Saham Semen Indonesia Melonjak Saat IHSG Melemah, 7 Reksadana Punya Portofolionya

Kemarin, saham SMGR ditutup menguat 3,28 persen ke level Rp8.650 per saham
Abdul Malik • 28 Oct 2021
cover

Pekerja sedang beraktivitas di pabrik PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) di Tuban, Jawa Timur. (Shutterstock)

Bareksa.com - Di tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami penurunan 0,82 persen ke level 6.602,21 pada perdagangan Rabu (27/10/2021), harga saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) justru masih mampu berakhir di zona hijau.

Kemarin, saham SMGR ditutup menguat 3,28 persen ke level Rp8.650 per saham. Selain itu, SMGR juga menempati peringkat kelima saham yang paling banyak ditransaksikan di bursa dengan nilai mencapai Rp263,24 miliar.

Menurut analisis Bareksa, kenaikan saham SMGR terdorong oleh sentimen positif terkait perkembangan industri semen Tanah Air.

Sekedar informasi, penjualan semen dalam negeri terpantau terus menunjukkan perbaikan. Tercatat, konsumsi semen di dalam negeri sepanjang September lalu mencapai 6,4 juta ton. Alhasil, secara kumulatif, total konsumsi semen nasional sepanjang sembilan bulan pertama di tahun ini mencapai 46,9 juta ton atau naik 5,04 persen YoY.

Sementara jika digabungkan dengan ekspor, sepanjang Januari–September 2021, total penjualan industri semen nasional mencapai 56,16 juta ton, atau naik 9,5 persen dari realisasi periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan adanya pemulihan pada industri semen, kinerja SMGR seharusnya juga ikut mengalami perbaikan kinerja mengingat posisinya sebagai salah satu pemain besar dalam industri tersebut.

Namun satu hal  yang perlu diperhatikan adalah potensi kenaikan biaya produksi karena kenaikan harga batu bara yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan ini.

Sekadar informasi, batu bara merupakan salah satu komponen biaya produksi emiten semen seperti SMGR sehingga kenaikan harganya bisa saja menekan profitabilitas SMGR. Harga batu bara beberapa waktu lalu menembus rekor tertingginya seiring terjadinya krisis energi di Eropa dan China.

Reksadana dengan Underlying Asset Saham SMGR

Melihat adanya kenaikan pada saham SMGR, maka menarik untuk mengetahui kira-kira produk reksadana apa saja yang memiliki saham ini dalam portofolionya?

Berikut beberapa reksadana di Bareksa yang tercatat menjadikan saham SMGR sebagai underlying asset dalam portofolionya.

Sumber: Bareksa

Berdasarkan penelusuran Bareksa dari fund fact sheet yang ada, setidaknya terdapat 7 produk reksadana yang tercatat memiliki saham SMGR dalam portofolionya. Jenis produk reksadana tersebut terdiri dari saham dan campuran, yang 4 di antaranya berbasis syariah.

Reksadana tersebut di antaranya Bahana Dana Infrastruktur, Bahana Icon Syariah, BNP Paribas Ekuitas, BNP Paribas Pesona Syariah, MNC Dana Syariah Ekuitas, Prospera BUMN Growth Fund dan Simas Syariah Unggulan.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(KA01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.