Saham-saham Penghuni Baru Indeks FTSE Jadi Portofolio Puluhan Reksadana Ini

Dalam daftar tersebut, saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) masuk ke jajaran saham berkapitalisasi besar
Abdul Malik • 20 Sep 2021
cover

Ilustrasi saham-saham penghuni baru Indeks FTSE yang jadi portofolio reksadana saham dan reksadana campuran, baik konvensional maupun syariah. (Shutterstock)

Bareksa.com - Muli hari ini, Senin (20/9/2021), Financial Times Stock Exchange (FTSE) Russel, penyedia data dan indeks pasar modal global mulai memberlakukan susunan baru daftar saham di Global Equity Index Asia Pacific ex Japan ex China Regional. Dalam daftar tersebut, saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) masuk ke jajaran saham berkapitalisasi besar.

Sementara PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) keluar dari jajaran large cap, tetapi masuk kelompok saham berkapitalisasi pasar menengah. Dari kelas menengah, ada saham PT BRI Agroniaga Tbk (AGRO) dan saham PT BFI Finance Indoanesia Tbk (BFIN) yang masuk ke daftar ini.

Pengamat Pasar Modal dari Asosiasi Analis Efek Indonesia Reza Priyambada menilai, masuknya emiten tersebut ke daftar FTSE  lebih sebagai benchmark target investasi. "Tidak berpengaruh apa-apa terhadap kinerja emitennya," kata dia dilansir Kontan.

Perombakan konstituen indeks bisa mempengaruhi pergerakan harga saham, tetapi hanya jangka pendek. Sebab pelaku pasar lebih mencermati sentimen yang ada di pasar. Di sisi lain, sentimen bersifat dinamis dan bisa berubah setiap waktunya.

Sumber : Kontan

Reksadana dengan Portofolio Saham BRIS, SMGR, AGRO dan BFIN

Dari empat saham yang masuk daftar indeks FTSE yakni BRIS, SMGR, AGRO dan BFIN, reksadana mana saja yang punya portofolionya?

Menurut catatan Bareksa, berdasarkan lembar fakta reksadana (fund fact sheet) per Agustus 2021, saham Bank Syariah Indonesia menjadi portofolio 11 reksadana. Di antaranya Avrist Equity - Amar Syariah, BNP Paribas Infrastruktur Plus, Danareksa Anggrek Fleksibel, hingga Mandiri Investa Atraktif Syariah.

Sebagaimana jenisnya yang merupakan saham bank syariah, maka saham BRIS kebanyakan juga dipegang oleh reksadana saham syariah maupun reksadana campuran syariah.

Daftar Reksadana dengan Portofolio BRIS per Agustus 2021

Sumber : fund fact sheet Agustus 2021, diolah Bareksa

Sedangkan saham Semen Indonesia jadi portofolio 13 produk reksadana. Di antaranya reksadana Bahana Dana Infrastruktur, Batavia Dana Saham Syariah, BNI-AM Inspiring Equity Fund hingga Principal Balanced Strategic Plus.

Sesuai bidang usahanya Semen Indonesia yang merupakan produsen semen dan bergerak di bidang infrastruktur, maka sahamnya juga dipegang oleh beberapa reksadana berbasis saham infrastruktur baik syariah maupun konvensional.

Daftar Reksadana dengan Portofolio SMGR per Agustus 2021

Sumber : fund fact sheet Agustus 2021, diolah Bareksa

Untuk saham BRI Agroniaga tercatat jadi portofolio 3 reksadana yakni Danareksa Anggrek Fleksibel, Danareksa Mawar Konsumer 10 dan Eastspring Investments Value Discovery Kelas A.

Daftar Reksadana dengan Portofolio AGRO per Agustus 2021

Sumber : fund fact sheet Agustus 2021, diolah Bareksa

Adapun saham perusahaan pembiayaan BFI Finance jadi portofolio 12 reksadana baik reksadana saham maupun campuran. Mulai reksadana Batavia Dana Saham Optimal, Mandiri Investa Cerdas Bangsa, Simas Saham Unggulan, Syailendra Balanced Opportunity Fund hingga TRIM Kapital.

Daftar Reksadana dengan Portofolio BFIN per Agustus 2021

Sumber : fund fact sheet Agustus 2021, diolah Bareksa

Seiring masuknya saham-saham tersebut dalam indeks FTSE yang berpeluang mendongkrak harga sahamnya, maka reksadana dengan portofolio saham-saham tersebut juga berpeluang mendapatkan manfaat positif.

(Bintang Yuliyanto/Abdul Malik)

​​***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.