Ini Tiga Bentuk Dividen Buat Investor Reksadana

Investor reksadana juga bisa menerima dividen, meskipun tidak selalu dalam bentuk tunai
Abdul Malik • 23 Nov 2021
cover

Ilustrasi dividen dari hasil investasi di saham dan reksadana. (Shutterstock)

Bareksa.com - Dalam berinvestasi saham, investor mengenal yang namanya pembagian dividen sebagai imbal hasil atas investasinya.

Dividen adalah laba perusahaan dalam periode setahun yang dibagikan kepada pemegang saham, bisa dalam bentuk tunai (cash dividend) atau dalam bentuk saham (stock dividend).

Lalu bagi reksadana saham yang memiliki saham dalam portofolionya, apakah juga memberikan dividen kepada investornya?

Dividen adalah salah satu bentuk hasil investasi yang diterima oleh reksadana. Maka, investor reksadana juga bisa menerima dividen ini, meskipun tidak selalu dalam bentuk tunai (cash).

Berikut ini tiga bentuk dividen sebagai hasil investasi yang diberikan kepada investor reksadana

1. Dividen diinvestasikan kembali

Sebagian besar reksadana biasanya menerapkan kebijakan pembagian hasil investasi dividen tunai dari saham untuk diinvestasikan kembali (reinvesting). Sehingga, hasil dividen ini akan meningkatkan nilai aktiva bersih (NAB) reksadana.

Contoh, saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) baru saja mengadakan rapat umum pemegang saham dan memutuskan untuk membagikan dividen interim sebesar Rp66 per saham. Bila ada satu reksadana memiliki 1 juta lembar saham UNVR, sehingga berhak mendapat Rp66 juta.

Angka ini jika telah dipotong pajak dividen 10 persen akan menambahkan NAB reksadana tersebut pada tanggal pembagian dividen.

2. Dividen berbentuk unit penyertaan

Ada sejumlah reksadana yang membagikan dividen berbentuk unit penyertaan kepada para investornya. Dividen berbentuk unit penyertaan umumnya ditemukan pada reksadana pendapatan tetap, yang portofolionya berisikan obligasi.

Obligasi, atau surat utang, dan sukuk memberikan imbal hasil berupa kupon yang biasanya dibayarkan rutin atau reguler. Kupon ini bisa diberikan kepada investor reksadana dalam bentuk unit penyertaan baru.

Sumber: fund fact sheet

Salah satu reksadana yang menyebutkan pembagian hasil investasi yang dapat berupa tunai atau unit penyertaan atas nama pemegang unit penyertaan (investor reksadana) adalah Principal Total Return Bond Fund.

Pembagian hasil investasi ini sesuai dengan kebijakan manajer investasi, dengan tidak mengabaikan pencapaian investasi jangka panjang.

3. Dividen dibayarkan tunai

Salah satu contoh reksadana yang dalam prospektusnya menyebutkan pembagian dividen, atau pembagian keuntungan hasil investasi secara tunai adalah Manulife Pendapatan Bulanan II.

Sumber: fund fact sheet

Disebutkan dalam prospektus, bagi pemegang unit penyertaan Manulife Pendapatan Bulanan II yang mempunyai nilai investasi sampai dengan atau di atas Rp100 juta pada tanggal cum date (tanggal pencatatan nama investor yang berhak menerima dividen), manajer investasi dapat membagikan sebagian keuntungan dari reksadana tersebut dalam bentuk tunai dengan cara transfer dalam mata uang rupiah ke rekening investor setiap sebulan sekali.

Akan tetapi, pembagian hasil investasi mempertimbangkan kesehatan dan kinerja dari produk reksadana tersebut dan sepenuhnya merupakan keputusan dari manajer investasi.

Jadi, secara umum, dividen adalah bentuk hasil investasi yang tidak langsung diterima oleh investor reksadana. Ada dividen yang berbentuk tunai, tetapi sebagian besar diinvestasikan kembali oleh manajer investasi sehingga meningkatkan NAB reksadana tersebut.

Bila kita memang membutuhkan uang tunai (cash), tidak harus menunggu dividen tunai, kita bisa saja menjual sebagian unit reksadana yang kita miliki.

Tapi ingat, sebaiknya keputusan ini dilakukan dengan menimbang tujuan atau rencana awal investasi kita.

(KA01/Arief Budiman/AM)

​​***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.