Biaya Transfer Antar Bank Turun Jadi Rp2.500, Transaksi Reksadana Makin Murah

Sangat baik untuk program investasi berkala buat investor
Abdul Malik • 06 Dec 2021
cover

Ilustrasi perempuan investor tersenyum bahagia karena biaya investasinya di reksadana semakin murah, seiring biaya transfer antar bank yang turun jadi Rp2.500. (Shutterstock)

Bareksa.com - Bank Indonesia (BI) akan mengimplementasikan BI Fast Payment atau BI Fast, pada pekan kedua Desember 2021. Jadi, biaya transfer antar bank akan turun dari Rp6.500 menjadi Rp2.500, baik transfer antar bank melalui ATM, internet banking, ageng, maupun mobile banking.

Bagaimana dampak kebijakan penurunan biaya transfer antar bank tersebut pada reksadana? Penurunan biaya transfer antar bank akan membuat transaksi reksadana semakin murah.

Apalagi jika rekening nasabah dengan rekening penampung reksadana, maupun rekening bank kustodian berbeda, sehingga biasanya memberatkan biaya transaksi.

"Sangat baik untuk program investasi berkala bagi investor. Terutama bila investasi berkala itu dalam jumlah yang tidak terlalu besar," kata Tubagus Farash Akbar Farich, Direktur Avrist Asset Management kepada Bareksa, Jumat (3/12/2021).

Tapi, Farash menyampaikan dampak positif penurunan biaya transfer antar bank menjadi Rp2.500 per transaksi, tidak hanya akan dirasakan investor ritel.

"AUM (asset under management) atau dana kelolaan industri reksadana mungkin terbantu sedikit karena ini (penurunan biaya transfer) akan lebih berdampak ke investasi oleh individu," kata Farash.

Baca : Kolaborasi PT Pegadaian - Bareksa, Hadirkan Tabungan Emas Online untuk Investasi Terintegrasi

Tahap Pertama 22 Bank

Dilansir Kontan, Jumat (3/12/2021), BI Fast tahap pertama akan diimplementasikan oleh 22 bank yang akan menerapkan biaya transfer antar bank Rp2.500.

Berikut daftar bank yang akan mengimplementasikan BI Fast dan berlaku biaya transfer antar bank Rp2.500 per transaksi pada pekan kedua Desember 2021 :

1. BTN

2. DBS Indonesia

3. Permata Bank

4. Bank Mandiri

5. Danamon

6. CIMB Niaga

7. BCA

8. HSBC Indonesia

9. UOB Indonesia

10. Bank Mega

11. BNI

12. BSI

13. BRI

14. OCBC NISP

15. UUS BTN

16. UUS PemataBank

17. UUS CIMB Niaga

18. UUS Danamon

19. BCA Syariah

20. Bank Sinarmas

21. Citibank NA

22. Bank Woori Saudara

Dengan biaya transfer antar bank yang semakin murah, maka investasi reksadana semakin menarik. Pastikan jenis dan produk reksadana yang smart investor pilih sesuai dengan profil risiko ya.

Baca juga : Bareksa Raih Pendanaan Seri C dari Grab, Kukuhkan Sinergi Grab - Bareksa - OVO

(Martina Priyanti/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.