB per 30 Desember 2021.

Karena NAB hari ini, baru akan bisa terlihat esoknya, maka hasil dari transaksi reksadana tersebut akan terlihat di portofolio investor esok harinya. Artinya jika investor membeli reksadana pada Kamis, 30 Desember 2021, maka unit reksadana yang telah dibeli investor tersebut akan masuk dalam portofolio pada Jumat, 31 Desember 2021.

Namun jika smart investor membeli reksadana dan transfer dana pada Kamis, 30 Desember 2021 setelah pukul 13.00 WIB hingga Senin, 3 Januari 2022 sebelum pukul 13.00 WIB, transaksi tersebut akan diproses dan mendapatkan harga NAB per 3 Januari 2022. 

Dengan begitu unit reksadana yang telah dibeli tersebut akan masuk ke portofolio investasi investor pada Selasa, 4 Januari 2022.

- Transaksi Penjualan Reksadana (Redemption)

Sementara untuk penjualan reksadana, jika instruksi (order) dilakukan pada Kamis, 30 Desember 2021 sebelum pukul 13.00 WIB, maka akan diproses pada hari yang sama dan menggunakan nilai aktiva bersih (NAB) per 30 Desember 2021.

Proses pencairan dana hasil penjualan reksadana tersebut akan masuk ke rekening smart investor maksimal tujuh hari kerja Bursa (T+7), setelah transaksi diproses.

Sementara itu jika order penjualan dilakukan pada Kamis, 30 Desember 2021 setelah pukul 13.00 WIB hingga Senin, 3 Januari sebelum pukul 13.00 WIB, maka akan diproses dan mendapatkan harga NAB Senin, 3 Januari 2022. Proses pencairan dana akan masuk ke rekening nasabah maksimal tujuh hari Bursa setelah transaksi.

Dengan memahami proses transaksi reksadana selama libur Tahun Baru 2022 ini, maka smart investor bisa liburan dengan tenang sambil tetap melanjutkan investasinya.

Siap liburan akhir tahun sembari berinvestsi? Jangan lupa, apapun jenis dan produk reksadana yang dipilih, pastikan sesuai dengan profil risiko kamu ya!

(Martina Priyanti/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.