Apakah Strategi Investasi Dollar Cost Averaging adalah Cara Bijak Saat Ini?

Karena timing the market sulit dan tidak bisa dilakukan terus-terusan, maka investasi secara berkala adalah solusinya
Abdul Malik • 05 Nov 2021
cover

Ilustrasi strategi investasi dollar cost averaging dalam menghadapi gejolak pasar saham. (Shuttetrstock)

Bareksa.com - Pasar saham naik turun dalam waktu cepat alias volatile. Apakah investasi di reksadana saham atau reksadana campuran yang paling tepat saat ini?

Gilang Fajar, Investment Partnership Specialist Mandiri Manajemen Investasi menyampaikan timing market sangat sulit dilakukan, apalagi secara konsisten.

"Solusinya, termudah itu smart investor, dengan cara DCA atau dollar cost averaging. Belinya secara berkala," kata Gilang dalam BareksaTalks, Kamis malam (4/11/2021).

Gilang melanjutkan setiap kali menerima gaji, maka kita bisa menyisihkan dana untuk membeli saham atau reksadana saham yang sudah lama kita incar. 

"Itu lebih bijak daripada langsung beli besar, karena kita tidak tahu arah market akan dibawa ke mana," ujarnya.

Memaksimalkan Investasi?

Menurut Gilang, timing the market sulit dan tidak bisa dilakukan terus-terusan. "The most possible solution, DCA, cicil beli dari sekarang kalau ada spare money. Kita mulai beli secara mencicil, dan once memang pasar saham up trend karena berbagai katalis positif tadi kita sudah siap dan kita sudah punya muatan yang cukup untuk bisa merasakan return yang maksimal," papar Gilang.

Terkait itu, Gilang membagi tips agar investor bisa rutin disiplin berinvestasi. "Misal saya dapat gaji, saya langsung sisihkan untuk investasi baru sisanya untuk kebutuhan lain, cicilan, konsumsi," kata dia.

Gilang menekankan bahwa dana investasi itu tidak boleh diganggu, memang sudah disiapkan hanya untuk investasi.

Reksadana ialah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. ​ Reksadana juga diartikan, sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi.

Perlu diingat, apapun produk investasi pilihan kamu, agar selalu disesuaikan dengan tujuan dan jangka waktu investasi, serta profil risiko kamu ya!

(Martina Priyanti/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.