Reksadana Pasar Uang Diprediksi Masih Jadi Penopang Utama Industri

Reksadana pasar uang dinilai jadi instrumen tepat untuk menempatkan dana sementara sebelum dipindahkan ke aset lebih berisiko
Abdul Malik • 03 Nov 2021
cover

Ilustrasi investasi di reksadana, termasuk reksadana pasar uang yang terus bertumbuh. (shutterstock)

Bareksa.com - Hingga tahun depan, reksadana pasar uang dinilai masih akan menjadi motor penggerak industri reksadana. Salah satu alasannya outlook kinerja yang positif seiring dengan potensi kenaikan suku bunga menjadi salah satu sentimen utama.

Laporan dari Infovesta Utama seperti menyebutkan hingga akhir Oktober 2021 kinerja reksadana pasar uang tumbuh 2,79 persen secara year to date (YtD) atau sepanjang tahun berjalan. Tren suku bunga rendah yang dipertahankan di level 3,5 persen turut berpengaruh pada imbal hasil reksadana pasar uang.

Head of Investment Research Infovesta Utama, Wawan Hendrayana mengatakan minat investor terhadap reksadanapasar uang masih sangat besar. Hal tersebut, terlihat dari kenaikan jumlah dana kelolaan pada reksadana pasar uang sepanjang tahun ini.

Menurut Wawan, minat investor ditopang oleh sifat reksadana pasar uang yang menawarkan kinerja setara dengan deposito dan dengan likuiditas hampir setara tabungan. Tak ayal, reksadana ini dinilai menjadi instrumen yang tepat untuk menaruh dana sementara sebelum dipindahkan ke instrumen lebih berisiko.

"Kemudahan transaksi juga membuka investor baru untuk terus masuk. Hingga tahun depan saya melihat reksadana pasar uang masih akan jadi motor penggerak industri reksadana," ujar Wawan dilansir Bisnis (2/11/2021).

Dia menyampaikan kinerja reksadana pasar uang sejauh ini ontrack sesuai target awal tahun pada kisaran 3 persen hingga 3,5 persen. "Dari sisi kinerja memang tidak setinggi tahun lalu karena suku bunga mengalami penurunan," jelasnya.

Tumbuh 3 Persen

Wawan melanjutkan, hingga akhir tahun kinerja reksadana pasar uang masih dapat menyentuh kisaran 3 persen. Perkiraan tersebut seiring dengan kebijakan Bank Indonesia (BI) yang diprediksi mempertahankan tingkat suku bunga hingga akhir 2021.

Ia menyebutkan isu tapering The Fed dan mulai menguatnya pasar saham tidak akan berimbas signifikan terhadap kinerja reksa dana pasar uang. "Justru bila ke depannya suku bunga naik, maka kinerja reksadana pasar uang akan terkatrol," imbuhnya.

Sementara itu melansir laman resmi Schroders, reksadana pasar uang adalah reksadana yang dana kelolaannya diinvestasikan seluruhnya di instrumen pasar uang, deposito berjangka atau obligasi yang diterbitkan dengan jangka waktu 1 tahun atau obligasi yang sisa jatuh temponya kurang dari 1 tahun.

(Martina Priyanti/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.