Bareksa Update : Jelang Window Dressing, Investor Bisa Akumulasi Reksadana Saham dan Index Fund

Secara historis, dalam 10 tahun terakhir, bulan November merupakan kesempatan terbaik buat investor dengan profil risiko agresif melakukan akumulasi di reksadana saham dan reksadana indeks
Abdul Malik • 15 Nov 2021
cover

Ilustrasi potensi kenaikan pasar saham jelang akhir 2021 seiring fenomena window dressing yang bisa mendorong kinerja reksadana saham dan reksadana indeks. (Shutterstock)

Bareksa.com - Menurut analisis Bareksa, secara historis, dalam 10 tahun terakhir, bulan November merupakan kesempatan terbaik buat investor dengan profil risiko agresif melakukan akumulasi di reksadana saham dan reksadana indeks (index fund).

Sebab Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung mengalami penurunan pada bulan ini dan akan kembali menguat menjelang akhir tahun didorong fenomena window dressing (perbaikan laporan kinerja keuangan perusahaan publik). IHSG pada 12 November 2021 turun 0,6 persen ke level 6.651,05.

Di sisi lain, harga obligasi masih cenderung bergerak stagnan pada pekan lalu di tengah minimnya sentimen positif dari dalam dan luar negeri. Awal pekan ini investor akan mencermati rilis data ekspor-impor Indonesia yang diperkirakan surplus pada Oktober karena kenaikan harga komoditas.

Hal tersebut diproyeksikan akan turut menopang kenaikan pasar obligasi serta penguatan reksadana pendapatan tetap. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 12/11/2021 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat naik ke level 6,2 persen, pada 12 November 2021.

Di tengah potensi pelemahan pasar saham pada November dan stagnasi pasar obligasi, serta guna merespons potensi kenaikan pasar akibat fenomena window dressing, investor dengan profil risiko agresif dan moderat bisa mempertimbangkan beberapa reksadana saham, reksadana indeks dan reksadana pendatapatan tetap berkinerja moncer berikut ini :

Imbal Hasil Reksadana 1 Tahun (12 November 2021)

Reksadana Saham

Sucorinvest Equity Fund : 21,04 persen
Manulife Saham SMC Plus : 25,49 persen

Reksadana Indeks

Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund : 9,32 persen
BNP Paribas Sri Kehati : 6,47 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Sucorinvest Bond Fund : 8,71 persen
Bahana Mes Syariah Fund Kelas G : 6,27 persen

Perlu diingat, apapun produk investasi pilihan kamu, agar selalu disesuaikan dengan tujuan dan jangka waktu investasi, serta profil risiko kamu ya!

(Sigma Kinasih/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.